<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652</id><updated>2011-12-31T21:18:04.648+07:00</updated><category term='Agama'/><category term='Komputer'/><title type='text'>http://www.reagenabdurrohim.blogspot.com/</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-4074250812846036</id><published>2009-02-21T23:30:00.000+07:00</published><updated>2009-02-21T23:31:42.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;div class="garis-bawah"&gt;     &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/kisah-hati/michael_sapiro.jpg" alt="" style="display: block; padding-bottom: 1em;" width="372" align="left" /&gt;Michael David Shapiro adalah seorang Yahudi Rusia. Dulu, ia tidak terlalu yakin dengan adanya Tuhan. Cita-citanya menjadi seorang bintang penyayi rock, tapi sekarang ia bekerja sebagai sekretaris dan tinggal di sebuah apartemen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pencarian jati dirinya dimulai ketika ia berusia 19 tahun. Suatu malam, berniat ke dapur dan bertemu dengan rekannya seorang kulit hitam. Ia bertanya pada rekannya itu,"Bolehkah saya menyimpan vodka di kulkas malam ini?". Tak diduga, pertemuan itulah yang mengubah hidup Michael secara drastis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teman kulit hitam yang dijumpainya di dapur adalah seorang Muslim dan dia adalah Muslim pertama yang pernah Michael jumpai. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, Michael mengajak lelaki kulit hitam itu berbincang-bincang tentang agama Islam. Tentang semua hal yang pernah Michael dengar seperti salat lima waktu, jihad dan sosok Nabi Muhammad saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, teman mereka bernama Wade, seorang Kristiani bergabung dalam perbincangan itu. Jadilah mereka bertiga malam itu berdialog dengan Yahudi, Kristiani dan Muslim. "Ternyata kami menemukan banyak perbedaan dan banyak persamaan antara ketiga agama itu," kata Michael.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah perbincangan itu, minat Michael yang selama ini hanya berkutat pada sex, narkoba dan pesta-pesta jadi berubah total. Ia mulai berminat untuk mencari kebenaran, mencari Tuhan, mencari bagaimana cara menjadi pengikutNya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika itu, kata Michael, ia memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana pada dirinya sendiri seperti 'berapa sebenarnya jumlah Tuhan?'. Michael berpikir bahwa jumlah Tuhan pasti cuma satu. Tuhan akan lebih kuat jika cuma satu. Karena jika Tuhan dua, kalau ada salah satunya yang berbeda pendapat maka akan terjadi pertentangan dan pertikaian. "Maka saya berpikir bahwa Tuhan itu satu," kata Michael.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga memikirkan tentang eksistensi Tuhan dan menganalisa keyakinan atheist dan keyakinan theist-theist lainnya. Saya teringat akan kata bijak "Setiap disain pasti ada disainernya". Bertolak dari kata bijak itu, mata saya terbuka bahwa Tuhan itu ada. "Saya tidak bisa menjelaskannya mengapa, saya hanya bisa merasakannya," ujar Michael.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal-hal baru yang ditemukannya, membuat Michael berpikir bahwa ia harus bertanggungjawab untuk mematuhi Sang Pencipta dan itu artinya ia harus memeluk satu agama. Pertanyaan lain pun menyusul, 'darimana ia akan memulai? karena secara harfiah jumlah agama bisa ribuan dan ia perlu memperkecil jumlah itu. Langkah pertama yang Michael lakukan adalah mengelompokan agama-agama monoteis dan itu sejalan dengan keyakinannya bahwa Tuhan itu satu. Ia mencoret Budha dan Hindu dari daftarnya dan melingkari tiga agama monoteis yaitu Islam, Kristen dan Yudaisme.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena ia seorang Yahudi. Michael mulai mempelajari Yudaisme terlebih dulu, mulai dari konsep Tuhan, nabi-nabi, 10 larangan Tuhan, Taurat dan tentang 'roh keyahudian', satu hal yang menarik perhatian dan membuat Michael ragu. Ia berpikir, ide tentang 'roh keyahudian' tidak universal karena 'jika seseorang dilahirkan sebagai Yahudi, maka orang itu punya jiwa Yahudi dan harus menjadi pengikut Yudaisme. Bagi Michael, ide semacam itu diskriminatif. Ia berpendapat bahwa semua manusia diciptakan sama. "Mengapa seseorang yang dilahirkan dalam agama tertentu harus tetap memeluk agama itu meski jika seseorang itu menemukan bahwa keyakinan yang dianutnya salah?" itulah pertanyaan yang muncul di benak Michael dan ia tidak sejalan dengan konsep tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal lainnya yang membuat Michael ragu dengan Yudaisme, tidak ada konsep yang jelas tentang neraka dalam Yudaisme. Jika konsep itu tidak ada, kenapa seseorang harus berbuat baik atau melakukan dosa? "Jika saya tidak takut akan hukuman yang berat, jadi kenapa saya harus bermoral," pikir Michael.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Michael akhirnya meninggalkan Yudaisme dan beralih belajar kekristenan. Agama ini juga membuat Michael mundur karena konsep trinitas dalam kristen yaitu bapak, putera dan roh kudus. Ia berpendapat, bagaimana bisa Kristen mengklaik percaya hanya pada satu Tuhan, jika menganut konsep trinitas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Michael juga menganggap sejarah Yesus dalam Kristen aneh dan tak masuk akal. Dalam doktrin Kristen, Yesus adalah anak Tuhan yang harus dibunuh untuk menyelamatkan manusia dari "dosa asal" yang dilakukan Nabi Adam. Dalam Kristen, Yesus mati untuk menebus dosa-dosa manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Doktrin itu membuat Michael berpikir bahwa dalam agama Kristen seluruh umat manusia itu dilahirkan sebagai pendosa, yang melakukan perbuatan yang salah. Itu artinya, seorang bayi yang baru dilahirkan sudah berdosa karena melakukan hal-hal yang salah. "Doktrin yang aneh. Karena dosa satu orang, maka semua manusia harus menderita. Pesan moral apa yang disampaikan oleh doktrin semacam itu? Pemikiran seperti ini tidak masuk logika saya," ujar Michael.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Michael lalu mempelajari Islam. Ia menemukan bahwa Islam berarti patuh dan berserah diri. Prinsip dalam Islam adalah Tuhan yang Esa, salat lima waktu sebagai wujud ketaatan pada Tuhan, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadhan dan pergi haji jika mampu secara finansial. Konsep yang buat Michael tidak terlalu sulit untuk dipahami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang Michael pelajari tentang Islam tidak ada yang bertentangan dengan logikanya, termasuk kitab suci al-Quran dengan keajaiban-keajaiban yang mengagumkan dan ajaran-ajaran yang tak lekang oleh waktu. Michael menemukan fakta-fakta ilmiah yang sudah dijelaskan dalam kitab suci al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sekian banyak hal yang Michael pelajari tentang Islam lewat buku-buku dan riset. Satu hal yang paling membuatnya tertarik adalah kata "Islam" yang dijadikan nama agama Islam disebut beberapa kali dalam al-Quran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Dari studi-studi yang sudah saya lakukan sebelumnya, saya tidak menemukan satu kalipun kata 'Yudaisme' ditemukan dalam Kitab Perjanjian Lama atau kata 'Kekristenan' dalam Kitab Perjanjian Baru. Saya heran mengapa saya tidak menemukan dua kata itu dalam dua kitab tersebut!" tukas Michael.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia lalu berpikir lebih dalam menemukan jawabannya. Kata Judaism bisa dipisah menjadi "Juda-ism". Begitu juga dengan Christianity bisa dipenggal menjadi "Chris-ianity". Siapakah Juda? Juda adalah salah satu pemimpin suku Yahudi. Jadi nama agama Judaisme diambil dari nama orang. Hal yang sama buat Kekristenan yang diambil dari kata Christ nama untuk Yesus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Michael akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa Christianity dan Judaism tidak disebut-sebut dalam kitab suci karena kedua nama itu datangnya dari manusia dan bukan dari Tuhan. Sedangkan Islam adalah nama agama yang datangnya dari Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Oleh sebab itu ajaran Kristen dan Yudaisme tidak kredibel. Setidaknya dari perspektif saya, kedua ajaran tersebut tidak murni, tidak logis dan tidak lengkap," kata Michael.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia melanjutkan,"Islam adalah satu-satunya nama agama yang disebut-sebut dalam al-Quran. Ini punya arti yang besar buat saya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Saya sadar, bahwa saya harus mengikuti ajaran Islam. Kemudian saya memilih menjadi seorang Muslim. Saya telah menemukan kebenaran. Saya sudah keluar dari kegelapan dan menemukan cahaya ... cahaya Islam," tandas Michael. (ln/readingislam/iol)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : www.eramsulim.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-4074250812846036?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/4074250812846036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=4074250812846036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/4074250812846036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/4074250812846036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2009/02/michael-kebenaran-itu-hanya-ditemukan.html' title='Michael: Kebenaran Itu Hanya Ditemukan Dalam Islam'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-3064144254810251785</id><published>2008-12-19T01:13:00.003+07:00</published><updated>2008-12-19T01:38:22.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Penentuan Kalender Hijriah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Suatu ketika Umar bin Khottob ra mendapatkan sebuah cek bertuliskan dari fulan kepada fulan lain yang berutang bahwa waktu pelunasannya di bulan Sya’ban. Umar berkata,”Sya’ban yang mana? Apakah Sya’ban tahun ini atau tahun sebelumnya atau tahun depan? Kemudian beliau mengumpulkan para sahabat untuk diajak bermusyawarah menentukan sebuah penanggalan agar manusia dapat mengetahui waktu pelunasan utang-utang mereka serta perkara-perkara lainnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada yang menginginkan agar penanggalannya seperti penanggalan raja-raja Parsia—setiap kali dari mereka ada yang meninggal maka mereka menentukan penanggalan lagi dari penguasa setelahnya—namun Umar tidak menyukainya. Ada pula yang mengusulkan ,”Buatlah penanggalan seperti penanggalan Romawi dari zaman Askandar bin Pilips al Maqduniy.” Namun Umar pun tidak menyukainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada yang mengatakan,”Buatlah penanggalan dari hari kelahiran Rasulullah saw.” Ada yang mengatakan,”..dari waktu diutusnya saw.” Ali bin Abi Thalib dan yang lainnya menyarankan agar penanggalan dimulai sejak waktu hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah dikarenakan hal itu lebih dikenal oleh setiap orang. Hijrah beliau saw lebih diketahui daripada waktu kelahiran dan diutusnya saw menjadi Rasul.” Maka umar dan para sahabat menerima usulan ini dan memerintahkan agar penanggalan dimulai dari waktu Hijrah Rasulullah saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka memulai penanggalannya pada awal tahun itu yaitu bulan Muharram, menurut Imam Malik. Sedangkan diceritakan dari as Suhaily dan yang lainnya bahwa awal tahun diambil dari Robiul Awal saat kedatangan Rasulullah saw ke Madinah. Adapun jumhur ulama berpendapat bahwa awal tahun itu adalah Muharram dan ia adalah awal tahun arab. (Bidayah wa Nihayah juz III hal 213, juz VII hal 78 – 79)&lt;br /&gt;As Suhaili menyebutkan bahwa para sahabat memulai penanggalan dengan hijrah Rasulullah saw dari firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya,”Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya.” (QS. At Taubah : 108)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana diketahui bahwa hari itu tentulah bukan hari pertama. Namun dia disandarkan kepada sesuatu yang tersembunyi yaitu awal waktu dimana islam menjadi agung, didalamnya terdapat penyembahan Nabi saw kepada Tuhannya maka dimulailah pembangunan masjid dan para sahabat menyepakati bahwa hari itu adalah awal penanggalan. Kita memahami dari apa yang dilakukan para sahabat bahwa firman Allah swt,”sejak hari pertama.” adalah awal penanggalan islam, demikian katanya. Dan yang langsung bisa difahami dari makna,”sejak hari pertama.”adalah masuknya Nabi saw dan para sahabat ke Madinah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abdul Aziz dari ayahnya dari Sahl bin Sa’ad berkata,”Mereka tidaklah memulai perhitungan dari diutusnya Nabi saw, tidak juga dari meninggalnya saw. Tidaklah mereka memulai perhitungannya kecuali dari datangnya beliau saw ke Madinah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam riwayat al Hakim dari jalan az Zubeir dari Abdul Aziz bahwa manusia telah melakukan kesalahan didalam perhitungan. Mereka tidak menghitungnya dari diutusnya saw, tidak dari kedatangannya saw namun mereka menghitungnya dari wafatnya saw. Al Hakim mengatakan,”Ini keliru.” Kemudian dia membetulkan dengan lafazh,”Tidak dari wafatnya. Sesungguhnya mereka menghitung dari kedatangan Rasulullah saw ke Madinah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang dimaksud didalam kata ”kedatangannya.” bukanlah waktu kedatangannya saw, bukan pula bulan kedatangannya saw karena penanggalan ditentukan sejak awal tahun. Sebagian mereka menentukan awalnya dari saat hijrah. Disebutkan pula bahwa permasalahan mereka adalah kemungkinan memulai penaggalan dari empat hal : kelahirannya saw, diutusnya saw, hijrahnya saw dan wafatnya saw dan akhirnya mereka menjadikan hijrahnya saw sebagai penanggalannya. Hal ini dikarenakan waktu kelahiran dan diutusnya saw tidak terbebas dari perselisihan didalam menentukan tahunnya. Adapun waktu wafatnya saw mereka menolaknya karena mereka akan diingatkan kejadian yang menyedihkan tersebut, untuk itu mereka memilih hijrahnya saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun penanggalan dari Robiul Awal menjadi Muharram dikarenakan munculnya tekad untuk berhijrah itu sudah sejak bulan Muharram ketika baiat terjadi disaat Dzulhijah dan ini adalah permulaan hijrah. Dan hilal yang muncul pertama setelah baiat dan tekad untuk berhijrah adalah hilal bulan Muharram maka tepat untuk dijadikan sebagai permulaan penanggalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Hajar menyebutkan saat mereka berselisih didalam penentuan penanggalan itu, Umar mengatakan, ”Hijrahlah yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan maka mulailah penanggalan darinya.” Dan peristiwa ini terjadi ditahun 17 H.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia juga menyebutkan tatkala para sahabat bersepakat dengan hijrahnya Rasulullah saw sebagaai penanggalan lalu ada yang mengusukan, ”Mulailah dari bulan Ramadhan.” Maka Umar mengatakan, ”Akan tetapi.. mulailah dari bulan Muharam karena ia adalah bulan haram dan dia adalal awal tahun keberangkatan manusia untuk pergi berhaji dan para sahabat pun setuju.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada juga yang menyebutkan bahwa yang pertama kali menentukan penanggalan adalah Ya’la bin Umayyah tatkala berada di Yaman sebagaimana riwayat dari Ahmad bin Hambal dengan sanad yang shahih namun ada yang putus yaitu antara ‘Amr bin Dinar dan Ya’la.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam riwayat Hakim dari Said bin Musayyib disebutkan suasana musyawarah yang terjadi diantara para sahabat dalam penentuan penanggalan itu. Setelah disepakati dimulai dari hijrahnya saw kemudian Umar menanyakan—kepada peserta musyawarah—dari bulan apa kita memulainya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian mengatakan, ”Dari bulan rajab.” Ada yang mengatakan, ”Ramadhan.” Maka Utsman mengatakan, ”Mulailah penanggalan dari bulan Muharram karena ia adalah bulan haram dan dia adalah awal tahun keberangkatan manusia untuk pergi berhaji.” Dia (Hakim) menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi pada tahun 17 H tapi ada juga yang mengatakan tahun 16 H dibulan Robiul Awal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sejumlah data diatas maka yang mengusulkan agar penanggalan dimulai dari bulan Muharam adalah Umar, Utsman dan Ali ra.” (Fathul Bari juz VII hal 300 -302)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah sejarah dimulainya penanggalan di dalam islam yang kemudian menjadi salah satu ciri khas kaum muslimin yang membedakan mereka dari orang-orang Nasrani atau yang lainnya. Namun sangat disayangkan bahwa kebanyakan kaum muslimin saat ini sudah melupakan penanggalan islam dan beralih kepada penanggalan barat (Masehi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak jarang dari umat ini yang tidak tahu atau tidak hafal nama-nama bulan yang ada didalam tahun Hijriyah berbeda ketika ia diminta menyebutkan urutan bulan-bulan Masehi. Padahal bulan-bulan Hijriyah adalah syiar kita kaum muslimin dan ketika kita memasyarakatkannya maka kita telah mendakwahi islam ditengah-tengah mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A’lam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : www.eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-3064144254810251785?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/3064144254810251785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=3064144254810251785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/3064144254810251785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/3064144254810251785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/12/suatu-ketika-umar-bin-khottob-ra.html' title='Penentuan Kalender Hijriah'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-6489282795580580640</id><published>2008-10-05T06:21:00.000+07:00</published><updated>2008-10-05T06:23:23.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Abu Dzar Al-Ghifari Sosok Pejuang Sendirian</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="406"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td height="3" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;p&gt;   &lt;span class="text_1"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bani Ghifar adalah qabilah Arab suku badui yang  tinggal di pegunungan yang jauh dari peradaban orang-orang kota. Lebih-lebih  lagi suku ini terkenal sebagai gerombolan perampok yang senang berperang dan  menumpahkan darah serta pemberani. Bani Ghifar terkenal juga sebagai suku yang  tahan menghadapi penderitaan dan kekurangan serta kelaparan. Latar belakang  tabi'at kesukuan, apakah itu tabiat yang baik ataukah tabi'at yang jelek,  semuanya terkumpul pada diri Abu Dzar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nama lengkapnya yang mashur ialah Jundub bin  Junadah Al Ghifari dan terkenal dengan kuniahnya Abu Dzar. Di suatu hari  tersebar berita di kampung Bani Ghifar, bahwa telah muncul di kota Makkah  seorang yang mengaku sebagai utusan Allah dan mendapat berita dari langit. Serta  merta berita ini sangat mengganggu penasaran Abu Dzar, sehingga dia mengutus  adik kandungnya bernama Unais Al Ghifari untuk mencari berita ke Makkah. Unais  sendiri adalah seorang penyair yang sangat piawai dalam menggubah syair-syair  Arab. Berangkatlah Unais ke Makkah untuk mencari tau apa sesungguhnya yang  terjadi di Makkah berkenaan dengan berita kemunculan utusan Allah itu. Dan  setelah beberapa lama, kembalilah Unais kekampungnya dan melaporkan kepada Abu  Dzar tentang yang dilihat dan didengar di Makkah berkenaan dengan berita  tersebut. Ditanyakan oleh Abu Dzar kepada Unais : “Apa yang telah kamu lakukan  ?”, tanyanya. Unais menjelaskan : “Aku sungguh telah menemui seorang pria yang  menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang jelek”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar bertanya lagi : “Apa yang dikatakan  orang-orang tentangnya ?”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Unais menjawab : “Orang-orang mengatakan, bahwa  dia adalah tukang sya'ir, tukang tenung, dan tukang sihir. Tetapi aku  sesungguhnya telah biasa mendengar omongan tukang tenung, dan tidaklah  omongannya serupa dengan omongan tukang tenung. Dan aku telah membandingkan  omongan darinya dengan omongan para tukang sya'ir, ternyata amat berbeda  omongannya dengan bait-bait sya'ir. Demi Allah, sesungguhnya dia adalah orang  yang benar ucapannya, dan mereka yang mencercanya adalah dusta”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendengar laporan dari Unais itu, Abu Dzar lebih  penasaran lagi untuk bertemu sendiri dengan orang yang berada di Makkah yang  mengaku telah mendapatkan berita dari langit itu. Segeralah dia berkemas untuk  berangkat menuju Makkah, demi menenangkan suara hatinya itu. Dan sesampainya dia  di Makkah, langsung saja menuju Ka'bah dan tinggal padanya sehingga bekal yang  dibawanya habis. Dia sempat bertanya kepada orang-orang Makkah, siapakah  diantara kalian yang dikatakan telah meninggalkan agama nenek moyangnya ?  Orang-orangpun segera menunjukkan kepada Abu Dzar, seorang pria yang ganteng  putih kulitnya dan bersinar wajahnya bak bulan purnama. Abu Dzar memang amat  berhati-hati, dalam kondisi hampir seluruh penduduk Makkah memusuhi dan  menentang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam. Dan orangpun di  Makkah dalam keadaan takut dan kuatir untuk mendekat kepada beliau sallallahu  alaihi wa aalihi wa sallam, karena siapa yang mendekat kepadanya bila dia adalah  dari kalangan budak belian, akan menghadapi hukuman berat dari tuannya. Demikian  pula bila dari kalangan pendatang dan tidak mempunyai qabilah pelindungnya di  Makkah. Demi keadaan yang demikian mencekam, Abu Dzar tidak gegabah berbicara  dengan semua orang dalam hal apa yang sedang dicarinya dan apa yang  diinginkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia hanya menanti dan menanti di Ka'bah, dalam  keadaan semua perbekalannya telah habis. Dia berusaha mengatasi rasa lapar yang  mengganggu perutnya dengan minum air zam-zam dan tidak ada makanan lain selain  itu. Demikian terus suasana penantian itu berlangsung selama tiga puluh hari dan  perut Abu Dzar selama itu tidak kemasukan apa-apa kecuali hanya air zam-zam. Ini  sungguh sebagai karamah air zam-zam, karena nyatanya Abu Dzar badannya serasa  semakin gemuk selama tiga puluh hari itu. Apa sesungguhnya yang dinantinya ?  yang dinantinya hanyalah kesempatan menemui dan berdialog langsung dengan pria  ganteng berwajah bulan purnama itu, untuk mengetahui darinya langsung agama apa  sesungguhnya yang dibawanya. Dia setiap harinya terus menerus mengamati tingkah  laku pria ganteng tersebut dan sikap masyarakatnya yang anti pati  terhadapnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di suatu hari yang cerah, Abu Dazar bernasib  baik. Sedang dia berdiri di salah satu pojok Ka'bah, lewat di hadapan beliau Ali  bin Abi Thalib dan langsung menegurnya, apakah engkau orang pendatang di kota  ini ? Segera saja Abu Dzar menjawabnya : Ya ! Maka Ali bin Abi Thalib menyatakan  kepadanya : Kemarilah ikut ke rumahku. Maka Abu Dzarpun pergi kerumah Ali untuk  dijamu sebagai tamu. Dia tidak tanya kepada tuan rumah dan tuan rumahpun tidak  tanya kepadanya tentang tujuannya datang ke kota Makkah. Dan setelah dijamu, Abu  Dzarpun kembali ke Ka'bah tanpa bercerita panjang dengan tuan rumah. Tapi Ali  bin Abi Thalib melihat pada gurat wajah tamunya, ada sesuatu keperluan yang  sangat dirahasiakannya. Sehingga ketika esok harinya, Ali berjumpa lagi dengan  tamunya di Ka'bah dan segera menanyainya : “Apakah hari ini anda akan kembali ke  kampung ?”. Abu Dzar menjawab dengan tegas : “Belum !”. Mendapat jawaban  demikian, Ali tidak tahan lagi untuk menanyainya : “Apa sesungguhnya urusanmu,  dan apa pula yang mendatangkanmu ke mari ?”. Dan Abu Dzarpun terperangah  mendapat pertanyaan demikian dari satu-satunya orang Quraisy yang telah  menjamunya dan mengakrabkan dirinya dengan tamu asing ini. Tetapi Abu Dzar tidak  lagi merasa asing dengan orang yang menjamunya ini, sehingga mendapat pertanyaan  demikian langsung saja dia balik mengajukan syarat bernada tantangan : “Bila  engkau berjanji akan merahasiakan jawabanku, aku akan menjawab pertanyaanmu”.  Langsung saja Ali menyatakan janjinya : “Aku berjanji untuk menjaga rahasiamu”.  Dan Abu Dzar tidak ragu lagi dengan janji pemuda Quraisy yang terhormat ini,  sehingga dengan setengah berbisik dia menjelaskan kepada Ali : “Telah sampai  kepada kami berita, bahwa telah keluar seorang Nabi”. Mendengar kata-kata Abu  Dzar itu Ali menyambutnya dengan gembira dan menyatakan kepadanya : “Engkau  sungguh benar dengan ucapanmu ?! ikutilah aku kemana aku berjalan dan masuklah  ke rumah yang aku masuki. Dan bila aku melihat bahaya yang mengancammu, maka aku  akan memberi isyarat kepadamu dengan berdiri mendekat ke tembok dan aku  seolah-olah sedang memperbaiki alas kakiku. Dan bila aku lakukan demikian, maka  segera engkau pergi menjauh”. Maka Abu Dzarpun mengikuti Ali kemanapun dia  berjalan, dan dengan tidak mendapati halangan apa-apa, akhirnya dia sampai juga  di hadapan Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dan langsung  menanyakan kepada beliau. Inilah saat yang paling dinanti oleh Abu Dzar dan  ketika Rasulullah menawarkan Islam kepadanya, segera Abu Dzar menyatakan masuk  Islam dituntun Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dengan  mengucapkan dua kalimah syahadat. Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wa  sallam berwasiat kepadanya : “Wahai Aba Dzar, sembunyikanlah keislamanmu ini,  dan pulanglah ke kampungmu !, maka bila engkau mendengar bahwa kami telah  menang, silakan engkau datang kembali untuk bergabung dengan kami”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendengar wasiat tersebut Abu Dzar menegaskan  kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam: “Demi yang Mengutus  engkau dengan kebenaran, sungguh aku akan meneriakkan di kalangan mereka bahwa  aku telah masuk Islam”. Dan Rasulullah mendiamkan tekat Abu Dzar tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Segera saja Abu dzar menuju Masjidil Haram dan di  hadapan Ka'bah banyak berkumpul para tokoh-tokoh kafir Quraisy. Demi melihat  banyaknya orang berkumpul padanya, Abu Dzar berteriak dengan sekeras- keras  suara dengan menyatakan : “Wahai orang-orang Quraisy, aku sesungguhnya telah  bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan aku bersaksi  pula Muhammad itu adalah hamba dan utusan Allah”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendengar omongan itu, para dedengkot kafir  Quraisy marah besar dan mereka berteriak memerintahkan orang-orang di situ :  “Bangkitlah kalian, kejar orang murtad itu”. Maka segera orang-orang mengerumuni  Abu Dzar sembari memukulinya dengan nafsu ingin membunuhnya. Syukurlah waktu itu  masih ada Al Abbas bin Abdul Mutthalib tokoh Bani Hasyim paman Rasulillah yang  disegani kalangan Quraisy. Sehingga Al Abbas berteriak kepada masyarakat yang  sedang beringas memukuli Abu Dzar : “Celakalah kalian, apakah kalian akan  membunuh seorang dari kalangan Bani Ghifar yang kalian harus melalui kampungnya  di jalur perdagangan kalian”. Demi masyarakat mendapat teriakan demikian,  merekapun melepaskan Abu Dzar yang telah babak belur bersimbah darah akibat dari  pengeroyokan itu. Demikianlah Abu Dzar, sosok pria pemberani yang bila meyakini  kebenaran sesuatu perkara, dia tidak akan peduli menyatakan keyakinannya di  hadapan siapapun meskipun harus menghadapi resiko seberat apapun. Dan apa yang  dihadapinya hari ini, tidak menciutkan nyalinya untuk mengulang proklamasi  keimanannya di depan Ka'bah menantang para dedengkot kafir Quraisy. Keesokan  harinya dia mengulangi proklamasi keimanan yang penuh keberanian itu, dan  teriakan syahadatainnya menimbulkan kembali berangnya para tokoh kafir Quraisy.  Sehingga mereka memerintahkan untuk mengeroyok seorang Abu Dzar untuk kedua  kalinya. Dan untuk kedua kalinya ini, Al Abbas berteriak lagi seperti kemarin  dan Abu Dzarpun dilepaskan oleh masa yang sedang mengamuk itu dalam keadaan  babak belur bersimbah darah seperti kemaren.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah dia puas membikin marah orang-orang kafir  Quraisy dengan proklamasi masuk Islamnya, meskipun dia harus beresiko hampir  mati dikeroyok masa. Barulah dia bersemangat melaksanakan wasiat Rasulullah  sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam untuk pulang ke kampungnya di kampung Bani  Ghifar. Abu Dzar pulang ke kampungnya, dan di sana dia rajin menda'wahi  keluarganya. Unais Al Ghifari, adik kandungnya, telah masuk Islam, kemudian  disusul ibu kandungnya yang bernama Ramlah bintu Al Waqi'ah Al Ghifariah juga  masuk Islam. Sehingga separoh Bani Ghifar telah masuk Islam. Adapun separoh yang  lainnya, telah menyatakan bahwa bila Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi  wasallam telah hijrah ke Madinah maka mereka akan masuk Islam. Maka segera saja  mereka berbondong-bondong masuk Islam setelah sampainya berita di kampung mereka  bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam telah hijrah ke Al  Madinah An Nabawiyah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hijrah Ke Al Madinah :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan telah masuk Islamnya seluruh kampung Bani  Ghifar, dan setelah peperangan Bader dan Uhud dan Khandaq, Abu Dzar bergegas  menyiapkan dirinya untuk berhijrah ke Al Madinah dan langsung menemui Rasulullah  sallallahu alaihi wa aalihi wasallam di masjid beliau. Dan sejak itu Abu Dzar  berkhidmat melayani berbagai kepentingan pribadi dan keluarga Rasulullah  sallallahu alaihi wa aalihi wasallam. Dia tinggal di Masjid Nabi dan selalu  mengawal dan mendampingi Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam kemanapun  beliau berjalan. Sehingga Abu Dzar banyak menimba ilmu dari Rasulullah  sallallahu alaihi wa aalihi wasallam. Sehingga Rasulullah sallallahu alaihi wa  aalihi wasallam sangat mencintainya dan selalu mencari Abu dzar di setiap majlis  beliau dan beliau menyesal bila di satu majlis, Abu Dzar tidak hadir padanya.  Sehingga beliau menanyakan, mengapa dia tidak hadir dan ada halangan apa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu dekatnya Abu Dzar dengan Rasulullah  sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, dan begitu sayangnya beliau kepada Abu  Dzar, sehingga disuatu hari pernah Abu Dzar meminta jabatan kepada Rasulullah  sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam. Maka beliau langsung menasehatinya :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(tulis hadisnya di Thabaqat Ibnu Sa'ad 3 /  164)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah, dan  sesungguhnya jabatan itu adalah amanah, dan sesungguhnya jabatan itu akan  menjadi kehinaan dan penyesalan bagi orang yang menerima jabatan itu, kecuali  orang yang mengambil jabatan itu dengan cara yang benar dan dia menunaikan  amanah jabatan itu dengan benar pula”. HR. Ibnu Sa'ad dalam Thabaqatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam  pernah berpesan kepadanya :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(tulis haditsnya di kitab Hilyatul Auliya' 1 /  162)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Wahai Abu Dzar, engkau adalah seorang yang  shaleh, sungguh engkau akan ditimpa berbagai mala petaka sepeninggalku”. Maka  Abu Dzarpun bertanya : Apakah musibah itu sebagai ujian di jalan Allah ?”,  Rasulullahpun menjawab : “Ya, di jalan Allah”. Dengan penuh semangat Abu Dzarpun  menyatakan : “Selamat datang wahai mala petaka yang Allah taqdirkan”. HR. Abu  Nu'aim Al Asfahani dalam kitab Al Hilyah jilid 1 hal. 162.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Asma' bintu Yazid bin As Sakan menceritakan,  bahwa di suatu hari Abu Dzar setelah menjalankan tugas kesehariannya melayani  Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, dia beristirahat di masjid, dan  memang tempat tinggalnya di masjid. Maka masuklah Nabi sallallahu alaihi wa  aalihi wasallam ke masjid dan mendapati Abu Dzar dalam keadaan sedang tiduran  padanya. Maka Rasulullah meremas jari jemari telapak kakinya dengan telapak kaki  beliau, sehingga Abu Dzarpun duduk dengan sempurna. Rasulullah menanyainya :  Tidakkah aku melihat engkau tidur ?. Maka dia menjawab : Dimana lagi aku bisa  tidur, apakah ada rumah bagiku selain masjid ? Maka Rasulullahpun duduk  bersamanya, kemudian beliau bertanya kepadanya : Apa yang akan engkau lakukan  bila engkau diusir dari masjid ini ?. Abu Dzar menjawabnya : Aku akan pindah ke  negeri Syam, karena Syam adalah negeri tempat hijrah, dan negeri hari  kebangkitan di padang mahsyar, dan negeri para Nabi, sehingga aku akan menjadi  penduduk negeri itu. Kemudian Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam bertanya  lagi kepadanya : Bagaimana pula bila engkau diusir dari negeri Syam ? Maka Abu  Dzar menjawab : Aku akan kembali ke Masjid ini dan akan aku jadikan masjid ini  sebagai rumahku dan tempat tinggalku. Kemudian Nabi bertanya lagi : Bagaimana  kalau engkau diusir lagi dari padanya ? Abu Dzar menjawab : Kalau begitu aku  akan mengambil pedangku dan aku akan memerangi pihak yang mengusirku sehingga  aku mati. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam tersenyum kecut  mendengar jawaban Abu Dzar itu dan beliau menyatakan kepadanya : Maukah aku  tunjukkan kepadamu yang lebih baik darinya ? Segera saja Abu Dzar menyatakan :  Tentu, demi bapakku dan ibuku wahai Rasulullah. Maka beliaupun menyatakan  kepadanya : “Engkau ikuti penguasamu, kemana saja dia perintahkan kamu, engkau  pergi kemana saja engkau digiring oleh penguasamu, sehingga engkau menjumpaiku  (yakni menjumpaiku di alam qubur) dalam keadaan mentaati penguasamu itu”. HR.  Ahmad dalam Musnadnya jilid 6 hal. 457.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disamping berbagai wasiat Rasulullah sallallahu  alaihi wa aalihi wasallam tersebut, dirwayatkan pula pujian dari Nabi sallallahu  alaihi wa aalihi wasallam kepada Abu Dzar sebagai berikut ini :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(tulis haditsnya di Thabaqat Ibnu Sa'ad jilid 3  hal. 161).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tidak ada makhluq yang berbicara di kolong  langit yang biru dan yang dipikul oleh bumi, yang lebih benar ucapannya dari Abu  Dzar”. HR. Ibnu Sa'ad dalam Thabaqatnya jilid 3 hal 161, juga diriwayatkan oleh  At Tirmidzi dalam Sunannya, hadits ke 3801 dari Abdullah bin Amer radhiyallahu  ‘anhuma.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar berjuang sendirian :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi wa  aalihi wasallam, Abu Dzar cenderung menyendiri. Tampak benar kesedihan pada  wajahnya. Dia adalah orang yang keras, tegas, pemberani, dan sangat kuat  berpegang dengan segenap ajaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi  wasallam disamping kebenciannya kepada segala bentuk kebid'ahan (yakni segala  penyimpangan dari ajaran Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam). Dia adalah  orang yang penyayang terhadap orang-orang lemah dari kalangan faqir dan miskin.  Karena dia terus-menerus berpegang dengan wasiat Nabi sebagaimana yang beliau  ceritakan : (artinya) “Telah berwasiat kepadaku orang yang amat aku cintai  (Yakni Rsaulullah) dengan tujuh perkara : Beliau memerintahkan aku untuk  mencintai orang-orang miskin dan mendekati mereka, dan beliau memerintahkan aku  untuk selalu melihat keadaan orang yang lebih menderita dariku. Beliau  memerintahkan kepadaku juga untuk aku tidak meminta kepada seseorangpun untuk  mendapatkan keperluanku sedikitpun, dan aku diperintahkan untuk tetap menyambung  silaturrahmi walaupun karib kerabatku itu memboikot aku. Demikian pula aku  diperintahkan untuk mengucapkan kebenaran walaupun serasa pahit untuk diucapkan,  dan aku tidak boleh takut cercaan siapapun dalam menjalankan kebenaran. Aku  dibimbing olehnya untuk selalu mengucapkan la haula wala quwwata illa billah  (yakni tidak ada daya upaya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan bantuan  Allah), karena kalimat ini adalah simpanan perbendaharaan yang diletakkan di  bawah Arsy Allah”. HR. Ahmad dalam Musnadnya jilid 5 hal. 159.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar mempunyai pendapat yang dirasa ganjil  oleh banyak orang yang hidup di zamannya, tetapi mereka tidak bisa membantahnya.  Diriwayatkan oleh Al Ahnaf bin Qais sebuah kejadian yang menunjukkan betapa  berbedanya Abu Dzar dari yang lainnya, kata Al Ahnaf : “Aku pernah masuk kota Al  Madinah di suatu hari. Ketika itu aku sedang duduk di suatu halaqah (ya'ni duduk  bergerombol dengan formasi duduknya melingkar) dengan orang-orang Quraisy.  Tiba-tiba datanglah ke halaqah itu seorang pria yang compang camping bajunya,  badannya kurus kering, dan wajahnya menunjukkan kesengsaraan hidup, dan orang  inipun berdiri di hadapan mereka seraya berkata : Beri kabar gembira bagi  orang-orang yang menyimpan kelebihan hartanya, dengan ancaman adzab Allah berupa  dihimpit batu yang amat panas karena batu itu dibakar diatas api, dan batu  itupun diletakkan di dadanya sehingga sampai tenggelam padanya sehingga batu  panas itu keluar dari pundaknya. Dan juga diletakkan batu panas itu di tulang  pundaknya sehingga keluar di dadanya, demikian terus sehingga batu panas itu  naik turun antara dada dan tulang pundaknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendengar omongan orang ini, hadirin yang ada di  halaqah itu menundukkan kepalanya. Maka aku melihat, tidak ada seorangpun yang  menyapanya dari hadirin yang duduk di halaqah itu. Sehingga orang itupun segera  meninggalkan halaqah tersebut dan duduk menjauh daripadanya . Maka akupun  bertanya kepada yang hadir di halaqah itu : Siapakah dia ini ?, mereka menjawab  : Dia adalah Abu Dzar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demi aku melihat keadaan demikian, akupun  mendatangi tempat dia duduk menyendiri dan akupun duduk dihadapannya dan aku  katakan kepadanya : Aku melihat, mereka yang duduk di halaqah itu tidak suka  dengan apa yang engkau ucapkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzarpun menyatakan : Mereka itu adalah  orang-orang yang tidak mengerti sama sekali. Sesungguhnya kekasihku Abul Qasim  (yakni Nabi Muhammad) sallallahu alaihi wa aalihi wasallam pernah memanggil aku  dan akupun segera memenuhi panggilan beliau. Maka beliaupun menyatakan kepadaku  : Engkau lihat gunung Uhud itu ?!.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku melihat gunung itu dalam keadaan diterpa oleh  sinar matahari pada punggungnya, dan aku menyangka beliau akan menyuruh aku  untuk suatu keperluan padanya. Maka aku menjawab pertanyaan beliau : Aku  melihatnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian beliaupun bersabda : Tidaklah akan  menyenangkan aku kalau seandainya aku punya emas sebesar itu, kecuali bila aku  shodaqahkan semuanya sehingga tidak tersisa daripadanya kecuali tiga dinar  (untuk keperluanku).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Abu Dzar menyatakan : Tetapi kemudian  mereka itu kenyataannya selalu mengumpulkan dunia, mereka tidak mengerti sama  sekali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku katakan kepadanya : Ada apa antara engkau  dengan saudara-saudarmu dari kalangan orang-orang Quraisy. Mengapa engkau tidak  minta bantuan dari mereka sehingga engkau mendapatkan sebagian harta mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar menjawab dengan tegas dan lantang :  Tidak ! Demi Tuhanmu, aku tidak akan meminta dunia sedikitpun kepada mereka dan  aku tidak akan minta fatwa dari mereka tentang agama, sehingga aku mati  bergabung dengan Allah dan RasulNya”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam  Shahihnya hadits ke 1407 - 1408 dan Muslim dalam Shahihnya hadits ke 992 / 34 –  35.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar sangat keras dengan pendiriannya. Dia  berpendapat bahwa menyimpan harta yang lebih dari keperluannya itu adalah haram.  Sedangkan keumuman para Shahabat Nabi berpendapat, bahwa boleh menyimpan harta  dengan syarat bahwa harta itu telah dizakati (yakni dikeluarkan zakatnya).  Bahkan Abu Dzar menjauh dari para Shahabat Nabi sallallahu alaihi wa aalihi  wasallam yang mulai makmur hidupnya karena menjabat jabatan di pemerintahan. Hal  ini diceritakan oleh Abu Buraidah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ketika Abu Musa Al Asy'ari datang ke Madinah,  dia langsung menemui Abu Dzar. Maka Abu Musa berusa merangkul Abu Dzar, padahal  Abu Musa adalah seorang pria yang kurus dan pendek. Sedangkan Abu Dzar adalah  seorang pria yang hitam kulitnya dan lebat rambutnya. Maka ketika Abu Musa  berusaha merangkulnya, dia mengatakan : Menjauhlah engkau dariku !!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Musa mengatakan kepadanya : Marhaban wahai  saudaraku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzarpun menyatakan kepadanya sambil  mendorongnya untuk menjauh darinya : “Aku bukan saudaramu, dulu memang aku  saudaramu sebelum engkau menjabat jabatan di pemerintahan”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya Abu Buraidah menceritakan : Kemudian  setelah itu datanglah Abu Hurairah menemuinya. Juga Abu Hurairah berusaha  merangkulnya dan menyatakan kepadanya : Marhaban wahai saudaraku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar menyatakan kepadanya : Menjauhlah engkau  dariku, apakah engkau menjabat satu jabatan dalam pemerintahan ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Hurairah menjawab : Ya, aku menjabat jabatan  dalam pemerintahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar selanjutnya menanyainya : Apakah engkau  berlomba-lomba membangun bangunan yang tinggi, atau membikin tanah pertanian,  atau hewan piaraan ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Hurairah menjawab : Tidak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka Abu Dzarpun menyatakan kepadanya : Kalau  begitu engkau saudaraku, engkau saudaraku”. Demikian diriwayatkan kisah ini oleh  Ibnu Sa'ad dalam Thabaqatnya jilid 3 halaman 163.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sikap Abu Dzar yang demikian keras, karena amat  kuat berpegang dengan wasiat Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam  kepadanya :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;(tulis haditsnya dalam Thabaqat Ibnu Sa'ad jilid  3 hal. 162)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Orang yang paling dekat diantara kalian dariku  di hari kiamat, adalah yang keadaan hidupnya ketika meninggal dunia, seperti  keadaannya ketika aku meninggalkannya untuk mati”. HR. Ibnu Sa'ad dalam  Thabaqatnya jilid 3 hal. 162.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar keadaannya ketika Rasulullah sallallahu  alaihi wa aalihi wasallam meninggal dunia, ialah sangat melarat. Dia ingin  mempertahankan kondisi melarat itu ketika dia meninggal dunia nanti, karena  ingin mendapatkan posisi yang paling dekat dengan Rasulullah sallallahu alaihi  wa aalihi wasallam di hari kiamat kelak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meninggal dunia di tempat pengasingan :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan sikap hidup yang demikian, Abu Dzar tidak  punya teman dari kalangan sesama para Shahabat Nabi sallallahu alaihi wa aalihi  wasallam. Dia pernah tinggal di negeri Syam di zaman pemerintahan Utsman bin  Affan radhiyallahu anhu. Waktu itu gubernur negeri Syam adalah Mu'awiyah bin Abi  Sufyan radhiyallahu anhu. Maka Mu'awiyah merasa terganggu dengan sikap hidupnya,  sehingga meminta kepada Amirul Mu'minin Utsman bin Affan untuk memanggilnya ke  Madinah kembali. Abu Dzar akhirnya dipanggil kembali ke Madinah oleh Utsman dan  tentu dia segera menta'ati panggilan itu. Sesampainya di Madinah segera saja Abu  Dzar menghadap Amirul Mu'minin Utsman bin Affan. Abu Dzar diberi tahu oleh  Amirul Mu'minin bahwa dia dikehendaki untuk tinggal di Madinah menjadi orang  dekatnya Amirul Mu'minin Utsman. Mendengar penjelasan itu Abu Dzar menegaskan  kepada beliau : “Wahai Amirul Mu'minin, aku tidak senang dengan posisi demikian.  Izinkanlah aku untuk tinggal di daerah perbukitan Rabadzah di luar kota  Madinah”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka Amirul Mu'mininpun mengizinkannya dan  memerintahkan untuk membekali Abu Dzar dengan beberapa ekor ternak dan budak  belian untuk membantunya. Tetapi Abu Dzar menolaknya dengan menyatakan kepada  beliau : “Cukuplah bagi Abu Dzar, beberapa ekor ternak miliknya sendiri”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar segera berangkat ke Rabadzah, dan di  perbukitan tersebut tidak ada manusia yang tinggal di sana. Dia ingin  mengasingkan diri di sana, demi melihat kebanyakan orang merasa terganggu dengan  berbagai ungkapannya dan pendapatnya. Dia tinggal di tempat pengasingannya  dengan anak perempuannya dan budak wanita miliknya yang hitam dan jelek rupa.  Budak wanita itu dibebaskannya kemudian dinikahinya sebagai istri. Abu Dzar  menghabiskan waktunya untuk berdzikir kepada Allah dan membaca Al Qur'an.  Sesekali dia turun ke Madinah karena takut tergolong orang yang kembali menjadi  badui setelah hijrah. Yang demikian itu dilarang oleh Rasulullah sallallahu  alaihi wa aalihi wasallam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di suatu hari ketika Abu Dzar turun ke Al  Madinah, sempat dia berkunjung ke Amirul Mu'minin dan di sana ada Ka'ab dan  Abdullah bin Abbas sedang membicarakan tentang dibagi-baginya harta warisan  Abdurrahman bi A'uf. Maka Amirul Mu'minin bertanya kepada Ka'ab : Wahai Aba  Ishaq, bagaimana menurut pendapatmu bila harta seseorang itu yang telah  ditunaikan zakatnya, apakah akan menjadi mala petaka bagi yang mengumpulkannya.  Maka Ka'ab menjawab : Bila harta itu adalah kelebihan dari harta yang telah  ditunaikan padanya haqnya Allah (yakni zakat), maka yang demikian itu tidak  mengapa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendengar jawaban itu Abu Dzar bangun dari tempat  duduknya dan langsung memukul Ka'ab dengan tongkatnya pada bagian diantara kedua  telinganya sehingga melukainya. Abu Dzar menyatakan kepada Ka'ab : Wahai anaknya  perempuan Yahudi, kamu menganggap tidak ada kewajiban atasnya dalam perkara  hartanya bila dia telah menunaikan zakat atas hartanya. Sedangkan Allah telah  berfirman : (artinya)”Dan mereka lebih mengutamakan saudaranya dari pada dirinya  walaupun menyulitkan dirinya”. S. Al Hasyr 9, juga Allah berfirman :  (artinya)”Mereka kaum Mu'minin itu memberi makan kepada orang miskin, anak yatim  dan orang yang ditawan”. S. Ad Daher (dinamakan juga S. Al Insan) ayat ke 8. Dan  beberapa ayat lainnya dari Al Qur'an yang semakna dengan ayat-ayat tersebut,  yang merupakan dalil-dalil bagi Abu Dzar atas pendapatnya bahwa seseorang itu  dianggap belum menunaikan kewajibannya atas hartanya bila dia belum  menghabiskannya untuk shadaqah, kecuali meninggalkannya untuk keperluan mendesak  bagi keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Melihat kejadian itu, Amirul Mu'minin segera  menegur Abu Dzar : “Takutlah engkau kepada Allah wahai Aba Dzar, tahanlah  tanganmu dari perbuatan itu dan tahanlah lesanmu untuk mengucapkan ucapan  sekeras itu kepada saudaramu”. Juga Amirul Mu'minin meminta kepada Ka'ab untuk  memaafkan Abu Dzar dan tidak menuntut hukum qishas (yakni hukum balas) atas Abu  Dzar dengan tindakannya melukai kepala beliau. Dan Ka'abpun akhirnya  memaafkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar kembali ketempat pengasingannya di  Rabadzah dengan penuh kekecewaan dan kemarahan. Dia semakin senang untuk  menyendiri dan semakin rindu untuk bertemu Allah dan RasulNya. Sampailah  akhirnya dia menderita sakit ditempat pengasingannya. Dia hanya ditemani oleh  anak istrinya di saat-saat akhir hidupnya. Tidak ada orang yang tahu bahwa Abu  Dzar sedang sakit dan menderita dengan sakitnya. Bertambah hari tampak bertambah  berat penyakit yang dideritanya. Dalam kondisi demikian, istrinya menangis  dihadapannya. Abu Dzar menegurnya : “Mengapa engkau menangis ?”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istrinya menjawab : “Aku menangis karena engkau  pasti akan tiada lagi, dalam keadaan aku tidak punya kain kafan untuk membungkus  jenazahmu”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka Abu Dzar menasehati istrinya : “Jangan  engkau menangis, karena aku telah pernah mendengar Rasulullah sallallahu alaihi  wa aalihi wasallam bersabda di suatu hari dan aku ada di samping beliau bersama  sekelompok orang yang lainnya. Beliau bersabda : “Sungguh salah seorang dari  kalian akan meninggal dunia di padang pasir yang akan disaksikan oleh sekelompok  kaum Mu'minin”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Abu Dzar melanjutkan nasehatnya kepada  istrinya : “Ketahuilah olehmu, semua orang yang hadir bersama aku waktu itu di  hadapan Rasulullah, telah mati semua di kampung dan desanya. Dan tidak  tertinggal di dunia ini dari yang hadir itu kecuali aku. Maka sudah pasti yang  akan mati di padang pasir seperti yang dikabarkan oleh beliau itu adalah aku.  Oleh karena itu sekarang engkau lihatlah ke jalan. Engkau pasti nanti akan  melihat apa yang aku katakan. Aku tidaklah berdusta dan aku tidak didustai  dengan berita ini (yakni pasti engkau akan mendapati sekelompok orang yang akan  menyaksikan peristiwa kematianku seperti yang diberitakan oleh Rasulullah)”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istrinya menyatakan kepadanya : “Bagaimana  mungkin akan ada orang yang engkau katakan, sedang musim haji telah lewat  ?!”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Dzar tetap meyakinkan istrinya untuk melihat  ke arah jalan : “Lihatlah jalan !”. Maka istrinya menuruti beliau mengamati  jalanan yang ada didepan Rabadzah. Dan ternyata, ketika si istri sedang  mengamati jalan di depan Rabadzah, apakah ada rombongan yang berlalu padanya,  tiba-tiba dilihat olehnya dari kejauhan serombongan kafilah sedang mendekat ke  arah Rabadhah yang menandakan bahwa mereka akan melewati jalan di depan  Rabadzah. Amat gembira tentunya istri Abu Dzar melihatnya, sehingga rombongan  itupun berhenti didepannya. Orang-orang di rombongan itupun menanyainya : Ada  apa engkau ada di sini ? Maka perempuan itupun menyatakan kepada mereka : “Di  sini ada seorang pria Muslim yang hendak mati, hendaknya kalian mengkafaninya,  semoga Allah membalas kalian dengan pahalaNya”. Maka merekapun menanyainya :  “Siapakah dia ?” Perempuan itu menjawab : “Dia adalah Abu Dzar”. Mendengar  jawaban itu mereka berlarian turun dari kendaraannya masing-masing menuju  gubuknya Abu Dzar. Dan ketika mereka sampai di gubuk itu, mereka mendapati Abu  Dzar sedang terkulai lemas di atas tempat tidurnya. Tapi masih sempat juga Abu  Dzar memberi tahu mereka : “Bergembiralah kalian, karena kalianlah yang  diberitakan Nabi sebagai sekelompok kaum Mu'minin yang menyaksikan saat kematian  Abu Dzar”. Kemudian Abu Dzar menyatakan kepada mereka : “Kalian menyaksikan  bagaimana keadaanku hari ini. Seandainya jubbahku mencukupi sebagai kafanku,  niscaya aku tidak dikafani kecuali dengannya. Aku memohon kepada kalian dengan  nama Allah, hendaklah janganlah ada yang mengkafani jenazahku nanti seorangpun  dari kalian, orang yang pernah menjabat sebagai pejabat pemerintah, atau tokoh  masyarakat, atau utusan pemerintah untuk satu urusan”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semua anggauta rombongan itu adalah orang-orang  yang pernah menjabat berbagai kedudukan itu, kecuali seorang pemuda Anshar, yang  menyatakan kepadanya : “Aku adalah orang yang engkau cari dengan persyaratan  itu. Aku mempunyai dua jubbah dari hasil pintalan ibuku. Satu dari padanya ada  di kantong tas bajuku, sedang yang lainnya ialah baju yang sedang aku pakai  ini”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendengar omongan pemuda Anshar itu Abu Dzar amat  gembira, kemudian dengan serta merta menyatakan kepadanya : “Engkaulah orang  yang aku minta mengkafani jenazahku nanti dengan jubbahmu itu”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan penuh kegembiraan, Abu Dzar menghembuskan  nafas terakhirnya, dan selamat tinggal dunia yang penuh duka dan nestapa ini.  Selamat jalan wahai Abu Dzar untuk menemui Allah dan RasulNya yang amat engkau  rindukan. Beristirahatlah engkau di sana dari berbagai penderitaan dunia ini.  Jenazah Abu Dzar dirawat oleh pemuda Anshar pilihan Abu Dzar, dan segera  dishalati serta dikuburkan oleh rombongan kafilah tersebut di Rabadzah itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;P e n u t u p :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anak istri Abu Dzar akhirnya diungsikan dari  Rabadzah ke Madinah sepeninggalnya. Amirul Mu'minin Utsman bin Affan amat pilu  mendengar peristiwa kematian Abu Dzar. Beliau hanya mampu menanggapi berita  kematian itu dengan mengucapkan : “Semoga Allah merahmati Abu Dzar”. Putri Abu  Dzar dimasukkan oleh Utsman bin Affan dalam keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah perjalanan hidup orang yang sangat  besar ambisinya kepada kenikmatan hidup di akherat dan amat mengecilkan serta  merendahkan dunia. Dia amat konsisten dengan pandangan hidupnya, sampaipun  dibawa mati. Memang tidak mesti orang yang sendirian itu dianggap salah, asalkan  dia menjalani kesendirian itu dengan bimbingan ilmu Al Qur'an dan As Sunnah  dengan pemahaman yang benar, yaitu pemahaman Salafus Shaleh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Duhai, betapa berat untuk istiqamah di atas  kebenaran itu. Di zaman pemerintahan Utsman bin Affan yang penuh limpahan  barokah dan ilmu Al Qur'an dan As Sunnah serta masyarakat yang diliputi oleh  kejujuran dan ketaqwaan, sempat ada orang yang kecewa dengan masyarakat itu,  sehingga memilih hidup menyendiri sampai dijemput mati. Apatah lagi di zaman  ini, masyarakat diliputi oleh kejahilan tentang ilmu Al Qur'an dan Al Hadits.  Masyarakat yang jauh dari ketaqwaan, sehingga para pendustanya amat dipercaya  dan diikuti, sedangkan orang-orang yang jujur justru dianggap pendusta dan  dijauhi. Kalaulah tidak karena pertolongan, petunjuk dan bimbingan Allah,  niscaya kita semua di zaman ini akan binasa dengan kesesatan, kedustaan dan  pengkhianatan serta fitnah yang mendominasi hidup ini. Tapi ampunan dan rahmat  Allah jualah yang kita harapkan untuk mengantarkan kita kepada  keridho'anNya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Daftar Pustaka :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Al Qur'an Al Karim.&lt;br /&gt;2. Fathul Bari Syarah  Shahih Al Bukhari, Ibnu Hajr Al Asqalani.&lt;br /&gt;3. Al Minhaj Fi Syarah Shahih  Muslim bin Al Hajjaj, Al Imam Abu Zakaria An Nawawi.&lt;br /&gt;4. At Thabaqatul Kubra,  Muhammad bin Sa'ad.&lt;br /&gt;5. Hilyatul Awliya' Wa Thabaqatul Ashfiya', Al Hafidl  Abu Nu'aim Al Asfahani.&lt;br /&gt;6 . Siyar A'lamin Nubala', Al Imam Adz Dzahabi. &lt;br /&gt;7. Musnad Imam Ahmad, Al Imam Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani.&lt;br /&gt;8. Sunan At  Tirmidzi, Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah At tirmidzi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Al Ustadz Ja'far Umar Thalib&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-6489282795580580640?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/6489282795580580640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=6489282795580580640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/6489282795580580640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/6489282795580580640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/10/abu-dzar-al-ghifari-sosok-pejuang.html' title='Abu Dzar Al-Ghifari Sosok Pejuang Sendirian'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-2097029626281608971</id><published>2008-09-23T06:53:00.001+07:00</published><updated>2008-09-23T06:56:01.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Buka Puasa Bersama, Tradisi "Konshuluk" Muslim Bulgaria</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;       &lt;!--kolom-1--&gt;                          &lt;span class="tanggal"&gt;Senin, 22 Sep 2008&lt;/span&gt;                &lt;span class="intro2"&gt;Ramadhan, menjadi bulan yang dinanti-nanti Muslim di Bulgaria. Karena pada bulan suci inilah, mereka bisa saling bertemu dan berkumpul lewat acara buka puasa bersama, yang kadang juga mengundang sahabat-sahabat mereka yang non-Muslim.&lt;/span&gt;          &lt;img src="http://beta.eramuslim.com/fckfiles/image/internasional/bulgaria.jpg" alt="" align="left" width="180" /&gt;Ramadhan, menjadi bulan yang dinanti-nanti Muslim di Bulgaria. Karena pada bulan suci inilah, mereka bisa saling bertemu dan berkumpul lewat acara buka puasa bersama, yang kadang juga mengundang sahabat-sahabat mereka yang non-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Muslim yang tinggal di desa-desa di Bulgaria, setiap hari membuat masakan untuk berbuka puasa bersama. Keluarga-keluarga Muslim di selatan desa Chepintsi, adalah salah satu komunitas Muslim yang selalu menggelar acara berbuka puasa bersama yang diselenggarakan di masjid desa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah salah tradisi Ramadhan kami yang indah. Keluarga-keluarga Muslim berlomba-lomba memberikan makanan terbaiknya untuk berbuka puasa bagi saudara-saudara mereka yang berpuasa," kata Mufti Bulgaria, Mustafa Haci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami dengan senang hari memberikan bantuan dana untuk menyediakan makanan berbuka, baik dari anggaran kami maupun dari donasi-donasi negara lain," sambung Haci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama denga mayoritas Muslim dunia lainnya, Muslim Bulgaria memulai hari pertama Ramadhan pada tanggal 1 September kemarin dan hampir setiap hari komunitas Muslim di negara itu menggelar acara buka puasa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak keluarga Muslim yang mengundang kerabat dan tetangga-tetangga mereka untuk berbuka puasa bersama. Ini menunjukkan adanya kehidupan sosial yang harmonis di kalangan Muslim Bulgaria, terutama di bulan suci Ramadhan," kata Sami Fazliiski, seorang mahasiswa dari kota Rudozem, salah satu kota yang banyak warga Muslimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fazliiski, tak jarang keluarga-keluarga Muslim itu juga mengundang tetangga dan sahabat mereka yang non-Muslim dalam acara berbuka puasa bersama dan mereka yang non-Muslim biasanya sangat antusias jika diundang berbuka puasa bersama. Hubungan baik antara warga Muslim dan penganut Kristen di Bulgaria, dikenal dengan istilah "konshuluk".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tamu berdatangan sebelum waktu adzan Maghrib tiba. Mereka saling bertukar cerita tentang aktivitas masing-masing selama bulan Ramadhan. Menjelang berbuka, biasanya ada ceramah pendek yang temanya bervariasi mulai dari pentingnya puasa dan ajaran-ajaran Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Setelah berbuka puasa dan salat Maghrib, kami semua menuju masjid untuk Salat Tarawih," jelas Fazliiski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data resmi negara Bulgaria menyebutkan warga Muslim Bulgaria jumlahnya sekitar 12 persen dari 7,8 juta total penduduk negeri itu. Sedangkan menurut perkiraan Rumah Fatwa Bulgaria, jumlah warga Muslim saat ini sudah mencapai 25 persen dari total jumlah penduduk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-2097029626281608971?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/2097029626281608971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=2097029626281608971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/2097029626281608971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/2097029626281608971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/09/buka-puasa-bersama-tradisi-konshuluk.html' title='Buka Puasa Bersama, Tradisi &quot;Konshuluk&quot; Muslim Bulgaria'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-308805690152432465</id><published>2008-08-28T05:53:00.002+07:00</published><updated>2008-08-28T05:59:19.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Penetapan Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Puasalah kamu kerana melihatnya ( anak bulan ), berbukalah kerana melihatnya. Sekiranya kamu terhalang daripada melihatnya, maka sempurnakanlah bilangan Sya'ban selama 30 hari" [ Bukhari dan Muslim ]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan bulan Ramadhan adalah berdasarkan salah satu daripada 2 perkara berikut :&lt;br /&gt;Pertama : Melihat anak bulan Ramadhan ( Ru'yah al-hilal ) pada malam 30 Sya'ban. ini boleh berlaku apabila seorang saksi yang adil menyatakan kesaksiannya di hadapan qadhi bahawa dia telah melihat anak bulan.&lt;br /&gt;Kedua : Mencukupkan 30 hari bulan Sya'ban. Ini berlaku apabila susah melihat anak bulan disebabkan awan tebal ataupun saksi adil tidak datang menyatakan bahawa dia telah melihat anak bulan. Ketika itu disempurnakan bulan Sya'ban 30 hari kerana itu adalah asal keadaan selagimana tidak datang perkara lain yang bertentangan dengannya.&lt;br /&gt;Daripada Ibnu Abbad ra katanya, seorang Arab Badwi datang menemui Rasulullah saw lalu berkata :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku telah melihat anak bulan Ramadhan. Sabda Baginda : "Apakah kamu menyaksikan bahawa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah?" Katanya : "Ya". Tanya Baginda : "Apakah kamu menyaksikan bahawa Muhammad itu utusan Allah?" Jawabnya : "Ya". Sabda Baginda : "Wahai Bilal, isytiharkan kepada orang ramai hendaklah mereka berpuasa pada esok hari". ( Disahihkan oleh Ibnu Hibban di dalam Mawarid az-Zham'an (870) dan Al-Hakim (1/424).&lt;br /&gt;Dengan ini, apabila anak bulan kelihatan di suatu negeri , maka penduduk negeri  yang berada di negeri yang melihat anak bulan itu wajib berpuasa.&lt;br /&gt;Ukuran jarak jauh dan dekat adalah berdasarkan kepada perbedaan matla' ( tempat terbit anak bulan ).&lt;br /&gt;Berdasarkan sebuah hadits lain yang panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (1087 ), para ulama mengatakan :&lt;br /&gt;Apabila puasa tidak diwajibkan terhadap penduduk negeri yang jauh lalu seseorang penduduk negeri yang telah melihat anak bulan bermusafir ke negeri tersebut, maka hendaklah dia berpuasa bersama mereka di akhir bulan walaupun dia telah menyempurnakan puasa selama 30 hari. Ini kerana disebabkan perpindahannya ke negeri tersebut, dia dianggap salah seorang dari mereka. Dengan itu dia mesti mengikut hukum mereka.&lt;br /&gt;Sesiapa yang bermusafir dari negeri yang tidak melihat anak bulan ke negeri yang melihat anak bulan, dia hendaklah berbuka ( berhari raya ) bersama mereka sama ada dia telah berpuasa 28 hari ( disebabkan Ramadhan pada penduduk setempat hanya 29 hari ) ataupun dia berpuasa 29 hari ( kerana Ramadhan di sisi mereka sempurna 30 hari ). Walaubagaimanapun, jika dia berpuasa selama 28 hari sahaja, hendaklah dia mengqadhakan puasanya selama sehari kerana satu bulan bukanlah 28 hari.&lt;br /&gt;Sesiapa yang pada waktu paginya berada di negeri yang merayakan hari raya, lalu bermusafir negeri yang jauh dan penduduknya masih berpuasa, wajib baginya menahan dirinya untuknya hari tersebut sebagai mengikuti penduduk negeri tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-308805690152432465?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/308805690152432465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=308805690152432465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/308805690152432465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/308805690152432465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/08/penetapan-bulan-ramadhan.html' title='Penetapan Bulan Ramadhan'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-7814923059466080413</id><published>2008-08-28T05:25:00.002+07:00</published><updated>2008-08-28T05:30:16.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://cupitebet.blogspot.com/2008/08/sejarah-singkat-imam-syafii.html"&gt;Sejarah Singkat Imam Syafi'i&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   Nama dan Nasab&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau , yaitu Hasyim bin al-Muththalib.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi‘, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah saw. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa Imam Syafi‘i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya tersebut dan ketersambungannya dengan nasab Nabi, kemudian mereka membantah pendapat-pendapat sekelompok orang dari kalangan Malikiyah dan Hanafiyah yang menyatakan bahwa Imam Syafi‘i bukanlah asli keturunan Quraysy secara nasab, tetapi hanya keturunan secara wala’ saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ibu beliau, terdapat perbedaan pendapat tentang jati dirinya. Beberapa pendapat mengatakan dia masih keturunan al-Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, sedangkan yang lain menyebutkan seorang wanita dari kabilah Azadiyah yang memiliki kun-yah Ummu Habibah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ibu Imam Syafi‘i adalah seorang wanita yang tekun beribadah dan memiliki kecerdasan yang tinggi. Dia seorang yang faqih dalam urusan agama dan memiliki kemampuan melakukan istinbath.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Waktu dan Tempat Kelahirannya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Beliau dilahirkan pada tahun 150H. Pada tahun itu pula, Abu Hanifah wafat sehingga dikomentari oleh al-Hakim sebagai isyarat bahwa beliau adalah pengganti Abu Hanifah dalam bidang yang ditekuninya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Tentang tempat kelahirannya, banyak riwayat yang menyebutkan beberapa tempat yang berbeda. Akan tetapi, yang termasyhur dan disepakati oleh ahli sejarah adalah kota Ghazzah (Sebuah kota yang terletak di perbatasan wilayah Syam ke arah Mesir. Tepatnya di sebelah Selatan Palestina. Jaraknya dengan kota Asqalan sekitar dua farsakh). Tempat lain yang disebut-sebut adalah kota Asqalan dan Yaman.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Ibnu Hajar memberikan penjelasan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat digabungkan dengan dikatakan bahwa beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Ketika berumur dua tahun, beliau dibawa ibunya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu yang keturunan Yaman karena sang ibu berasal dari kabilah Azdiyah (dari Yaman). Lalu ketika berumur 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah, karena sang ibu khawatir nasabnya yang mulia lenyap dan terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhannya dan Pengembaraannya Mencari Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mekkah, Imam Syafi ‘i dan ibunya tinggal di dekat Syi‘bu al-Khaif. Di sana, sang ibu mengirimnya belajar kepada seorang guru. Sebenarnya ibunya tidak mampu untuk membiayainya, tetapi sang guru ternyata rela tidak dibayar setelah melihat kecerdasan dan kecepatannya dalam menghafal. Imam Syafi‘i bercerita, “Di al-Kuttab (sekolah tempat menghafal Alquran), saya melihat guru yang mengajar di situ membacakan murid-muridnya ayat Alquran, maka aku ikut menghafalnya. Sampai ketika saya menghafal semua yang dia diktekan, dia berkata kepadaku, “Tidak halal bagiku mengambil upah sedikitpun darimu.” Dan ternyata kemudian dengan segera guru itu mengangkatnya sebagai penggantinya (mengawasi murid-murid lain) jika dia tidak ada. Demikianlah, belum lagi menginjak usia baligh, beliau telah berubah menjadi seorang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rampung menghafal Alquran di al-Kuttab, beliau kemudian beralih ke Masjidil Haram untuk menghadiri majelis-majelis ilmu di sana. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Dan itu terjadi pada saat beliau belum lagi berusia baligh. Sampai dikatakan bahwa beliau telah menghafal Alquran pada saat berusia 7 tahun, lalu membaca dan menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 12 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga tertarik mempelajari ilmu bahasa Arab dan syair-syairnya. Beliau memutuskan untuk tinggal di daerah pedalaman bersama suku Hudzail yang telah terkenal kefasihan dan kemurnian bahasanya, serta syair-syair mereka. Hasilnya, sekembalinya dari sana beliau telah berhasil menguasai kefasihan mereka dan menghafal seluruh syair mereka, serta mengetahui nasab orang-orang Arab, suatu hal yang kemudian banyak dipuji oleh ahli-ahli bahasa Arab yang pernah berjumpa dengannya dan yang hidup sesudahnya. Namun, takdir Allah telah menentukan jalan lain baginya. Setelah mendapatkan nasehat dari dua orang ulama, yaitu Muslim bin Khalid az-Zanji -mufti kota Mekkah-, dan al-Husain bin ‘Ali bin Yazid agar mendalami ilmu fiqih, maka beliau pun tersentuh untuk mendalaminya dan mulailah beliau melakukan pengembaraannya mencari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengawalinya dengan menimbanya dari ulama-ulama kotanya, Mekkah, seperti Muslim bin Khalid, Dawud bin Abdurrahman al-‘Athar, Muhammad bin Ali bin Syafi’ –yang masih terhitung paman jauhnya-, Sufyan bin ‘Uyainah –ahli hadits Mekkah-, Abdurrahman bin Abu Bakar al-Maliki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin ‘Iyadh, dan lain-lain. Di Mekkah ini, beliau mempelajari ilmu fiqih, hadits, lughoh, dan Muwaththa’ Imam Malik. Di samping itu beliau juga mempelajari keterampilan memanah dan menunggang kuda sampai menjadi mahir sebagai realisasi pemahamannya terhadap ayat 60 surat Al-Anfal. Bahkan dikatakan bahwa dari 10 panah yang dilepasnya, 9 di antaranya pasti mengena sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat izin dari para syaikh-nya untuk berfatwa, timbul keinginannya untuk mengembara ke Madinah, Dar as-Sunnah, untuk mengambil ilmu dari para ulamanya. Terlebih lagi di sana ada Imam Malik bin Anas, penyusun al-Muwaththa’ . Maka berangkatlah beliau ke sana menemui sang Imam. Di hadapan Imam Malik, beliau membaca al-Muwaththa’ yang telah dihafalnya di Mekkah, dan hafalannya itu membuat Imam Malik kagum kepadanya. Beliau menjalani mulazamah kepada Imam Malik demi mengambil ilmu darinya sampai sang Imam wafat pada tahun 179. Di samping Imam Malik, beliau juga mengambil ilmu dari ulama Madinah lainnya seperti Ibrahim bin Abu Yahya, ‘Abdul ‘Aziz ad-Darawardi, Athaf bin Khalid, Isma‘il bin Ja‘far, Ibrahim bin Sa‘d dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kembali ke Mekkah, beliau kemudian melanjutkan mencari ilmu ke Yaman. Di sana beliau mengambil ilmu dari Mutharrif bin Mazin dan Hisyam bin Yusuf al-Qadhi, serta yang lain. Namun, berawal dari Yaman inilah beliau mendapat cobaan –satu hal yang selalu dihadapi oleh para ulama, sebelum maupun sesudah beliau-. Di Yaman, nama beliau menjadi tenar karena sejumlah kegiatan dan kegigihannya menegakkan keadilan, dan ketenarannya itu sampai juga ke telinga penduduk Mekkah. Lalu, orang-orang yang tidak senang kepadanya akibat kegiatannya tadi mengadukannya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, Mereka menuduhnya hendak mengobarkan pemberontakan bersama orang-orang dari kalangan Alawiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam sejarah, Imam Syafi‘i hidup pada masa-masa awal pemerintahan Bani ‘Abbasiyah yang berhasil merebut kekuasaan dari Bani Umayyah. Pada masa itu, setiap khalifah dari Bani ‘Abbasiyah hampir selalu menghadapi pemberontakan orang-orang dari kalangan ‘Alawiyah. Kenyataan ini membuat mereka bersikap sangat kejam dalam memadamkan pemberontakan orang-orang ‘Alawiyah yang sebenarnya masih saudara mereka sebagai sesama Bani Hasyim. Dan hal itu menggoreskan rasa sedih yang mendalam pada kaum muslimin secara umum dan pada diri Imam Syafi‘i secara khusus. Dia melihat orang-orang dari Ahlu Bait Nabi menghadapi musibah yang mengenaskan dari penguasa. Maka berbeda dengan sikap ahli fiqih selainnya, beliau pun menampakkan secara terang-terangan rasa cintanya kepada mereka tanpa rasa takut sedikitpun, suatu sikap yang saat itu akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikapnya itu membuatnya dituduh sebagai orang yang bersikap tasyayyu‘, padahal sikapnya sama sekali berbeda dengan tasysyu’ model orang-orang syi‘ah. Bahkan Imam Syafi‘i menolak keras sikap tasysyu’ model mereka itu yang meyakini ketidakabsahan keimaman Abu Bakar, Umar, serta ‘Utsman , dan hanya meyakini keimaman Ali, serta meyakini kemaksuman para imam mereka. Sedangkan kecintaan beliau kepada Ahlu Bait adalah kecintaan yang didasari oleh perintah-perintah yang terdapat dalam Alquran maupun hadits-hadits shahih. Dan kecintaan beliau itu ternyata tidaklah lantas membuatnya dianggap oleh orang-orang syiah sebagai ahli fiqih madzhab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan dusta yang diarahkan kepadanya bahwa dia hendak mengobarkan pemberontakan, membuatnya ditangkap, lalu digelandang ke Baghdad dalam keadaan dibelenggu dengan rantai bersama sejumlah orang-orang ‘Alawiyah. Beliau bersama orang-orang ‘Alawiyah itu dihadapkan ke hadapan Khalifah Harun ar-Rasyid. Khalifah menyuruh bawahannya menyiapkan pedang dan hamparan kulit. Setelah memeriksa mereka seorang demi seorang, ia menyuruh pegawainya memenggal kepala mereka. Ketika sampai pada gilirannya, Imam Syafi‘i berusaha memberikan penjelasan kepada Khalifah. Dengan kecerdasan dan ketenangannya serta pembelaan dari Muhammad bin al-Hasan -ahli fiqih Irak-, beliau berhasil meyakinkan Khalifah tentang ketidakbenaran apa yang dituduhkan kepadanya. Akhirnya beliau meninggalkan majelis Harun ar-Rasyid dalam keadaan bersih dari tuduhan bersekongkol dengan ‘Alawiyah dan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Baghdad, beliau kembali pada kegiatan asalnya, mencari ilmu. Beliau meneliti dan mendalami madzhab Ahlu Ra’yu. Untuk itu beliau berguru dengan mulazamah kepada Muhammad bin al-Hassan. Selain itu, kepada Isma‘il bin ‘Ulayyah dan Abdul Wahhab ats-Tsaqafiy dan lain-lain. Setelah meraih ilmu dari para ulama Irak itu, beliau kembali ke Mekkah pada saat namanya mulai dikenal. Maka mulailah ia mengajar di tempat dahulu ia belajar. Ketika musim haji tiba, ribuan jamaah haji berdatangan ke Mekkah. Mereka yang telah mendengar nama beliau dan ilmunya yang mengagumkan, bersemangat mengikuti pengajarannya sampai akhirnya nama beliau makin dikenal luas. Salah satu di antara mereka adalah Imam Ahmad bin Hanbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad, Imam Abdurrahman bin Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi‘i memintanya untuk menulis sebuah kitab yang berisi khabar-khabar yang maqbul, penjelasan tentang nasikh dan mansukh dari ayat-ayat Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, Ar-Risalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lebih dari 9 tahun mengajar di Mekkah, beliau kembali melakukan perjalanan ke Irak untuk kedua kalinya dalam rangka menolong madzhab Ash-habul Hadits di sana. Beliau mendapat sambutan meriah di Baghdad karena para ulama besar di sana telah menyebut-nyebut namanya. Dengan kedatangannya, kelompok Ash-habul Hadits merasa mendapat angin segar karena sebelumnya mereka merasa didominasi oleh Ahlu Ra’yi. Sampai-sampai dikatakan bahwa ketika beliau datang ke Baghdad, di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah Ahlu Ra ‘yu. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3 halaqah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menetap di Irak selama dua tahun, kemudian pada tahun 197 beliau balik ke Mekkah. Di sana beliau mulai menyebar madzhabnya sendiri. Maka datanglah para penuntut ilmu kepadanya meneguk dari lautan ilmunya. Tetapi beliau hanya berada setahun di Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 198, beliau berangkat lagi ke Irak. Namun, beliau hanya beberapa bulan saja di sana karena telah terjadi perubahan politik. Khalifah al-Makmun telah dikuasai oleh para ulama ahli kalam, dan terjebak dalam pembahasan-pembahas an tentang ilmu kalam. Sementara Imam Syafi‘i adalah orang yang paham betul tentang ilmu kalam. Beliau tahu bagaimana pertentangan ilmu ini dengan manhaj as-salaf ash-shaleh –yang selama ini dipegangnya- di dalam memahami masalah-masalah syariat. Hal itu karena orang-orang ahli kalam menjadikan akal sebagai patokan utama dalam menghadapi setiap masalah, menjadikannya rujukan dalam memahami syariat padahal mereka tahu bahwa akal juga memiliki keterbatasan- keterbatasan. Beliau tahu betul kebencian meraka kepada ulama ahlu hadits. Karena itulah beliau menolak madzhab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah kenyataannya. Provokasi mereka membuat Khalifah mendatangkan banyak musibah kepada para ulama ahlu hadits. Salah satunya adalah yang dikenal sebagai Yaumul Mihnah, ketika dia mengumpulkan para ulama untuk menguji dan memaksa mereka menerima paham Alquran itu makhluk. Akibatnya, banyak ulama yang masuk penjara, bila tidak dibunuh. Salah satu di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Karena perubahan itulah, Imam Syafi‘i kemudian memutuskan pergi ke Mesir. Sebenarnya hati kecilnya menolak pergi ke sana, tetapi akhirnya ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Di Mesir, beliau mendapat sambutan masyarakatnya. Di sana beliau berdakwah, menebar ilmunya, dan menulis sejumlah kitab, termasuk merevisi kitabnya ar-Risalah, sampai akhirnya beliau menemui akhir kehidupannya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteguhannya Membela Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang mengikuti manhaj Ash-habul Hadits, beliau dalam menetapkan suatu masalah terutama masalah aqidah selalu menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai landasan dan sumber hukumnya. Beliau selalu menyebutkan dalil-dalil dari keduanya dan menjadikannya hujjah dalam menghadapi penentangnya, terutama dari kalangan ahli kalam. Beliau berkata, “Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.” Karena komitmennya mengikuti sunnah dan membelanya itu, beliau mendapat gelar Nashir as-Sunnah wa al-Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak atsar tentang ketidaksukaan beliau kepada Ahli Ilmu Kalam, mengingat perbedaan manhaj beliau dengan mereka. Beliau berkata, “Setiap orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan sunnah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya, maka ucapannya hanyalah igauan belaka.” Imam Ahmad berkata, “Bagi Syafi‘i jika telah yakin dengan keshahihan sebuah hadits, maka dia akan menyampaikannya. Dan prilaku yang terbaik adalah dia tidak tertarik sama sekali dengan ilmu kalam, dan lebih tertarik kepada fiqih.” Imam Syafi ‘i berkata, “Tidak ada yang lebih aku benci daripada ilmu kalam dan ahlinya” Al-Mazani berkata, “Merupakan madzhab Imam Syafi‘i membenci kesibukan dalam ilmu kalam. Beliau melarang kami sibuk dalam ilmu kalam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksukaan beliau sampai pada tingkat memberi fatwa bahwa hukum bagi ahli ilmu kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, lalu dinaikkan ke atas punggung unta dan digiring berkeliling di antara kabilah-kabilah dengan mengumumkan bahwa itu adalah hukuman bagi orang yang meninggalkan Alquran dan Sunnah dan memilih ilmu kalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wafatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kesibukannya berdakwah dan menebar ilmu, beliau menderita penyakit bawasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya itu bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rabi menyampaikan bahwa dia bermimpi melihat Imam Syafi‘i, sesudah wafatnya. Dia berkata kepada beliau, “Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu, wahai Abu Abdillah ?” Beliau menjawab, “Allah mendudukkan aku di atas sebuah kursi emas dan menaburkan pada diriku mutiara-mutiara yang halus”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karangan-Karanganny a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun beliau hanya hidup selama setengah abad dan kesibukannya melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu, hal itu tidaklah menghalanginya untuk menulis banyak kitab. Jumlahnya menurut Ibnu Zulaq mencapai 200 bagian, sedangkan menurut al-Marwaziy mencapai 113 kitab tentang tafsir, fiqih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an-Nadim dalam al-Fahrasat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling terkenal di antara kitab-kitabnya adalah al-Umm, yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah, dan ar-Risalah al-Jadidah (yang telah direvisinya) mengenai Alquran dan As-Sunnah serta kedudukannya dalam syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;1. Al-Umm, bagian muqoddimah hal 3-33.&lt;br /&gt;2. Siyar A‘lam an-Nubala’&lt;br /&gt;3. Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi‘, terjemah kitab Manhaj al-Imam Asy-Syafi ‘i fi Itsbat al-‘Aqidah karya DR. Muhammad AW al-Aql terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi‘i, Cirebon.&lt;br /&gt;Sumber: http://www.cupitebet.co.cc/&lt;br /&gt;Sumber asli: http://muslim. or.id/?p= 9&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-7814923059466080413?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/7814923059466080413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=7814923059466080413' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7814923059466080413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7814923059466080413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/08/sejarah-singkat-imam-syafii-nama-dan.html' title=''/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-810744533020898862</id><published>2008-07-14T04:11:00.001+07:00</published><updated>2008-07-14T04:16:40.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Imam Bukhori Dan Buah Karyanya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Shohih Bukhori merupakan karya terbesar dan terpenting di bidang hadits. Inilah jasa dan tinggalan beliau yang agung dan sangat penting bagi izzul Islam wal muslimin. Dan sejak dulu sampai sekarang kitab Shohih Bukhori ini bila dibaca secara berjamaah ada khasiat dan berkahnya, seperti untuk menangkal musibah dan memulihkan keselamatan kembali. Pembacaan kitab Bukhori dengan tujuan ini sampai sekarang masih tetap berlaku. Menyebut nama beliau (Imam Muhammad bin Ismail al Bukhori) saja sudah bisa meminta turunnya rahmat ilahi sebagaimana kata Imam Sya’roni.&lt;br /&gt;Imam Bukhari mempunyai nama asli Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah Al-Ju'fi Al-Bukhari. Karena mempunyai putra tertua yang bernama Abdullah, maka sebagaimana kebiasaan, beliau juga dikenal dengan julukan Abu Abdullah. Sedangkan nama beliau yang masyhur, Bukhari, hal ini dinisbatkan kepada desa tempat kelahiran beliau. Imam Bukhori dilahirkan pada hari Jum'at 13 Syawal 194 H (810 M), di desa Bukhara, Uzbekistan. Walau tak sepopuler anaknya, Ismail ayah Bukhari, termasuk ulama di bidang hadits. Sewaktu menunaikan ibadah haji, Ismail menyempatkan menemui Al-Imam Malik bin Anas, Al-Imam Abdullah bin Al-Mubarak dan lain-lain yang terkenal sebagai ulama ahli hadits pada masanya. Bukhari tak pernah mengenyam pendidikan dari ayahnya, karena dalam usia 5 tahun, ia telah yatim. Sejak kecil, Bukhari dibimbing dan dididik untuk mencintai ilmu, terutama melalui buku-buku peninggalan ayahnya sendiri. Disamping bersekolah sebagaimana anak muslim lainnya, di rumah ia menjadi kutu buku, berkat bimbingan ibunya. Di usia 10 tahun, Muhammad Bukhori yang ditopang kecerdasan dan daya ingat yang diatas rata-rata anak yang lain, mulai menghafal dan menganalisa hadits dengan antusias. Beberapa tahun kemudian, ia merasa kurang dengan sekedar berguru di desa dan menggali buku peninggalan ayahnya. Untuk mengurangi rasa penasarannya dan keinginan yang kuat untuk menambah ilmu, Muhammad Bukhori mulai mendatangi tokoh-tokoh ahli hadits di sekitar desanya. Dalam usia 16 tahun, nama Muhammad bin Ismail Al Bukhori mulai dikenal khususnya di kalangan ulama hadits sebagai pemuda yang cerdas. Saat itu ia telah banyak menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an (menurut sumber lain menghafal seluruhnya) dan menghafal beberapa buku hadits yang ditulis oleh Al- Imam Abdullah bin Al-Mubarak dan Al-Imam Waki', yang terkenal sebagai ahli hadits pada masa itu. Pada tahun 210H (menurut riwayat lain 216H), Muhammad Bukhori diajak ibunya untuk pergi haji. Ia menyambut gembira ajakan ini, karena apa yang selama ini ia idam-idamkan, yaitu berkelana mencari para ulama ahli hadits akan menjadi kenyataan dengan kepergiannya ke Mekkah. Saat musim haji tiba, Muhammad beserta saudaranya, Ahmad, berangkat menuju Mekkah. Kepergiannya kali ini dapat dikatakan awal perjalanan pengembaraannya mencari hadits. Dan seperti yang telah diduga sebelumnya, ketika Ahmad dan ibunya kembali, Muhammad memilih untuk menetap lebih lama di Mekkah. Selama tinggal di Mekkah, Muhammad berguru kepada para ulama ahli hadits pada masa itu, seperti Al-Walid, Al-Azraqi, Ismail bin Salim dan lain-lain. Tak lama kemudian ia mengunjungi kota Madinah, untuk menemui para anak cucu sahabat Nabi SAW. Selama bermukim di Madinah setahun, ia sempat menulis dua buku yang berjudul Qadhaya Ash-Shahabah wa At-Tabi'in dan At-Tariikh Al-Kabiir. Kedua buku itu ditulis saat ia berusia 18 tahun, dan keduanya merupakan karya pertama dari penulis yang cukup produktif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari Mekkah dan Madinah, akhirnya Muhammad memulai pengembaraan panjangnya menemui para ulama hadits. Pada masa itu, pencarian hadits hingga ke kota bahkan negara lain telah dilakukan oleh para ulama, tapi Muhammad tercatat sebagai orang pertama yang lawatan dan pencariannya terluas. Syam, Baghdad, Wshit, Basrah, Kufah, Meir, Maru, Asqalan, Rei, Maisabur, Himsha, Khurasan dan masih banyak lagi daerah lain yang sempat dikunjunginya. Pengembaraan panjang yang terkadang hilir mudik ini, memakan waktu selama 16 tahun. Lebih dari seribu ahli hadits sempat ditemuinya, dan sekaligus menjadi guru dan perawi hadits yang dihimpunnya. Dari jumlah tersebut, dapat diklasifikasikan menjadi 5 kelompok, dan hampir kesemuanya termasuk ulama dan juga ahli hadits. Selama masa perlawatan, Muhammad sempat menulis beberapa buku, khususnya mengenai permasalahan hadits yang disenanginya sejak kecil. Diantara buah tangannya adalah : Al-Adab Al-Mufrad, Ra'fu Al-Yadain fii As-Shalah, Birru Al-Walidain, At-Taariikh Al-Ausat, Ad-Dhuafa', Al-Asyribah, Al-Hibah, dan lain-lain. Dan dari sekian banyak karyanya, Al-Jami As-Shahihlah yang melambungkan nama Imam Bukhari. Setelah melewati masa pengembaraan selama 16 tahun, Imam Bukhari berhasil menghimpun sekitar 600.000 hadits yang diperolehnya dari puluhan negeri dan ribuan guru. Setelah diadakan penyeleksian, menurut perhitungan Ibnu Shalah dan Imam Nawawi, terjaring 7.275 hadits yang dianggap shahih. Jumlah ini termasuk pengulangan, sedangkan bila tanpa pengulangan tercatat sekitar 4.000 hadits. Menurut perhitungan Al-Imam Al-Hafidz adalah sebanyak 7.397 hadits, sedang bila tanpa pengulangan sebanyak 2.602 hadits. Ada juga ulama lain yang berbeda pendapat dari jumlah diatas. Sedang bila melihat kitab Shahih Bukhari terbitan Dahlan, Bandung, yang urutan haditsnya diberi nomor, kesemuanya berjumlah 7.108 hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Imam Bukhari berkata : "Kutulis kitab ini dari 1.080 orang yang kesemuanya ahli hadits, dan kesemuanya mengatakan bahwa iman itu adalah kata dan perbuatan yang dapat bertambah dan berkurang. Kalau aku hendak menuliskan sebuah hadits di dalam kitab Shahih, maka sebelum memegang pena, aku mandi terlebih dahulu dan sholat 2 rakaat sebagai perwujudan rasa syukur kehadirat ilahi." Pada masa berikutnya muncul ulama yang mensyarah (menerangkan maksud, memperjelas dan mengomentari) hadits yang termaktub di dalam kitab Shahih Bukhari. Hingga kini lebih dari 100 syarah telah disusun oleh para ulama. Dari sekian banyak syarah, yang terkenal diantaranya adalah : Fathu Al-Baari, oleh Syihabuddin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Hajar Al-'Asqalani (wafat tahun 853 H). Irsyadu As-Saari, oleh Ahmad bin Muhammad Al-Mishri Al-Qashthalani (wafat tahun 923 H). 'Umdatu Al-Qaari, oleh Al-'Aini (wafat 855 H). At-Tawsyih, oleh Jalaluddin As-Suyuthi dan lain-lain. Dari semua kitab syarah yang ada, Fathu Al-Baari lah yang paling bagus, hingga digelari dengan "Raja Syarah Bukhari". Selain syarah, masih terdapat beberapa kitab yang men-ta'liq (memberi komentar/penjelasan pada bagian-bagian tertentu). Dan ada juga yang meringkas atau yang biasa disebut dengan mukhtashar, seperti :&lt;br /&gt;At-Tajridu As-Shahih, oleh Al-Husain bin Al- Mubarak (wafat tahun 631 H), At-Tajridu As-Shahih, oleh Ahmad bin Ahmad bin Abdul Latif Asy-Syiraji Az-Zabidi (wafat 983 H), dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira seabad setelah kitab Shahih Bukhari tersusun, muncullah segelintir ulama hadits yang mengkritik isi kitab tersebut. Diantaranya Al-Daaraqutni (wafat 385 H), Abu Ali Al-Ghassani (wafat 365 H), dan lain-lain. Kritikan para ulama ini (yang tertuju tidak lebih dari 100 hadits) dari sudut pandang ilmu-ilmu hadits, yang menurut mereka, terdapat juga di dalamnya (Shahih Bukhari) hadits yang dhoif. Namun 3 abad setelah kritikan diatas, justru muncullah ulama hadits yang membela dan membantah kritikan ulama sebelumnya. Bahkan Ibnu Shalah (wafat 643 H) mengomentari kitab Shahih Bukhari sebagai afshah al-kutub ba'da Al-Qur'an (kitab yang paling shahih /otentik setelah Al- Qur'an). Pendapat ini juga didukung oleh ulama setelahnya, seperti Imam Nawawi (wafat 852 H), Ibnu Hajar (wafat 852 H) dan lain-lain yang akhirnya menjadi kesepakatan jumhur ulama Ahlus Sunnah. Pada perkembangan selanjutnya, muncul bantahan atas kritik yang pernah ditujukan terhadap kitab Shahih Bukhari. Namun bersamaan dengan itu, muncul pula kritikan baru, baik dari para orientalis maupun umat Islam sendiri, seperti : Muhammad Al-Ghazali (bukan Imam Ghozali pengarang kitab Ihya, pen), Ahmad Amin, dan lain-lain. Yang perlu dicermati, terdapat perbedaan yang cukup mendasar antara kritik ulama terdahulu dengan yang datang kemudian. Ulama terdahulu mengkritik dengan mengacu kepada ilmu-ilmu hadits, sedangkan pengkritik setelahnya dan terutama akhir-akhir ini, hanya berdasarkan logika atau juga akal mereka masing-masing. Diakui ataupun tidak, baik secara langsung maupun tidak, sedikit banyak mereka terpengaruh dengan para orientalis atau pola pikir mereka. Terhadap kritikan ulama terdahulu pun, yang mengkritik sesuai dengan ilmu-ilmu hadits, menurut penyelidikan ulama sesudahnya tidak terbukti. Karena mereka mengembalikan dan mencocokkan kembali terhadap hadits-hadits yang dikritik. Mereka berkesimpulan bahwa seluruh hadits yang terdapat di kitab Shahih Bukhari semuanya adalah shahih. Dan satu hal lagi yang perlu kita ingat, kepopuleran Shahih Bukhari bukan muncul begitu saja dan sejak semula, tapi justru setelah mendapat kritik. Dengan kata lain, julukan yang akhirnya menjadi kesepakatan jumhur ulama hadits ini, lahir setelah mendapat pengujian dan pengujian lagi. Dan tentu saja setelah terbukti kritikan yang diarahkan kepadanya adalah tak berdasar, atau juga tidak tepat. Dalam masalah ini, H. Ali Mustafa Yaqub didalam bukunya mengutip keterangan Imam Nawawi yang berkata : "Kritikan Daaraqutni dan yang lainnya itu hanyalah berdasarkan kritikan-kritikan yang ditetapkan oleh sejumlah ahli hadits yang justru dinilai lemah sekali ditinjau dari ilmu hadits." Satu hal terpenting dalam urusan hadits adalah rawi atau periwayat suatu hadits. Dari puluhan ribu hadits Rasulullah SAW yang sampai pada kita, kesemuanya melalui rawi berantai hingga kepada Nabi SAW. Pada umumnya, seluruh sahabat menerima hadits dari Nabi SAW, namun berfariasi dalam jumlah. Hal ini dikarenakan sebagian dari mereka ada yang tinggal di desa, ada yang sering berniaga/bepergian, ada yang selalu meluangkan waktu di masjid dan lain-lain. Yang perlu kita ingat juga, hadits-hadits yang ada terbanyak diterima para sahabat dari ucapan atau tindakan Nabi yang disampaikan di berbagai tempat dan situasi. Sedang hadits yang diterima dalam suatu majlis resmi seperti khutbah Jum'at, 'id dan sejenisnya adalah tergolong sedikit. Kesemua alasan diatas membuat mereka bervariasi dalam menerima jumlah hadits. Selain itu terdapat juga faktor-faktor tertentu yang membuat seseorang sahabat mendengar banyak hadits, diantaranya adalah : lebih dahulu masuk Islam, selalu menyertai Nabi, erat hubungannya dengan Nabi, kuat hafalannya, berusia lanjut sepeninggal Nabi, hingga mendengar juga hadits dari para sahabat dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak Sahabat, yang terbanyak dalam meriwayatkan hadits adalah :&lt;br /&gt;1. Abu Hurairah (19 SH - 59 H). Beliau meriwayatkan sebanyak 5.374 hadits, namun menurut penyelidikan terakhir, jumlah yang benar hanya 1.236. Sedang jumlah hingga lebih dari 5.000, termasuk jumlah jalur periwayatannya. Dari seluruh hadits yang diriwayatkannya, Imam Bukhari hanya mengambil 419 hadits (7,7% bila diyakini beliau meriwayatkan 5.374). Sedangkan prosentase hadits di kitab Shahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah adalah sekitar 6%.&lt;br /&gt;2. Abdullah Ibnu Umar (10 SH - 73 H). Beliau meriwayatkan sebanyak 2.630 hadits, dan diambil oleh Imam Bukhari sebanyak 249 hadits (9,4%).&lt;br /&gt;3. Anas bin Malik (10 SH - 93 H). Beliau meriwayatkan 2.286 hadits, sedangkan yang diambil oleh Imam Bukhari sebanyak 248 hadits (10%).&lt;br /&gt;4. Aisyah (9 SH - 58 H). Beliau meriwayatkan 2.210 hadits, 248 diantaranya diriwayatkan oleh Imam Bukhari.&lt;br /&gt;5. Abdullah Ibnu Abbas (3 SH - 68 H). Beliau meriwayatkan 1.660 hadits, sedangkan yang dirawatakan oleh Imam Bukhari sebanyak 195 (11,7%).&lt;br /&gt;6. Jabir bin Abdullah (6 SH - 78 H). Beliau meriwayatkan 1.540 hadits, sedangkan yang dirawatakan oleh Imam Bukhari sebanyak 86 hadits (5,5%).&lt;br /&gt;7. Abu Sa'id Al-Khudri (12 SH - 74 H). Beliau meriwayatkan 1.170 hadits, sedangkan yang dirawatakan oleh Imam Bukhari sebanyak 59 hadits (5%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh nama diatas, memang terkenal sebagai periwayat terbanyak, termasuk di dalamnya Shahih Bukhari. Sedangkan nama-nama yang lainnya yang juga diambil periwayatannya oleh Imam Bukhari diantaranya : Sayyidina Abu Bakar : 17 hadits, Sayyidina Umar : 60 hadits, Sayyidina Utsman : 11 hadits, Sayyidina Ali : 29 hadits, Abdullah Ibnu Mas'ud : 85 hadits, Abu Musa Al-Asy'ari : 53 hadits, Al-Barraa' Ibnu 'Azib : 38 hadits, Imaran Ibnu Hushain : 12 hadits, Hudzaifah bin Al-Yaman : 20 hadits, Abu Dzar Al-Ghifari : 14 hadits, Sa'ad bin Abi Waqqash : 20 hadits, Asma' binti Abu Bakar : 28 hadits, Ummu Salamah : 16 hadits, Maimunah binti Al-Harits : 11 hadits dan nama-nama lainnya yang jumlahnya mencapai ratusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat Nabi SAW tergolong sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadits. Begitu juga para ulama pengambil hadits. Mengenai hal ini diriwayatkan, bahwa Imam Bukhari pernah menempuh jarak ratusan mil untuk menemui seorang perawi hadits. Saat tiba di lokasi, ternyata si perawi sedang sibuk mengejar seekor kudanya. Orang itu mendekati kudanya sambil membawa sebuah ember seolah ingin memberi makan, padahal ember itu kosong dari makanan. Melihat pemandangan ini, Imam Bukhari membatalkan niatnya untuk mengambil hadits dari orang itu. Ia beranggapan, bila terhadap binatang saja ia berlaku tidak jujur, dia pun bisa berlaku yang sama dalam meriwayatkan hadits. Masalah kehati-hatian dalam meriwayatkan hadits, tergambar dalam ucapan Anas bin Malik yang setiap meriwayatkan sebuah hadits, beliau berucap, "Au kamaa qaala" (yang artinya "atau sebagaimana yang disabdakan"). Hal ini karena kekhawatiran berbeda lafadz dengan apa yang disabdakan oleh Nabi SAW. Zaid bin Arqam setelah berusia lanjut, apabila ditanya tentang suatu hadits, beliau menjawab, "Kami telah tua dan banyak lupa, sedangkan menerangkan hadits adalah tugas yang sangat berat." Asy-Sya'by berkata, "Saya pernah duduk setahun lamanya di majlis Ibnu Umar, namun tak satu hadits pun yang kudengar darinya." Sedang mengenai Abu Hurairah yang melazimi Nabi hanya 3 tahun, namun meriwayatkan terbanyak, beliau berucap, "Aku menerima banyak hadits, karena aku senantiasa berada disamping Rasulullah SAW. Aku tidak berdagang, tidak bertani dan seluruh waktuku kupergunakan untuk menghafal hadits." Mengenai daya ingat para Sahabat dan khususnya Abu Hurairah ini sangat makruf di dalam sejarah. Bahkan diriwayatkan, bahwa beliau mendapat doa khusus dari Rasulullah agar kuat hafalannya. Gubernur Marwan pernah menguji hafalan Abu Hurairah. Beliau dipanggil dan disuruh menyampaikan hadits, sementara sekretaris Marwan menulis seluruh hadits yang disampaikannya. Setahun kemudian, beliau dipanggil lagi untuk menyampaikan apa yang pernah disampaikannya tentang hadits. Sekretaris Marwan bersembunyi sambil mencocokkan apa yang pernah ditulisnya setahun yang lalu. Dan ternyata tak satu pun hadits yang terlewati, atau juga yang salah. Kekuatan hafalan ini juga dimiliki oleh Imam Bukhari. Sewaktu beliau datang ke Baghdad, para ahli hadits disana ingin mengujinya dengan memutar-balikkan perawi dari 100 hadits. Setelah mereka selesai mengacaukan perawi-perawi 100 hadits tersebut, Imam Bukhari mampu merangkai kembali dan menunjukkan kesalahan mereka satu per satu hingga selesai 100 hadits. Imam Bukhari yang setiap malam bulan Ramadhan menyelesaikan 1/3 Al-Qur'an dan tiga hari katam sekali dan setiap khatam lalu berdoa dan sabdanya setiap satu khataman aku berdo’a dan dikabulkan. Beliau juga berkata : “Aku ingin bertemu dengan Allah (mati) dalam keaadaan bebas dari segala tuntutan, maka aku tidak pernah membicarakan kejelekan orang lain. Beliau wafat pada malam 1 Syawal 256 H (870 M), di Khartanak, Samarqand. Semoga Allah SWT meridhoi beliau, dan melimpahkan barakahnya kepada kita semua. Aaamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Sejarah Singkat Imam Bukhari dan Karyanya Shohih Bukhori, Habib Muhsin bin Muhammad Aljufri &amp;amp; Habib Abdurrahman Alhaddad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :  http://www.almihrab.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-810744533020898862?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/810744533020898862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=810744533020898862' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/810744533020898862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/810744533020898862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/07/imam-bukhori-dan-buah-karyanya.html' title='Imam Bukhori Dan Buah Karyanya'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-2062101442417188257</id><published>2008-07-13T01:50:00.001+07:00</published><updated>2008-07-13T01:52:06.805+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Islam pilihan terakhir Aquil</title><content type='html'>&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/11TL.gif" _base_target="_top" border="0" height="15" width="15" /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Al Shahida&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/muallaf/Aquil.jpg" alt="image" name="image" _base_target="_top" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;'Tatkala kecil ia dimasukkan ke 'Sunday School'. Tapi ia berhenti karena bosan. Mencoba menjadi pengunjung gereja Anglikan, lagi-lagi ia kecewa. Lalu mencoba dengan Kristen spiritual, di situ ia tadak menemukan apa apa. Aquil mencoba mengikuti ritual Budha, secara fisik ia merasakan goncangan namun jiwanya masih merasa kosong. Lewat kebaikan Ibraim teman sekerjanya, serta melalui research dan dari bacaan literatur ISLAM, akhirnya Aquil menemukan Islam sebagai pilihan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bulan Suci Ramadhan adalah sesuatu yang ingin saya alami sebelum saya memutuskan memeluk agama Islam” ujarnya. Ia mengatakannya di acara buka bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sis ini titipan dari Lina, lumayan buat buka puasa," Aquil menyerahkan satu baki penganan manis. "Istri saya mengalah, tinggal di rumah, nemani anak kami berbuka puasa," begitu Aquil mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanyakan bagaimana rasanya menjalankan ibadah shaum. "Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan yang kelima, insya Allah," ujarnya dengan rasa bangga dan bahagia. Aquil, adalah bule Inggris yang hadir pada acara buka bersama di pengajian di Islington London Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu teman-teman pengajian lainnya, ia lanjut bercerita bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ia nantikan dan ia ingin melakukan shaum, dan ia sangat menikmatinya, tambahnya lagi. Ternyata ia telah melakukan 2 kali puasa pada 2 ramadhan walau ia belum memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melakukan shaum dua kali sebelum saya mengikarkan syahadat pada tanggal 2 Juli 2003. Jadi saya sudah melakukan shaum dan saya merasakan dan tahu seperti apa indahnya berpuasa," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kamu bisa melakukan  puasa sedang kamu engga biasa melakukannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila seseorang ingin mengerjakan sesuatu dengan keyakinan dan penuh semangat, maka apapun bisa terjadi. Saya sangat menanti bulan suci ramadhan. “If one wants to do something with conviction and true spirit, then anything is possible and I look forward to the Holy month each year," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya telah mendapatkan banyak pelajaran dari bulan ini. Ramadhan telah banyak memberi barakah berupa kabahagiaan yang sukar digambarkan," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aquil mengatakan bahwa baginya Islam telah membuatnya bisa memaknai dan arti hidup yang sesungguhnya. "KeIslaman saya bertambah meningkat dan telah banyak memberi manfaat buat diri saya baik secara fisik dan mental' tambahnya begitu yakin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hari ini Aquil masih meyembunyikan nama aslinya. Pria yang bekerja di perusahaan kereta bawah tanah atau London Underground sering meminta tak menertawakan perihal pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Please don't lough sister…" pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sering saya tersenyum mendengar permintaannya. Apa salahnya bekerja di London Underground?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan kian menarik dengannya kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi memang repot dan berat ya sis, di saat kita memutuskan untuk pindah agama. Saya betul betul dihantui oleh perasaan takut. Takut kehilangan keluarga dan saudara, teman dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bakal terjadi kalau saya pindah agama, apa kata teman-temanku..? Hal ini terus menggelayut dikepala saya, sis. Ada rasa bingung dan ragu. Tapi lantas saya menyadari…kenapa kita sibuk dan repot memikirkan apa kata orang ? Seakan kita cuma mau menyenangkan dan mencari ridho manusia, kalau begitu saya belum yakin. Ah, saya kira itu wajar karena kehidupan kita berada dilingkungan manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hal-hal sekelumit keluhannya. Namun, sampai hari ini, brother Aquil, begitu saya sering memanggilnya terus mempelajari Islam baik lewat bacaan, diskusi dengan teman Muslimnya sampai suatu hari ia memutuskan untuk bersyahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang benar. Setelah ia memeluk Islam, banyak teman-teman dekatnya menjauhkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya memang kehilangan teman dan sahabat setelah saya nyatakan bahwa saya masuk Islam. Saya sempat bersedih, namun tidak lama. Ada pepatah mengatakan "Yang pergi dan datang silih berganti". Teman dan sahabatku memang pergi meninggalkan saya. Namun Allah maha Adil dan Pengasih yang pergi tergantikan oleh yang terbaik. Ini terbuktikan. Ternyata teman dan sahabat Muslim saya jauh lebih baik. Persahabatan dan kebaikan mereka murni karena Allah, bukan karena kepentingan lainnya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan kami terputus karena teman-teman pengajian mulai berdatangan dan pengajianpun dimulai. Mereka semua duduk bersimpuh, di ruang yang begitu sempit. Duduk berdesakan. Kadang antar kaki beradu, saat mereka ingin meregangkan kaki mereka. Maklum mereka belum terbiasa duduk berlama-lama dilantai . Aquil berjanji untuk melanjutkan cerita dan perjalanannya menuju Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pra Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aquil dulunya bekerja di Angkatan Udara Britania atau Royal Air Force. Salah satu koleganya kala itu adalah Muslim. Ia cukup dekat dan akrab. Mereke sering terlibat banyak diskusi dan perdebatan politik atau kejadian-kejadian terkini. Bahkan terlibat diskusi tentang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sinilah saya berkenalan dengan agama Islam, saya tidak tahu dan berfikir kalau agama ini akan memberikan banyak pengaruh besar pada kehidupan saya, " kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, ia sedang mengambil diploma kursus councelling di mana diantara peserta adalah dua Muslimah. Salah satu diantara mereka mengenakan jilbab dan satunya lagi tidak. Saat itu Aquil begitu sinis dan tidak suka melihat perempuan berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aquil dibesarkan dengan tradisi Kristen yang kental. Sejak kecil ia diwajibkan sekolah mingguan pada hari Minggu (semacam Madrasah untuk Islam) oleh bapak dan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu hanya berjalan sebentar. Ia mengaku tidak mendapatkan manfaat apa-apa dan merasa bosan. Sejak itu ia behenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini terus berjalan sampai besar. Di saat sudah bekerja di Angkatan Udara ia merasa tak pernah nyaman datang ke gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kunjungan saya yang terakhir ke gereja adalah saaat saya ditempatkan di RAF Beson di Oxfordshire."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastur yang kebetulan berkulit putih kala itu, membuat sebuah selorohan (gurau) kepada para jemaah yang kebetulan sudah jelas tidak berkulit putih. Ia merasa betul-betul menjijikan. Sejak itu saya tidak pernah lagi kesana. Kapok!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari, sang pastur bertanya kepadanya kenapa ia jarang terlihat ke gereja. "Saya pergi ke gereja lainnya, jawabnya. Ia berkesimpulan bahwa gereja itu bukan rumah Tuhan yang menghidupkan hati atau ruh dimana dirinya berharap bisa mendapatkan kedamaian dan ketenangan. Sejak insiden itu, ia malah datang ke gereja hanya untuk upacara perkawinan atau acara penguburan (funeral).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gereja satu ke gereja lain. Itulah pekerjaannya. Ia akhirnya terlibat kelompok Kristen spiritual. Kunjungan pertamanya ke gereja itu dirasa sangat menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingat merasakan ketakutan yang luar biasa. Bayangkan saya sudah bisa jadi perantara, tukang tenung dan bahkan sudah bisa menyembuhkan orang sakit. Satu hal yang menarik pada kelompok ini adalah anggotanya boleh dari berbagai latar belakang, warna dan bahkan agama. Kira-kira begitu asumsi saya saat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingat betapa campur aduknya antara lagu-lagu pujian dan doa-doa Tuhan Kristus dan lainnya, bahkan ritual-ritual yang seakan kita berbicara dengan roh… saya bertambah frustrasi dengan acara-acara ritual yang mereka lakukan dibanding dengan gereja yang sebelumnya saya kunjungi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia keluar juga atas ketidaknyamanan itu. Sampailah suatu ketika ia aktif masuk Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sempat duduk bersama mereka dan melakukan secara keseluruhan kegiatan ritual agama ini. Sangat menarik! Ritual-ritual itu telah menghadirkan getaran-getaran yang indah pada seluruh fisik saya namun hal ini tidak memberikan pengaruh apa-apa. Betul-betul tidak ada apa-apanya. Jujur saja hal itu betul- betul nonsen untuk pribadi saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Oktober 2000, ketika ia berkerja di London Underground di sanalah Aquil berjumpa dengan Ibrahim, yang kemudian menjadi mentornya. Ibrahim pula yang membimbingnya memulai dalam perjalanan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, terkadang saya senyum sendiri. Penuh penyesalan di kala saya mengenang masa lalu. Betapa jahiliyah nya saya dan rasa-rasanya tak ada satupun mahluk yang bisa menghentikan saya untuk menghentiakan kebiasaan minum alkohol yang membuat kita sangat tergantung dan kecanduan dengannya," katanya mengenang masa lalunya sebelum beralih pada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal saya tahu besoknya saya bakalan hangover (sakit kepala &amp;amp; mual karena minum alkohol berlebihan), tidak bisa bangun, makan dan mengerjakan sesuatu, tapi mengapa tidak pernah kapok dan saya lakukan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Entahlah.. ternyata Allah bisa menghentikan semua ini. Dengan pelan pelan saya menghentikan kebiasan minum alkohol. Dimulai dengan mengurangi jumlah yang saya minum. Misalnya dari empat 4 pints (kurang dari ½ lt/1 gelas besar) saya kurangi menjadi 2 pints semalamnya dan akhirny saya berhenti secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebuah perubahan besar terjadi pada diri saya. Luar bisa memang dan saya merasakan perbedaannya. Saya sekarang jauh lebih fit baik secara fisik dan mental. Soal babi dan bacon, kebetulan saya sendiri dari dulunya tidak pernah suka dengan makanan jenis ini. Saya merasa mual setelah memakan makanan ini. Kalau saja saya tahu akan kebenaran pada waktu itu, maka tangan Allah-lah yang telah menunjukan jalan yang sangat penuh misteri untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bersyukur ke khadirat Allah SWT .. kini saya telah resmi memeluk agama Islam setelah melewati jalan yang cukup berliku dan cukup lama.. begitulah Allah telah menakdirkan saya," ujar Aquil menyampaikan rasa syukurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebesaran Allah pula, ia kini diberi seorang istri, seorang muallaf, Lin, yang sebelumnya penganut Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berdua sama-sama baru dalam menjalankan agama Islam dan sama-sama diselimut oleh semangat yang menggelora serta gairah yang cukup tinggi dalam menjalani Islam sepenuhnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat pengajian yang sangat saya cintai dari teman-teman Melayu baik yang Singpaore, Malaysia dan Indonesia dan lainnya, terasa sekali ukhuwah yang mendalam, rasa kebersamaan dan persaudaraan (brotherhood) yang ikhlas yang tidak pernah saya dapatkan dulu kini bisa saya dapatkan disini. Semua ini saya dapatkan hanya dalam Islam ini. Allah Maha Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Saya, tak hentinya menyampaikan rasa syukur ke khadirat Ilahi yang telah menuntun dan memberikan jalan yang akhirnya saya temukan yakni Islam. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa saya dimasa lalu. Entahlah, nikmat mana lagi yang hendak kami ingkari’. [&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber asli :  http://www.hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" scrollamount="3" direction="left" width="100%" height="350"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/convert-KDL-01b.jpg" _base_target="_top" height="350" hspace="2" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/convert-KDL-02-16b.jpg" _base_target="_top" height="350" hspace="2" /&gt; &lt;/marquee&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-2062101442417188257?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/2062101442417188257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=2062101442417188257' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/2062101442417188257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/2062101442417188257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/07/islam-pilihan-terakhir-aquil.html' title='Islam pilihan terakhir Aquil'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-8316355241937390966</id><published>2008-07-02T06:36:00.000+07:00</published><updated>2008-07-02T06:38:28.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Gadis Berjilbab Itu Jadi Bintang Tim Sepakbola Perempuan Denmark</title><content type='html'>&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/islam/muslim_den-Zainab-01.jpg" alt="image" name="image" _base_target="_top" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Zainab al-Khatib, muslimah asal Denmark, bisa jadi satu-satunya pemain sepakbola perempuan berjilbab saat ini. Kehadirannya seperti oase di tengah situasi yang masih menghangat akibat kasus pelecehan Rasulullah Saw oleh sejumlah media massa Denmark. Zainab baru-baru ini terpilih untuk memperkuat tim nasional kebelasan sepakbola perempuan Denmark, setelah Danish Football Association (DBU) memberi izin Zainab tetap mengenakan jilbabnya saat berlaga di lapangan hijau. Dan izin itu tidak hanya berlaku di Denmark, tapi juga untuk seluruh wilayah Eropa, jika Zainab memperkuat timnya di luar wilayah Denmark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihaian Zainab menggiring bola dan mencetak gol-gol yang spektakuler mengundang decak kagum. Tak heran kalau gadis berjilbab itu kini menjadi pusat perhatian para penggemar bola di Denmark. "Saya sangat senang saya bisa menjadi teladan di Denmark, " kata Zainab yang memulai karir sepakbolanya tiga tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berhasil mencetak gol dan membawa kemenangan gemilang bagi timnya saat melawan tim Swedia belum lama ini. "Zainab memiliki kepribadian yang kuat, perilakunya selalu positif dan memberikan inspirasi baik di dalam maupun diluar lapangan, " kata pelatih Zainab, Troel Mansa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia adalah salah satu pemain terbaik saya. Saya senang bisa menjadi pelatihnya, " puji Mansa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab yang masih berusia 15 tahun itu, kini menempati posisi sebagai penyerang dalam timnya. Ia baru mengenakan jilbab setahun yang lalu. Ibundanyalah yang menolong Zainab mendisain jilbab yang nyaman dipakai saat ia bermain sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia memang seorang Muslim yang taat, dan kami layak mendukungnya untuk meraih impiannya dalam bidang olahraga. Saya bangga, Zainab bisa membuktikan bahwa mengenakan jilbab bukan berarti ia kehilangan haknya untuk menekuni olahraga, " kata Ibrahim al-Khatib, ayah Zainab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatih Zainab, Manas juga mengatakan bahwa jilbab Zainab tidak pernah menjadi kendala. "Kami hanya menaruh minat pada ketrampilan dan kepribadiannya. Saya tidak pernah mendengar ada pemain atau pelatih yang mengungkapkan keberatan tentang jilbabnya, " tukas Manas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab mengakui bahwa teman-teman satu timnya sangat memberikan dukungan padanya. "Mereka menerima saya, dan saya tidak mengalami hambatan apapun. Waktu tim kami melawan tim Swedia, beberapa pemain tercengang melihat jilbab saya, tapi tak satupun yang menyatakan keberatan, " kata Zainab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab menganggap masalah jilbab seharusnya tidak perlu diributkan."Saya merasa senang, bisa menyeimbangkan kewajiban agama dengan hobi saya, " sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, ia ingin menunjukkan bahwa warga Muslim Denmark ingin berbaur dengan seluruh lapisan masyarakat. "Saya melihat diri saya sendiri sebagai seorang Muslim Denmark yang secara efektif memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangga bisa menjadi wakil negara ini di luar negeri, " tukas gadis keturunan Palestina yang juga aktif di lembaga sosial Islam di kotanya, Odense dan bercita-cita jadi dokter ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab beruntung bisa bebas mengenakan jilbabnya tanpa harus kehilangan kesempatan berprestasi di bidang olahraga yang digemarinya. Pasalnya, beberapa muslimah berjilbab tidak seberuntung Zainab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Maret 2007, International Football Association Board (IFAB) menyatakan jilbab dilarang dalam permainan sepakbola, setelah seorang muslimah berjilbab Kanada dikeluarkan dari tim sepakbolanya karena mengenakan jilbab. Kemudian, pada Januari 2008, seorang muslimah siswa menengah di AS yang juga atlet lari, dikeluarkan dari kompetisi juga karena mengenakan jilbab. Pada November 2007, seorang anak perempuan berusia 11 tahun, dilarang ikut turnamen nasional Yudo di Kanada, karena ia mengenakan jilbab. (ln/iol/eramuslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-8316355241937390966?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/8316355241937390966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=8316355241937390966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/8316355241937390966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/8316355241937390966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/07/gadis-berjilbab-itu-jadi-bintang-tim.html' title='Gadis Berjilbab Itu Jadi Bintang Tim Sepakbola Perempuan Denmark'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-8932853192464400241</id><published>2008-06-15T19:42:00.000+07:00</published><updated>2008-06-15T19:45:08.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Wanted, Die Or Live!</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="right"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="capt" style="float: left; width: 100px;"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_islam/Habib_Rizieg-03s.jpg" hspace="1" vspace="2" width="100" /&gt;&lt;br /&gt;Proses Hukum Diskriminatif, Habib Rizieq Syihab Cabut BAP&lt;/p&gt;&lt;img src="http://i29.tinypic.com/b84bwn.jpg" align="right" hspace="5" width="150" /&gt;Kasus rusuh Monas, Ahad (1/6) lalu masih menyisakan banyak pertanyaan. Berbagai media massa sekuler, baik itu media cetak maupun teve, tidak lagi terlihat getol memberitakannya. Ini disebabkan pemerintah akhirnya mengeluarkan SKB Tiga Menteri yang memerintahkan agar kelompok sesat Ahmadiyah berhenti melakukan semua kegiatannya (9/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tudingan biang keladi rusuh Monas yang tadinya banyak diarahkan ke FPI pun kini sudah tidak lagi demikian. Banyak tokoh masyarakat maupun pejabat negara yang berbalik menuding AKKBB sebagai pihak yang harus bertanggungjawab. Kapolri Jenderal Soetanto sendiri dalam sebuah kesempatan di depan anggota DPR menyatakan dengan tegas jika rusuh Monas bisa terjadi karena ulah AKKBB sendiri yang menyalahi janji tentang rute aksi demo dan melakukan provokasi kepada massa umat Islam di Monas. “AKKBB sendiri yang cari-cari masalah!” tandas Kapolri (12/6). &lt;img src="http://swaramuslim.com/images/emoticons/foto2.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, pengusutan atas kasus rusuh Monas yang dilakukan oleh pihak kepolisian terasa sekali berat sebelah alias tidak memenuhi asas keadilan. Ketua FPI Habib Rizieq yang tidak tahu apa-apa, tidak berada di TKP dan tidak memerintahkan penyerangan, ditangkap dan ditahan. Namun tokoh-tokoh AKKBB sampai hari ini masih saja bebas melenggang dalam kebebasan. Jika polisi adil tentu tokoh-tokoh AKKBB juga harus diseret dan dipenjarakan seperti Habib Rizieq. Apalagi organisasi bernama AKKBB merupakan organisasi yang tidak tercatat keberadaannya di Departemen Dalam Negeri alias organisasi ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang harusnya ditelusuri pihak kepolisian dalam kasus rusuh Monas adalah seorang pria berkostum AKKBB, berada di tengah-tengah massa AKKBB, yang membawa-bawa senjata api dalam aksi unjuk rasa tersebut. Lelaki ini harus dikejar, dijadikan buronan (DPO), dicekal tidak boleh keluar negeri, untuk diseret ke proses hukum karena melakukan perbuatan yang jelas-jelas melanggar hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu, dalam milis-milis di dunia maya, foto lelaki tersebut beredar. Wajahnya jelas dan pistol yang dibawanya pun jelas. Dengan bekal ini seharusnya polisi mampu mengejarnya. Jika perlu polisi harus menyebarkan gambar tersebut, menggambar ulang wajah tersebut dan menyebarkannya ke semua tempat-tempat umum di Indonesia. Gambar-gambar ini harus ditempel di stasiun kereta api, bandara udara, terminal, halte bus, rumah-rumah makan, pelabuhan, kantor-kantor, pangkalan ojek, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mudah, harusnya polisi menyeret dahulu tokoh-tokoh AKKBB untuk bertanggungjawab atas aksi demonya kemarin tersebut, sama seperti cara pengusutan polisi terhadap tersangka kasus terorisme. Karena orang yang bawa-bawa senjata api dalam aksi demo yang diklaimnya “aksi damai” sama saja dengan teroris yang berbahaya. Kita tunggu saja polisi mengejarnya, atau jika perlu, umat Islam akan mencarinya sendiri? Die or Live. (rz/eramuslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Wanted, Die Or Live!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i30.tinypic.com/1z1e9oj.jpg" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="box"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses Hukum Diskriminatif, Habib Rizieq Syihab Cabut BAP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i25.tinypic.com/24nfiaa.jpg" align="right" hspace="5" width="150" /&gt;Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menilai proses hukum insiden Monas sangat diskriminatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini pihak kepolisian hanya mengejar para anggota FPI yang diduga ikut melakukan tindak kekerasan terhadap kelompok AKKBB, tapi mengabaikan pelanggaran-pelanggaran yang juga dilakukan kelompok AKKBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Habib Rizieq juga menyatakan bahwa penahanan terhadap dirinya tidak fair dan tidak memenuhi rasa keadilan. Untuk itu, ia menyatakan akan mencabut seluruh isi BAP yang telah ditandatanganinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu ditegaskan dalam Surat Pernyataan Habib Rizieq tertanggal 10 Juni 2008. Berikut salinannya Surat Pernyataan Habib Rizieq yang didapat Eramuslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;Surat Pernyataan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Saya, Hb. Muhammad Rizieq Syihab dengan ini menyatakan KEBERATAN untuk memberi keterangan tambahan bahkan saya MENCABUT seluruh isi BAP yang sudah saya tandatangani sebelumnya, dengan alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i25.tinypic.com/33ng85f.jpg" align="right" hspace="5" width="150" /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Proses Hukum terhadap diri saya dan para aktivis FPI berlangsung tidak fair, tidak transparan dan tidak memenuhi rasa keadilan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Penahanan terhadap diri saya adalah KEZALIMAN, karena saya selama ini sudah sangat kooperatif dengan kepolisian, antara lain;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li type="a"&gt;Saya ikut mencari Munarman dan tersangka lainnya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;Saya datang ke Polda Metro Jaya dengan kesadaran sendiri, tanpa PANGGILAN apalagi PENANGKAPAN.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;Saya ikut membantu kelancaran tugas kepolisian dengan meminta semua aktivis FPI agar tidak menghalangi polisi dalam menggeledah, memeriksa dan menangkap.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;Saya telah memberi keterangan yang diperlukan dalam BAP yang sudah saya tandatangani.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tuduhan terhadap diri saya adalah MENGADA-ADA karena tidak ada yang memenuhi unsur, antara lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li type="a"&gt;uduhan Pasal 170 junto 55, padahal saya tidak ada di lokasi kejadian dan tidak pernah menyuruh, dan tidak ada satu pun bukti atau saksi yang menyatakan seperti itu.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;Tuduhan Pasal 156, padahal pernyataan saya tentang KESESATAN AHMADIYAH sesuai dengan ajaran AL-QUR'AN dan AL-HADIST serta sejalan dengan fatwa MUI, bahkan merupakan penegakan Perpres No.1 tahun 1965 dan KUHP Pasal 156a tentang PENISTAAN AGAMA.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;Tuduhan Pasal 221, padahal saya tidak pernah menyembunyikan siapa pun.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;Tuduhan Pasal 351, padahal saya tidak pernah merusak apa pun dan menganiaya siapa pun, karena memang saya tidak ada di tempat kejadian.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Proses hukum INSIDEN MONAS sangat DISKRIMINATIF, buktinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i32.tinypic.com/2dma2di.jpg" align="right" hspace="5" width="150" /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li type="a"&gt;Kepolisian sangat sigap dan cepat mencari, menggeledah, menangkap dan memeriksa para tersangka dari FPI, bahkan hingga hari ini penggeledahan rumah-rumah aktivis FPI masih berlanjut.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;Dalam pemeriksaan, pihak kepolisian selalu mengarahkan para tersangka sebagai ANGGOTA FPI, padahal saat insiden Monas mereka sebagai anggota KOMANDO LASKAR ISLAM (KLI), sesuai pengakuan mereka sendiri dan PENGAKUAN PANGLIMANYA.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;7 (tujuh) anggota KLI yang ditahan telah dengan sengaja diperiksa sebagai saksi saya tanpa didampingi PENGACARA, dan mereka ditekan serta diarahkan oleh penyidik untuk MENJERAT saya, sesuai dengan pengakuan mereka kepada saya usai diperiksa.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;Laporan FPI terhadap AKKBB tidak ditangani sebagaimana mestinya, bahkan PELAPOR yang kami ajukan diperlakukan sebagai TERSANGKA, sehingga mmebuat para saksi tidak berani memberi keterangan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li type="a"&gt;Tindakan AKKBB memasang iklan di koran, melakukan aksi tanpa izin, membuat provokasi dan menggunakan senjata api, sebenarnya sudah cukup menjadi alasan untuk memeriksa mereka. Apalagi kami telah memberikan daftar 289 nama aktivis AKKBB beserta rekaman video SENJATA API kepada Polda Metro Jaya saat pelaporan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, secara sadar dan tanpa paksaan atau pengaruh pihak mana pun. Dan saya berterimakasih kepada para penyidik saya yang selama ini telah memperlakukan saya dengan baik, sopan, ramah dan manusiawi. Karenanya, saya tidak punya persoalan apa pun dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-8932853192464400241?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/8932853192464400241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=8932853192464400241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/8932853192464400241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/8932853192464400241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/06/wanted-die-or-live.html' title='Wanted, Die Or Live!'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i29.tinypic.com/b84bwn_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-7677158106162896496</id><published>2008-06-11T22:51:00.000+07:00</published><updated>2008-06-11T22:55:18.291+07:00</updated><title type='text'>Sisi yang Tidak Diekspos Media Tentang FPI</title><content type='html'>Front Pembela Islam (FPI) sebenarnya sudah lama jadi incaran aliansi musuh Allah SWT yakni kelompok gabungan antara kelompok liberal, kelompok maksiat (prostitusi, perjudian, dan pornografi), kelompok kuffar, dan aparat serta pejabat yang selama ini mendulang uang haram dari perputaran bisnis haram tersebut.&lt;br /&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Abdurrahman Wahid saja, gembong kaum liberal dan sekutu Zionis, dengan sangat &lt;i&gt;pede&lt;/i&gt; menyatakan jika dirinya sudah 15 tahun berjuang hendak membubarkan FPI. Itu berarti sejak tahun 1993. Padahal FPI baru berdiri tahun 1998. Walau demikian kita hendaknya maklum dengan pernyataannya yang &lt;i&gt;ngawur&lt;/i&gt; ini karena memang orang yang sudah kena serangan stroke dua kali biasanya banyak syaraf yang sudah tidak terkoneksi dengan baik. Istilah komputernya sering &lt;i&gt;hang&lt;/i&gt;, sehingga harus di-&lt;i&gt;restart&lt;/i&gt; atau kalau tidak bisa juga ya di-&lt;i&gt;off&lt;/i&gt;-kan saja.&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sejak berdiri pada tahun 1998, FPI memang getol memerangi tempat-tempat maksiat. “Sudah banyak tokoh dan elemen Islam yang menyampaikan &lt;i&gt;amar ma’ruf&lt;/i&gt;, maka kami memang mengkhususkan diri pada &lt;i&gt;Nahyi Munkar&lt;/i&gt;. Tapi tentu dengan prosedur yang benar secara hukum formal, ” demikian ujar Habib Rizieq.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Keberanian FPI ini dalam menggempur lokasi-lokasi kemaksiatan memang tidak main-main. Rumah-rumah pelacuran, rumah judi, termasuk kantor tempat raja media porno dunia “Playboy”di Jakarta, semua diganyang oleh laskar Islam yang satu ini. Bagi media massa, baik cetak, radio, maupun teve, tindakan FPI tersebut memang merupakan berita yang layak dijadikan tajuk utama. Sayangnya, media-media yang juga banyak disusupi kelompok liberal dan kelompok penyuka kemaksiatan ini yang diekspos adalah kekerasan FPI semata.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Padahal, kekerasan atau penyerbuan yang dilakukan FPI merupakan jalan terakhir yang terpaksa diambil FPI setelah melewati berlapis-lapis prosedur, di antaranya mendesak kepolisian untuk berbuat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Media massa hanya mengekspos hal itu, tapi tidak memuat apa yang kami lakukan sebelum itu, ” ujar Habib Rizieq dalam sebuah pertemuan beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Penyerbuan atau pengrusakkan merupakan langkah terakhir yang diambil FPI setelah melewati tahap-tahap sebelumnya. Habib Rizieq memaparkan, “Jika ada informasi yang menyebutkan di suatu tempat ada lokasi yang tidak beres, maka kami biasanya mengirim intelijen kami yang terdiri dari beberapa orang untuk menggali informasi yang valid. Jika benar itu tempat yang tidak beres, maka ada dua pengelompokkan yang FPI lihat. Jika tempat maksiat itu didukung warga sekitar dalam arti banyak warga sekitar yang mencari nafkah di sana dan menggantungkan hidupnya di sana, maka kami kirim ustadz untuk memberi pencerahan. Ini sisi amar ma’ruf FPI. Kami mendirikan pengajian dan sebagainya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Namun jika tempat maksiat itu ternyata meresahkan warga sekitar, dan banyak yang dilindungi oleh preman terorganisir atau malah ada oknum aparat yang ikut melindungi, maka kami biasanya melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian agar polisi bisa bersifat pro-aktif. Jika sampai waktu yang kami minta belum ada tindakan apa pun juga dari kepolisian, kami melayangkan surat kembali mendesak agar aparat segera turun tangan. Ini kami lakukan sampai tiga kali. Namun jika aparat ternyata diam terus, tidak menunjukkan itikad baik untuk menyikat kemaksiatan, maka FPI pun segera mengirim surat pemberitahuan bahwa FPI akan mengirim laskarnya ke tempat tersebut untuk membantu tugas kepolisian. Ini semata-mata kami lakukan karena polisi tidak bertindak, ” lanjut Habib.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Kami membantu tugas kepolisian. Ini patut diberi tekanan. Karena polisi terlalu sibuk sehingga tempat maksiat tersebut tetap berjalan dengan aman dalam meracuni masyarakat, maka laskar kami yang turun. Selain memberi surat kepada polisi, kami pun melayangkan surat pemberitahuan berlapis-lapis kepada pengeloal tempat kemaksiatan itu, dan biasanya mereka mem&lt;i&gt;bandel&lt;/i&gt; karena menganggap polisi saja tidak berani membereskannya, apalagi FPI. Tapi sekali lagi saya tekankan. FPI berjuang untuk menegakkan agama Allah, jadi kami tidak kenal takut terhadap segala kemaksiatan. Mereka yang berada di jalan setan saja berani, &lt;i&gt;masak&lt;/i&gt; kami yang berjaung di jalan Allah harus takut?” tegas Habib.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Sisi inilah yang jarang diekspos media massa sehingga masyarakat banyak tahunya kami ini organisasi anarkis. Padahal kami telah melakukan berlapis-lapis peringatan, bahkan berkoordinasi dengan kepolisian dan sebagainya, ” tambah Habib.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sebenarnya, media-media massa di negeri ini banyak yang mengetahui hal tersebut. Namun disebabkan mereka memang banyak yang berkepentingan agar FPI bubar, maka yang diberitakan adalah sisi kekerasan dari FPI. Padahal, FPI hanya membantu tugas kepolisian yang terlalu sibuk dengan tugas-tugas rutin seperti “razia” di jalan-jalan dan sebagainya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-7677158106162896496?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/7677158106162896496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=7677158106162896496' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7677158106162896496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7677158106162896496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/06/sisi-yang-tidak-diekspos-media-tentang.html' title='Sisi yang Tidak Diekspos Media Tentang FPI'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-5598475080830771766</id><published>2008-06-03T18:49:00.000+07:00</published><updated>2008-06-03T18:50:04.824+07:00</updated><title type='text'>Kronologis Provokasi Monas 1 Juni 2008</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;Kronologis Provokasi Monas 1 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, I Juni 2008 massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI . Diantaranya adalah : Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demo ini sudah mendapatkan ijin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yg resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat ayng bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat ijin untuk melakukan kegiatan diwilayah Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yg dilakukan oleh AKK-BB ini diwilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yg menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan " Laskar Setan" dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa laskar FPI segera meminta klasrifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yg arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tsb tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat aksi yg arogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjata yg sengaja disusupkan didalam kegiatan demo BBM minggu 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOndisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen2 nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orang yg mengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya. Wallahu A'lam Bisshowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-5598475080830771766?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/5598475080830771766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=5598475080830771766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/5598475080830771766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/5598475080830771766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/06/kronologis-provokasi-monas-1-juni-2008.html' title='Kronologis Provokasi Monas 1 Juni 2008'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-349167330034805079</id><published>2008-06-03T17:10:00.000+07:00</published><updated>2008-06-03T17:11:20.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Dewan Da’wah Peringatkan Rekayasa Opini Kasus Monas</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;                &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6962&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6962&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak halaman ini"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=6962&amp;amp;itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=6962&amp;itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="Kirim halaman ini melalui E-mail"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;      Selasa, 03 Juni 2008    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sburl2871 = window.location.href; var sbtitle2871 = document.title;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sbtitle2871=encodeURIComponent("Dewan Da’wah Peringatkan Rekayasa Opini Kasus Monas"); var sburl2871=decodeURI("http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6962"); sburl2871=sburl2871.replace(/amp;/g, "");sburl2871=encodeURIComponent(sburl2871);&lt;/script&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia mensikapi kasus Monas, I Juni. Ada upaya sistematis seolah-olah murni penyerangan, tanpa sebab tertentu!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div align="left"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Hidayatullah.com—&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Kasus bentrok kelompok AKK-BB dan anggota FPI membuat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia memberikan pernyataan. Organisasi Islam yang cukup tua di Indonesia ini memperingatkan kepada umat Islam untuk berhati-hati. Sebab, menurutnya, arah opini sudah mulai dibelokkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Menanggapi aksi bentrokan, Dewan Da’wah sebagai lembaga da’wah, tidak menyetujui segala bentuk provokasi yang dapat menimbulkan aksi-aksi kekerasan yang dapat melahirkan korban.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Di sisi lain, setelah selama dua hari mencermati perkembangan “Peristiwa Monas”, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;1 Juni 2008, maka Dewan Da’wah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;melihat mendapatkan kesan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Pertama, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;telah terjadi upaya manipulasi pembentukan opini publik yang sangat sistematis yang dilakukan oleh Kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dalam beberapa hal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;em&gt;Kedua, &lt;/em&gt;AKK-BB selanjutnya membuat opini bahwa aksi mereka adalah aksi damai dan tidak ada kaitannya dengan Ahmadiyah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;“Pernyataan AKKBB tersebut adalah sesuatu yang tidak benar, karena pada tanggal 26 Mei 2008, AKKBB telah membuat iklan besar-besaran di berbagai media massa nasional, yang secara tegas menyebutkan bahwa aksi tanggal 1 Juni 2008 memang dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap Ahmadiyah, “ ujar Dewan Da’wah dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi &lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;“Selama ini, AKK-BB adalah kelompok yang sangat aktif dalam mendukung kelompok Ahmadiyah dan berbagai aliran sesat dalam Islam, dengan mengatasnamakan “Kebebasan Beragama”. Mereka telah memanipulasi slogan tersebut untuk tindakan-tindakan yang jelas-jelas merusak Islam,” tulisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dewan Da’wah juga mencermati, sejumlah media elektronik berulangkali menayangkan gambar penyerangan terhadap massa AKK-BB tanpa menampilkan awal mula peristiwa tersebut terjadi, sehingga memberikan kesan bahwa kasus Monas terjadi karena penyerangan murni, tanpa ada sebab-sebabnya. Dari tayangan video yang diperlihatkan oleh FPI tampak jelas bahwa massa Laskar Islam memang telah diprovokasi sebelumnya oleh AKK-BB.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Untuk itu, Dewan Da’wah menghimbau kepada para tokoh dan pemimpin masyarakat, khususnya para pemimpin ummat Islam, agar tidak mudah terpancing oleh pemberitaan-pemberitaan yang jelas-jelas bertendensi untuk mengadu domba antar masyarakat dan menanamkan kebencian yang membabi buta terhadap kelompok tertentu, tanpa mendalami akar permasalahannya lebih jauh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;“Tidaklah etis dan bijak melihat satu masalah besar, hanya berdasarkan tayangan film berdurasi satu menit atau dua menit. Penyesatan opini adalah sebuah bentuk kezaliman yang pasti akan ada balasannya di dunia dan akhirat,” tulisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dewan Da’wah juga menghimbau kepada para pejabat dan khususnya aparat kepolisian RI agar tetap bersikap profesional, adil dan tidak terprovokasi oleh opini para pendukung Ahmadiyah yang mencoba mengalihkan persoalan pokok tentang keberadaan aliran sesat Ahmadiyah, kepada masalah FPI semata-mata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dewan Dakwah juga meminta ummat Islam untuk berlaku adil dan menegakkan keadilan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemampuan kepada kita semua untuk melihat mana yang haq dan mana yang bathil, meskipun yang bathil sering ditampilkan sebagai hal yang menawan dan mempesona,” tulis pernyataan yang ditandatangani &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Syuhada Bahri. [nuim/cha/&lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-349167330034805079?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/349167330034805079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=349167330034805079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/349167330034805079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/349167330034805079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/06/dewan-dawah-peringatkan-rekayasa-opini.html' title='Dewan Da’wah Peringatkan Rekayasa Opini Kasus Monas'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-2246725623483107643</id><published>2008-05-21T22:16:00.001+07:00</published><updated>2008-05-21T22:18:07.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1&gt;Kasus Ahmadiyah: Jaga Kekompakan Umat Islam Hadapi Perang Ideologi&lt;/h1&gt;Forum Umat Islam dan Majelis Ulama Indonesia akan mengambil jalur hukum apabila Surat Keputusan Bersama (SKB) yang akan diterbitkan oleh pemerintah itu tidak berisikan larangan penghentian kegiatan Ahmadiyah. Demikian diungkapkan Ketua MUI KH. A. Cholil Ridwan ketika ditanya upaya lanjutan yang akan dilakukan umat Islam menyikapi SKB Ahmadiyah yang belum juga selesai. &lt;p&gt;Menurut dia, yang juga aktif dalam Forum Umat Islam, MUI dan FUI sudah melakukan konsolidasi untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi pasca dikeluarkan SKB tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah Ahmadiyah, lanjut Kyai Cholil, sudah bukan lagi murni masalah Ahmadiyah semata, namun menyangkut peperangan ideologi antara Islam dan sekuler, karena itu dikhawatirkan akan terjadi ‘pertempuran’ yang lebih besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Karena itu, kita umat Islam harus melakukan konsolidasi, misalnya dengan menjaga umat Islam, jangan sampai melakukan tindakan yang melanggar hukum, itu akan kontra produtif dengan fatwa MUI. Umat Islam harus kompak dan menahan diri, ” tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengatakan, ulama dan umat Islam akan terus berjuang menggunakan sarana dakwah melalui khutbah di Masjid dan Majelis Taqlim diseluruh Indonesia, untuk membongkar kesesatan yang telah dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kesesatan Ahmadiyah sudah luar biasa, bahkan ada klausul yang mengatakan umat diluar Ahmadiyah adalah Babi hutan untuk laki-laki, dan perempuannya pelacur, kalau tidak mau mengikuti harus dibunuh. Yang seperti ini akan harus blow-up, “ pungkasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cholil menyatakan, FUI juga akan bertemu dengan Menteri Agama M. Maftuh Basyuni untuk mendorong segera diterbitkan SKB soal Ahmadiyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditanya mengenai sikap MUI terhadap Adnan Buyung Nasution, Cholil Ridwan mengatakan MUI dalam posisi pasif, mengingat KH Ma'ruf Amin sendiri telah memaafkan Adnan Buyung Nasution.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjelaskan bahwa sikap Buyung yang selama ini mati-matian membela Ahmadiyah, karena memang posisi Adnan Buyung Nasution sebagai pengacaranya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di samping itu kalau dilihat dari ideologinya Adnan Buyung bukanlah orang yang berideologi Islam, melainkan ideologi sosialis. "Selamanya orang yang berideologi sosialis tak akan pernah melakukan pembelaan terhadap kepentingan Islam, " tandasnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-2246725623483107643?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/2246725623483107643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=2246725623483107643' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/2246725623483107643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/2246725623483107643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/05/kasus-ahmadiyah-jaga-kekompakan-umat.html' title=''/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-7596684274913679988</id><published>2008-05-21T22:12:00.001+07:00</published><updated>2008-05-21T22:22:00.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;      PWNU Jatim Peringatkan “Kiai” Pembela Ahmadiyah         &lt;/td&gt;         &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6832&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6832&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak halaman ini"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=6832&amp;amp;itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=6832&amp;itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="Kirim halaman ini melalui E-mail"&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sburl8027 = window.location.href; var sbtitle8027 = document.title;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sbtitle8027=encodeURIComponent("PWNU Jatim Peringatkan “Kiai” Pembela Ahmadiyah"); var sburl8027=decodeURI("http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6832"); sburl8027=sburl8027.replace(/amp;/g, "");sburl8027=encodeURIComponent(sburl8027);&lt;/script&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;PWNU Jawa Timur memperingatkan KH. Imam Ghozali Said karena dianggap membela Ahmadiyah. Pembelaan pada Ahmadiyah dinilai tak sejalan dengan sikap NU&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div align="left"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Hidayatullah.com--&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt; Pengurus Wilayah NU Jawa Timur memperingatkan Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Surabaya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;, KH. Imam Ghozali Said, karena dianggap membela Ahmadiyah. Sikap penolakan pelarangan Ahmadiyah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang dilakukan Ghozali Said dinilai tak sejalan dengan kebijakan NU yang telah menegaskan bahwa Ahmadiyah menyimpang dari Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Karena itu, PWNU Jatim telah melayangkan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt; kepada PCNU Surabaya pada Kamis (8/5) kemarin. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Surat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt; tersebut berisi perintah agar PCNU memberikan peringatan kepada Ghozali Said.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;"Dimohon agar yang bersangkutan diberi peringatan agar konsisten dan dapat sejalan dengan keputusan di dunia Islam dan di lingkungan NU sendiri," begitu salah satu bunyi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt; tersebut sebagaimana dikutip &lt;a href="http://www.nu.or.id/"&gt;www.nu.or.id&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;"Kita meminta agar Cabang (baca: PCNU) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Surabaya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt; memanggil dan  memperingatkan dia (H Imam Ghozali Said)," ujar Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar, kepada &lt;em&gt;NU Online &lt;/em&gt;di kantornya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Kiai Miftach—begitu panggilan akrabnya—menjelaskan, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt; tersebut dikeluarkan untuk menghindari kesimpangsiuaran informasi mengenai sikap resmi NU atas kasus Ahmadiyah. Ia juga tak ingin ada pengurus NU yang berpendapat sesuka hati terkait aliran yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Sebagaimana diketahui,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ghozali Said merupakan salah satu dari rombongan ulama dan kiai se-Jawa yang menemui Ketua DPR RI Agung Laksono di Gedung DPR, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;, Rabu (7/4) lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Dalam kesempatan itu, ia beserta sejumlah kiai lainnya meminta kepada Agung agar DPR membatalkan rencana pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri terkait pembubaran Ahmadiyah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Bahkan, Ghozali Said, menilai, tuntutan pelarangan Ahmadiyah merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Menurutnya, Islam pun menghargai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;"Kalau pemerintah tidak melindungi Ahmadiyah, berarti negara gagal melindungi warganya," pungkasnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt; kiai yang datang di&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kejaksaan ini umumnya dikenal sebagai tokoh yang berpandangan liberal. Mereka juga datang atas sponsor dari &lt;em&gt;Wahid Institute&lt;/em&gt;, LSM liberal yang dirintis oleh bekas Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; berbagai sumber&lt;/em&gt;/&lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-7596684274913679988?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/7596684274913679988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=7596684274913679988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7596684274913679988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7596684274913679988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/05/pwnu-jatim-peringatkan-kiai-pembela.html' title=''/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-1002889903888199167</id><published>2008-05-18T06:55:00.000+07:00</published><updated>2008-05-18T06:56:24.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;      “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekali Lagi, Tentang Perkawinan Antar Agama&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;/td&gt;         &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6865&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6865&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak halaman ini"&gt;       &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=6865&amp;amp;itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=6865&amp;itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="Kirim halaman ini melalui E-mail"&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;      Jumat, 16 Mei 2008    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sburl3003 = window.location.href; var sbtitle3003 = document.title;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sbtitle3003=encodeURIComponent("“Sekali Lagi, Tentang Perkawinan Antar Agama”"); var sburl3003=decodeURI("http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6865"); sburl3003=sburl3003.replace(/amp;/g, "");sburl3003=encodeURIComponent(sburl3003);&lt;/script&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; dosen penganjur perkawinan antar-agama berusaha meruntuhkan bangunan hukum Islam dalam soal perkawinan. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-235&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Adian Husaini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/nadia_madjid-nikah1b.jpg" style="float: left;" alt="Image" title="Image" border="0" height="244" hspace="6" width="170" /&gt;Beberapa hari lalu, saya mendapat hadiah buku kecil yang menarik dari seorang tokoh Islam di Bekasi. Judulnya, ”&lt;em&gt;Perkawinan Antar Pemeluk Agama Yang Berbeda&lt;/em&gt;”. Penulisnya seorang guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Daud Ali (alm.). Buku setebal 32 halaman ini ditulis tahun 1992.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Setelah menguraikan pandangannya berdasarkan hukum Islam dan sejumlah peraturan hukum di Indonesia, Prof. Daud Ali menarik beberapa kesimpulan, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; color: rgb(0, 51, 0);"&gt;(1) Perkawinan antara orang-orang yang berbeda agama dengan berbagai cara pengungkapannya, sesungguhnya tidaklah sah menurut agama yang diakui keberadaannya dalam Negara Republik Indonesia. Dan, karena sahnya perkawinan didasarkan pada hukum agama, maka perkawinan yang tidak sah menurut hukum agama, tidak sah pula menurut Undang-undang Perkawinan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; color: rgb(0, 51, 0);"&gt;(2) Perkawinan antara orang-orang yang berbeda agama adalah penyimpangan dari pola umum perkawinan yang benar menurut hukum agama dan Undang-undang Perkawinan yang berlaku di tanah air kita. Untuk penyimpangan ini, kendatipun merupakan kenyataan dalam masyarakat, tidak perlu dibuat peraturan tersendiri, tidak perlu dilindungi oleh negara. Memberi perlindungan hukum pada warga negara yang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Pancasila sebagai cita hukum bangsa dan kaidah fundamental negara serta hukum agama yang berlaku di Indonesia, pada pendapat saya selain tidak konstitusional, juga tidak legal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Demikianlah kesimpulan Prof. Daud Ali tentang perkawinan antar agama di Indonesia. Penegasan guru besar UI itu perlu kita renungkan, mengingat saat ini sejumlah guru besar liberal yang mengajar di sejumlah kampus Islam, seperti Prof. Musdah Mulia dan Prof. Zainun Kamal, justru aktif membongkar dasar-dasar hukum Islam dalam soal perkawinan, dan menciptakan hukum baru. Buku Fiqih Lintas Agama yang ditulis oleh sejumlah profesor di UIN Jakarta dan aktivis liberal juga terus-menerus disebarkan di tengah masyarakat Indonesia. Seperti kita tulis dalam CAP-234 lalu, buku Fiqih Lintas Agama ini bukan hanya membolehkan perkawinan antar agama, tetapi melangkah lebih jauh lagi dengan menganjurkan masyarakat Indonesia agar melakukan perkawinan antaragama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Kata buku terbitan Paramadina dan (edisi Inggrisnya oleh) &lt;em&gt;International Center for Islam and Pluralism&lt;/em&gt; (ICIP) ini: &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;“Di tengah rentannya hubungan antar agama saat ini, pernikahan beda agama justru dapat dijadikan wahana untuk membangun toleransi dan kesepahaman antara masing-masing pemeluk agama. Bermula dari ikatan tali kasih dan tali sayang, kita rajut kerukunan dan kedamaian.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sebagai umat beragama, kita tentu sulit memahami logika macam apakah yang bercokol di otak para guru besar bidang agama ini, sampai tega-teganya menganjurkan umat Islam melakukan perkawinan antar-agama, demi membangun kerukunan umat beragama. Lagi pula apakah mereka juga melakukan hal itu pada keluarga mereka sendiri; pada anak-anak mereka sendiri?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Lihatlah, apakah nama-nama yang tercantum sebagai penulis Buku Fiqih Lintas Agama dan penyebar buku ini -- seperti Zainun Kamal, Nurcholish Madjid, Kautsar Azhary Noer, Syafii Anwar, dan sebagainya -- juga bersedia menikahkan anak-anaknya sendiri dengan orang yang beragama lain? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Kita patut bertanya-tanya, mengapa sebagian mereka aktif menikahkan orang lain dengan pasangan beda agama, tetapi justru mereka sendiri tidak menerapkannya. Ketika putrinya, Nadia Madjid, akan menikah dengan seorang Yahudi Amerika, Nurcholish Madjid mengirimkan surat keberatannya. Diantara isinya ialah mensyaratkan calon mantunya itu harus masuk Islam. ”Kalau memang jadi, dia mutlak harus masuk agama kita,” tulis Nurcholish Madjid dalam surat bertanggal 13 Agustus 2001.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Bahkan, lebih jauh lagi, Nurcholish memberi syarat yang lebih berat untuk calon mantunya waktu itu: &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;”Dan yang lebih penting, bahwa pengislaman itu tercatat, dengan surat keterangan/tanda bukti yang mencantumkan nama-nama para saksi resmi (biasanya dua orang, lebih banyak lebih baik) dan tanda tangan mereka. Karena itu, acara pengislaman tersebut harus dilaksanakan di sebuah lembaga yang diakui, seperti Islamic Center setempat, dan dibimbing oleh yang berwenang di situ.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/nadia_madjid-nikah2b.jpg" style="float: left;" alt="Image" title="Image" border="0" height="103" hspace="6" width="170" /&gt;Kita tahu, apa yang kemudian terjadi pada kasus perkawinan antara Nadia Madjid dengan David, seorang Yahudi Amerika. Kita tidak pernah tahu, bagaimana sebenarnya sikap Nurcholish Madjid terhadap buku Fiqih Lintas Agama ini. Yang jelas buku ini diterbitkan sebelum dia meninggal dunia. Namanya tercantum sebagai salah satu Tim Penulis di buku ini. Yang kita tahu kemudian, tahun 2006, ICIP yang dipimpin Dr. Syafii Anwar – sahabat dekat dan pengikut setia Nurcholish Madjid – malah menerbitkan edisi bahasa Inggris dari buku yang jelas-jelas merusak aqidah dan syariat Islam ini. Dalam edisi bahasa Inggris yang diberi judul &lt;em&gt;”Interfaith Theology&lt;/em&gt;” ini, nama Nurcholish Madjid tetap dicantumkan dalam jajaran penulis, setelah nama Zainun Kamal, seorang guru besar UIN Jakarta yang juga berprofesi sebagai ’penghulu swasta’ dalam perkawinan antar-agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Kita perlu benar-benar memperhatikan pemikiran dan perilaku para penganjur perkawinan antar-agama dari kalangan dosen-dosen UIN dan aktivis liberal ini. Sebab, sadar atau tidak, melalui pemikiran dan tindakan tersebut, mereka sebenarnya sudah melakukan sebuah tindakan yang merobohkan bangunan masyarakat Islam dari dasarnya, yaitu merusak institusi keluarga Muslim. Padahal, dari keluarga inilah diharapkan akan lahir generasi masa depan yang tangguh, yang tentu saja harus didasari dengan keimanan yang kokoh. Jika di tengah keluarga ini kedua orang tuanya berbeda keimanan, bagaimana mungkin akan terbangun generasi anak yang shalih menurut Islam?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Karena itulah, perkawinan antar-agama bukan hanya menjadi masalah bagi Islam, tetapi juga bagi agama-agama lain. Dalam bukunya, Prof. Daud Ali mengutip ketentuan perkawinan antar-agama pada sejumlah agama di Indonesia. Agama Katolik dengan tegas menyatakan bahwa ”Perkawinan antara seorang Katolik dengan penganut agama lain tidak sah” (Kanon 1086). Namun demikian, bagi mereka yang sudah tidak mungkin dipisahkan lagi karena cintanya sudah terlanjur mendalam, pejabat gereja yang berwenang, yakni uskup, dapat memberi dispensasi (pengacualian dari aturan umum untuk suatu keadaan yang khusus) dengan jalan mengawinkan pemeluk agama Katolik dengan pemeluk agama lain itu, asal saja kedua-duanya memenuhi syarat yang ditentukan dalam kanon 1125 yakni:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; color: rgb(0, 51, 0);"&gt;1. yang beragama Katolik berjanji (a) akan tetap setia pada iman Katolik, dan (b) bersedia mempermandikan dan mendidik semua anak-anak mereka secara Katolik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; color: rgb(0, 51, 0);"&gt;2. Sedangkan yang tidak beragama Katolik berjanji antara lain (a) menerima perkawinan secara Katolik (b) tidak akan menceraikan pihak yang beragama Katolik, (c) tidak akan menghalangi pihak yang Katolik melaksanakannya imannya dan (d) bersedia mendidik anak-anaknya secara Katolik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Karena akan menimbulkan berbagai konflik dalam keluarga, maka menurut agama Katolik, perkawinan antara orang-orang yang berbeda agama hendaklah dihindari. Demikian kutipan dari buku Prof. Daud Ali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dr. Al. Purwohadiwardoyo MSF, dalam bukunya yang berjudul ”&lt;em&gt;Perkawinan Menurut Islam dan Katolik, Implikasinya dalam Kawin Campur&lt;/em&gt;”, (Yogyakarta: Kanisius, 1990), menulis sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; color: rgb(0, 51, 0);"&gt;“Menurut hukum gereja katolik, perkawinan mereka (kawin campur.pen) itu bukanlah sebuah sakramen, sebab salah satu tidak beriman kristen. Hukum gereja katolik memang dapat mengakui sahnya perkawinan mereka, asal diteguhkan secara sah, namun tidak mengakui perkawinan mereka sebagai sebuah sakramen (sebuah perayaan iman gereja yang membuahkan rahmat berlimpah. Pen). (hal. 18-19).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Lebih jauh dikatakan dalam buku ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; color: rgb(0, 51, 0);"&gt;“Kesulitan lain muncul dalam hal memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Pihak Katolik mempunyai kewajiban untuk mendidik anak-anak dalam semangat katolik, bahkan ia harus berusaha sekuat tenaga untuk membaptis mereka secara katolik. Padahal kewajiban yang sama juga ada pada pihak yang beragama Islam.”(hal. 77).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Karena memandang penting dan strategisnya soal perkawinan ini, maka pada awal tahun 1970-an, umat Islam Indonesia telah mengerahkan segala daya upaya untuk menggagalkan RUU Perkawinan sekular yang diajukan pemerintah ke DPR ketika itu. Prof. HM Rasjidi, menteri agama pertama RI, dalam artikelnya di Harian Abadi edisi 20 Agustus 1973, menyorot secara tajam RUU Perkawinan yang dalam pasal 10 ayat (2) disebutkan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;”Perbedaan karena kebangsaan, suku, bangsa, negara asal, tempat asal, agama, kepercayaan dan keturunan, tidak merupakan penghalang perkawinan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Pasal dalam RUU tersebut jelas ingin mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pasal 16 yang menyatakan: ”Lelaki dan wanita yang sudah dewasa, tanpa sesuatu pembatasan karena suku, kebangsaan dan agama, mempunyai hak untuk kawin dan membentuk satu keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dengan hubungan dengan perkawinan, selama dalam perkawinan dan dalam soal perceraian.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dalam tulisannya tentang Perbandingan Hak-hak Asasi Manusia Deklarasi PBB dengan Islam, khusus tentang pasal 16 tersebut, Hamka menulis kesimpulan yang sangat tajam: ”Oleh sebab itu dianggap kafir, fasiq, dan zalim, orang-orang Islam yang meninggalkan hukum syariat Islam yang jelas nyata itu, lalu pindah bergantung kepada ”Hak-hak Asasi Manusia” yang disahkan di Muktamar San Francisco, oleh sebagian anggota yang membuat ”Hak-hak Asasi” sendiri karena jaminan itu tidak ada dalam agama yang mereka peluk.” (Hamka, Studi Islam, (1985:233).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Jika kaum sekular di awal 1970-an berusaha meluluskan sebuah RUU Perkawinan sekular yang meninggalkan agama, maka kini sejumlah dosen UIN Jakarta, seperti Prof. Zainun Kamal dan Musdah Mulia, justru berusaha membuat hukum syariat baru, bahwa perkawinan antar agama adalah halal. Lebih jauh, Prof. Zainun Kamal bahkan sering bertindak sebagai penghulu swasta dalam perkawinan antar-agama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dengan sokongan lembaga-lembaga donor Barat seperti &lt;em&gt;The Asia Foundation, &lt;/em&gt;apa yang dikerjakan oleh para ilmuwan agama dalam merusak hukum Islam ini adalah jauh lebih besar kadar kejahatan dan daya rusaknya. Sebab, yang mereka lakukan adalah merusak konsep kebenaran itu sendiri. Mereka berusaha menciptakan kebingungan dan ketidakpastian dalam hukum Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Seperti kita ketahui, pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan tahun 1974 menyatakan: ”Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.” Dalam penjelasan pasal demi pasal menyatakan dengan tegas, bahwa: ”Dengan perumusan pada pasal 2 ayat (1) ini, tidak ada perkawinan di luar hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dengan legitimasinya sebagai guru besar bidang keagamaan di kampus berlabel Islam, maka para dosen penganjur perkawinan antar-agama itu berusaha meruntuhkan bangunan hukum Islam dalam soal perkawinan. Dengan posisinya itu, seolah-olah mereka memiliki otoritas di bidang hukum Islam, sehingga pendapatnya juga dianggap mewakili Islam. Toh selama ini, pimpinan kampus dan pihak pemerintah juga membiarkan saja perilaku para dosen tersebut. Sesuai dengan doktrin liberal, tidak ada penafsiran yang tunggal dalam soal hukum Islam. Mereka menyebarkan paham, perbedaan pendapat dalam soal apa saja adalah sah dan harus dihormati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Tidak heran, setelah dikawinkan dengan Kalina (Muslimah) oleh Prof. Zainun Kamal, pesulap nyentrik Deddy Corbuzier (Katolik) merasa perkawinannya telah sah menurut agama. Ia berujar, ”Yang penting, kami sah dulu secara agama.” (&lt;em&gt;Tabloid C&amp;amp;R edisi 28 Februari-06 Maret 2005&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Memang, banyak cara merusak Islam. Tapi, kita tidak pernah risau dengan semua tindakan mereka tersebut. Toh, Islam adalah milik Allah. Masing-masing tindakan sudah disediakan balasan yang setimpal. Tindakan merusak Islam pasti akan berdampak kepada pelakunya sendiri. Jika tidak di dunia, pasti di akhirat. &lt;em&gt;Wallahu A’lam.&lt;/em&gt; [Depok, 10 Jumadilawwal 1429 H/16 Mei 2008/&lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan &lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-1002889903888199167?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/1002889903888199167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=1002889903888199167' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/1002889903888199167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/1002889903888199167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/05/sekali-lagi-tentang-perkawinan-antar_18.html' title=''/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-4476020497505396144</id><published>2008-05-11T21:21:00.000+07:00</published><updated>2008-05-11T21:22:09.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#9bca00;"&gt;FORUM UMAT ISLAM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekretariat: Gedung Menara Dakwah Lantai 3, Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta.&lt;br /&gt;Telp. 021-8305848, 3909059, Fax. 021-8305848, 3103693&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;PERNYATAAN SIKAP&lt;br /&gt;FORUM UMAT ISLAM (FUI)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;TOLAK PENGHINAAN ADNAN BUYUNG NASUTION KEPADA ULAMA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Setelah melecehkan Forum Umat Islam (FUI) sebagai kelompok kecil bahkan dengan kata-kata segelintir masyarakat, Adnan Buyung Nasution, pembela utama gerombolan pemalsu agama Islam yang bernama Ahmadiyah, melakukan tindakan yang sangat menyakitkan umat Islam, yakni melakukan penghinaan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin, di depan publik melalui wawancara yang disiarkan oleh Radio BBC pada hari Rabu, 7 Mei 2008 pukul. 18.00-18.30 WIB. Dalam siaran itu dengan kata-kata yang sangat kasar Buyung menyerang Kiyai Ma’ruf: ”Itu orang/manusia yang tidak punya harga diri atau rasa malu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Forum Umat Islam (FUI) menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menolak keras sikap kasar dan penghinaan Adnan Buyung Nasution kepada KH. Ma’ruf Amin sebagai ulama yang menjadi panutan umat Islam dan sebagai pejuang pemberantas kebatilan Ahmadiyah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menuntut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera mencopot Adnan Buyung Nasution dari jabatan anggota Wantimpres karena sangat tidak etis sebagai anggota Wantimpres bidang hukum menghina dengan kasar KH Ma’ruf Amin yang merupakan anggota Wantimpres bidang agama.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menuntut Adnan Buyung Nasution untuk meminta maaf atas pernyataan kasar tersebut secara terbuka di semua media massa nasional, baik cetak maupun elektronik selama 7 (tujuh) hari berturut-turut.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menyerukan kepada umat Islam, khususnya para ulama dan pengurus MUI agar mewaspadai gerak-gerik dan manuver Adnan Buyung Nasution dan kawan-kawannya yang merusak kehormatan para ulama.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 2 Jumadil Awwal 1429 H&lt;br /&gt;8 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;ATAS NAMA UMAT ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;FORUM UMAT ISLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;_________________________&lt;/span&gt;Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mashadi&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;____________________&lt;/span&gt;K.H. M. Al Khaththath&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="box"&gt;&lt;b&gt;FORUM UMAT ISLAM :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;Perguruan As Syafi’iyyah, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhamadiyyah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Syarikat Islam (SI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), PERSIS, BKPRMI, Al Irsyad Al Islamiyyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT), YPI Al Azhar, Front Pembela Islam (FPI), Front Perjuangan Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Majelis Adz Zikra, MER-C, PP Daarut Tauhid, Forum Betawi Rempug (FBR), Tim Pembela Muslim (TPM), Muslimah Peduli Umat (MPU), Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Korps Ulama Betawi, Forum Tokoh Peduli Syariah (FORTOPS), Taruna Muslim, Al Ittihadiyah, Hidayatullah, Al Washliyyah, KAHMI, PERTI, IKADI, Ittihad Mubalighin, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Koalisi Anti Utang, PPMI, PUI, JATMI, PII, BMOIWI, Wanita Islam, Missi Islam, Gema Pembebasan, Forum Silaturahim Antarpengajian (FORSAP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nahdlatul Umat Indonesia (PNUI) dan organisasi-organisasi Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.swaramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-4476020497505396144?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/4476020497505396144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=4476020497505396144' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/4476020497505396144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/4476020497505396144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/05/forum-umat-islam-sekretariat-gedung.html' title=''/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-7338040061096720544</id><published>2008-05-11T20:32:00.000+07:00</published><updated>2008-05-11T20:33:23.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;      KPI Minta Masyarakat Waspadai 10 Acara TV         &lt;/td&gt;         &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6817&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6817&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak halaman ini"&gt;       &lt;img src="http://hidayatullah.com/images/M_images/printButton.png" alt="Cetak halaman ini" name="Cetak halaman ini" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=6817&amp;amp;itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=6817&amp;itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="Kirim halaman ini melalui E-mail"&gt;      &lt;img src="http://hidayatullah.com/images/M_images/emailButton.png" alt="Kirim halaman ini melalui E-mail" name="Kirim halaman ini melalui E-mail" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;      Sabtu, 10 Mei 2008    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sburl8119 = window.location.href; var sbtitle8119 = document.title;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sbtitle8119=encodeURIComponent("KPI Minta Masyarakat Waspadai 10 Acara TV"); var sburl8119=decodeURI("http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6817"); sburl8119=sburl8119.replace(/amp;/g, "");sburl8119=encodeURIComponent(sburl8119);&lt;/script&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;10 acara TV dinilai banyak melanggar Standar Program Siaran KPI. Ia melanggar norma kesopanan, kesusilaan dan kekerasan. Waspadai dan selamatkan kaluarga Anda! &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div align="left"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Hidayatullah.com--&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta masyarakat untuk mewaspadai 10 program acara yang dianggap bermasalah yang ditayangkan sembilan stasiun TV swasta nasional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Yahya dalam jumpa pers di kantor KPI di Jakarta, Jumat mengatakan 10 program acara TV tersebut yaitu &lt;em&gt;Cinta Bunga &lt;/em&gt;(SCTV), &lt;em&gt;Dangdut Mania Dadakan 2 &lt;/em&gt;(TPI), &lt;em&gt;Extravaganza &lt;/em&gt;(TransTV), &lt;em&gt;Jelita &lt;/em&gt;(RCTI), &lt;em&gt;Mask Rider Blade &lt;/em&gt;(ANTV), &lt;em&gt;Mister Bego &lt;/em&gt;(ANTV), &lt;em&gt;Namaku Mentari &lt;/em&gt;(RCTI), &lt;em&gt;Rubiah &lt;/em&gt;(TPI), &lt;em&gt;Si Entong &lt;/em&gt;(TPI), dan &lt;em&gt;Super Seleb Show &lt;/em&gt;(Indosiar).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sasa mengatakan dari hasil pantauan KPI selama periode 1 - 13 April, 10 acara TV tersebut paling banyak melanggar Standar Program Siaran KPI, antara lain melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dengan banyak menampilkan kekerasan, menampilkan kata-kata kasar, merendahkan dan melecehkan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Untuk Sinetron &lt;em&gt;Cinta Bunga &lt;/em&gt;yang diputar SCTV, KPI menilai terlalu menampilkan kekerasan secara verbal yaitu memaki dan merendahkan orang lain, selain tidak mencantumkan klasifikasi acara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sedangkan acara variety show &lt;em&gt;"Extravaganza&lt;/em&gt;" TransTV menampilkan rangkaian tindakan yang mengesankan tindak kekerasan dengan atau tanpa alat, banyaknya kekerasan secara verbal, percakapan mengarah ke makna yang vulgar dan tidak memperhatikan norma kesopanan serta kesusilaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Acara &lt;em&gt;Dangdut Mania Dadakan 2 TPI&lt;/em&gt;, KPI menyimpulkan terlalu menampilkan kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain secara khusus sering melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu, percakapan mengarah ke makna yang vulgar dan tidak memperhatikan norma kesopanan serta kesusilaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sementara Sinetron Jelita RCTI terlalu menampilkan kekerasan fisik secara khusus kekerasan terhadap anak, menampilkan kekerasan verbal yaitu memaki dengan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sinetron &lt;em&gt;Komedi Mister Bego &lt;/em&gt;dari ANTV terlalu menampilkan kekerasan fisik, menampilkan adegan mengarah ke seks, menampilkan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sedangkan Serial Anak "&lt;em&gt;Mask Rider Blade&lt;/em&gt;" ANTV merupakan acara non-kartun (riil), menampilkan kekerasan fisik yang cukup intens dalam bentuk perkelahian / pertarungan, dan tidak menampilkan klasifikasi acara akan tetapi ada logo "&lt;em&gt;Star Kids&lt;/em&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sinetron "&lt;em&gt;Namaku Mentari&lt;/em&gt;" di RCTI, KPI menilai terlalu menampilkan kekerasan fisik secara khusus kekerasan terhadap anak, menampilkan kekerasan verbal yaitu memaki dan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Untuk Sinetron &lt;em&gt;Rubiah TPI&lt;/em&gt;, KPI melihat terlalu menampilkan kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain secara khusus ada muatan melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu, menampilkan kekerasan fisik, tidak memperhatikan norma kesopanan serta mencantumkan klasifikasi acara secara sekilas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sementara Sinetron &lt;em&gt;Komedi Si Entong &lt;/em&gt;dari TPI juga terlalu banyak kata-kata kasar, memaki, dan melecehkan orang lain, penggambaran anak yang tidak mendidik (anak berkata kasar, anak berpacaran), penggambaran tentang guru yang melecehkan, tidak memperhatikan norma kesopanan serta tidak mencantumkan klasifikasi acara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sedangkan acara variety show &lt;em&gt;Super seleb Show &lt;/em&gt;di Indosiar, KPI melihat terlalu menampilkan rangkaian kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain (secara khusus sering melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu), tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sasa mengatakan banyak stasiun TV yang tidak mencantumkan klasifikasi acara (penggolongan program siaran berdasarkan usia khalayak penonton), yaitu A (Anak), R (Remaja), D (Dewasa), dan SU (Semua Umur).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;"Banyak acara non-anak yang dianalisis ditayangkan pada jam anak biasa menonton TV, sehingga potensi masalah menjadi lebih besar karena dapat berdampak pada penonton anak yang umumnya tidak kritis," katanya. [ant /&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-7338040061096720544?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/7338040061096720544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=7338040061096720544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7338040061096720544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7338040061096720544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/05/kpi-minta-masyarakat-waspadai-10-acara.html' title=''/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-3502578090744179760</id><published>2008-02-14T10:16:00.002+07:00</published><updated>2008-02-14T10:18:52.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Ketua MUI: Perayaan Valentine Haram</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;      &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6348&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6348&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" title="Cetak halaman ini"&gt;       &lt;img src="http://hidayatullah.com/images/M_images/printButton.png" alt="Cetak halaman ini" name="Cetak halaman ini" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/td&gt;        &lt;td class="buttonheading" align="right" width="100%"&gt;     &lt;a href="http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=6348&amp;amp;itemid=1" target="_blank" onclick="window.open('http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=6348&amp;itemid=1','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="Kirim halaman ini melalui E-mail"&gt;      &lt;img src="http://hidayatullah.com/images/M_images/emailButton.png" alt="Kirim halaman ini melalui E-mail" name="Kirim halaman ini melalui E-mail" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;      Kamis, 14 Pebruari 2008    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sburl4513 = window.location.href; var sbtitle4513 = document.title;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;var sbtitle4513=encodeURIComponent("Ketua MUI: Perayaan Valentine Haram"); var sburl4513=decodeURI("http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=6348"); sburl4513=sburl4513.replace(/amp;/g, "");sburl4513=encodeURIComponent(sburl4513);&lt;/script&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Meski tak mengeluarkan fatwa khusus tentang perayaan Valentine, Mejelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, cara perayaan valentine &lt;span&gt;haram &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div align="left"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/KH.%20Ma%27ruf%20Amin.jpg" style="float: left;" alt="Image" title="Image" border="0" height="171" hspace="6" width="125" /&gt;Hidayatullah.com--&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Mejelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, perayaan &lt;em&gt;Valentine &lt;/em&gt;&lt;span&gt;dikategorikan amalan yang haram. Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, KH.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Ma'ruf Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Menurut Kiai Ma’ruf, tata cara dengan pesta yang biasa dirayakan dalam acara Valentine tak dikenal dalam Islam dan cenderung &lt;span&gt; &lt;/span&gt;haram. Sebagaimana diketahui, acara Valentina, biasa diperingati dengan cara mabuk-mabukkan, pesta-pesta dan bahkan pertemuan lawan jenis yang bukan suami-istri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Meski demikian, MUI tidak mengeluarkannya menjadi sebuah fatwa khusus. “Hari Selasa kemarin komisi fatwa berkumpul dan membicarakan. Namun, kami tak mengeluarkan menjadi fatwa khusus,” demikian ujar Kiai Ma’ruf kepada &lt;em&gt;hidayatullah.com &lt;/em&gt;Kamis (14/2) pagi melalui sembungan telepon. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Ma'ruf menjelaskan, yang haram bukan hari &lt;em&gt;Valentine&lt;/em&gt;-nya, tapi perayaan yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperingati hari cinta tersebut. Namun cara memperingatinya yang haram karena sudah banyak yang menyimpang," tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sebelum ini, di Arab Saudi mufti, Syeikh Abdul Aziz al-Sheikh pernya menfatwakan, peringatan mengenang santo (sebuah tradisi Kristen) ini termasuk jenis “penyembah berhala”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;img src="http://hidayatullah.com/images/stories/ciuman%20massal.jpg" style="float: left;" alt="Image" title="Image" border="0" height="133" hspace="6" width="200" /&gt;Tahun 2004 lalu, acara &lt;em&gt;Valentine’s Day &lt;/em&gt;di Filipina ditandai dengan mencetak rekor dunia “ciuman massal”. Tidak kurang 5.122 pasangan antre di Manila, ibu kota negara itu, untuk berciuman selama paling tidak 10 detik guna merayakan Valentine.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Sumber : www.hidayatullah.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-3502578090744179760?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/3502578090744179760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=3502578090744179760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/3502578090744179760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/3502578090744179760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/02/ketua-mui-perayaan-valentine-haram.html' title='Ketua MUI: Perayaan Valentine Haram'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-6176191847177177945</id><published>2008-02-12T22:01:00.000+07:00</published><updated>2008-02-12T22:04:57.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Hukum Merayakan Hari Valentine Buat Umat Islam</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi lainnya. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa 'kasih sayang', walau pun pada hakikatnya bukan kasih sayang melainkan hari 'making love'.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah Valentine&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah dan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Katakanlah, "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS. Al-Kafirun: 1-6)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Valentine Berasal dari Budaya Syirik. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid (bayi bersayap dengan panah)” itu adalah putra Nimrod “&lt;i&gt;the hunter&lt;/i&gt;” dewa matahari.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, &lt;i&gt;naudzu billahi min zalik.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Semangat valentine adalah Semangat Berzina &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan &lt;i&gt;make love&lt;/i&gt; yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna &lt;i&gt;make love&lt;/i&gt; atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan &lt;i&gt;make love&lt;/i&gt; ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.&lt;/i&gt; (QS Al-Isra’: 32)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Eramuslim Digest&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena masalah Valentine ini sangat berat, maka kami terbitkan satu edisi majalah Eramuslim Digest yang khusus membahasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kami rasa pantas bila majalah ini dijadikan rujukan, sebab selain padat, kita juga diberikan ilustrasi gambar-gambar yang menarik. Kalau berminat hubungi saja pak Tio di nomor 021-999-80-000 atau 0813-999-80-000. Bahkan saat menjawab pertanyaan ini, kami sedang berada di Bandung untuk Road Show Eramuslim Digest edisi koleksi 5yg berjudul The Dark Valentine Satanic RitualYang Kini di Pujadi MQTV dan MQFM.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : www.Eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-6176191847177177945?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/6176191847177177945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=6176191847177177945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/6176191847177177945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/6176191847177177945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/02/hukum-merayakan-hari-valentine-buat.html' title='Hukum Merayakan Hari Valentine Buat Umat Islam'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-3274401019821077753</id><published>2008-02-02T03:08:00.000+07:00</published><updated>2008-02-02T03:09:45.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komputer'/><title type='text'>Pengen Belajar membuat aplikasi web.. Manfaatkanlah hosting gratis..</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Buat teman-teman yang ingin belajar membuat aplikasi web dan gak mau&lt;br /&gt;bayar alias cari yang gratisan..&lt;br /&gt;Web Hosting Gratis Tanpa harus pasang iklan Iklan ini sangat cocok ..&lt;br /&gt;Mudah2an berkenan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.freefullhosting.co.cc/" target="_blank"&gt;http://www.freefull hosting.co. cc&lt;/a&gt; menyediakan layanan webhosting Gratis&lt;br /&gt;dengan fitur - fitur sebagai berikut :&lt;br /&gt;250 MB Disk Space&lt;br /&gt;100 GB Band Width&lt;br /&gt;Bisa hosting Full Domain&lt;br /&gt;Layanan kotak surat POP3&lt;br /&gt;Menggunakan fasilitas cPanel&lt;br /&gt;Domain Hosting tidak dibatasi&lt;br /&gt;Menyediakan 500 lebih Web Template&lt;br /&gt;Bisa support untuk PHP, MySQL, Perl, Ruby&lt;br /&gt;Upload file dengan FTP client atau File Manager&lt;br /&gt;Website anda akan bersih dari jenis iklan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tertarik ingin menggunakan fasilitas GRATIS ini, silahkan&lt;br /&gt;ikuti petunjuk bawah ini :&lt;br /&gt;Kunjungi &lt;a href="http://www.freefullhosting.co.cc/" target="_blank"&gt;http://www.freefull hosting.co. cc&lt;/a&gt; lalu klik menu "Order Now"&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;ada di bagian atas.&lt;br /&gt;Selanjutnya anda akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran&lt;br /&gt;dengan benar.&lt;br /&gt;Setelah anda puas dengan layanan GRATIS ini anda bisa mencoba untuk&lt;br /&gt;menggunakan fasilitas nama Full Domain yang bisa anda beli di tempat&lt;br /&gt;lain atau menggunakan nama domain anda yang sudah ada.&lt;br /&gt;Setelah semua formulir anda isi dengan benar, silahkan klik "Continue"&lt;br /&gt;Di halaman berikutnya anda akan diminta untuk memasukkan nomer telpon&lt;br /&gt;HP anda untuk dapat menerima kode verifikasi pendaftaran anda.&lt;br /&gt;No telpon yang bisa dipakai hanya no HP GSM dari layanan operator&lt;br /&gt;IM3, XL atau Telkomsel saja, semua layanan berbasis CDMA tidak bisa&lt;br /&gt;menerima kode konfirmasi yang dikirim lewat SMS dari luar negeri .&lt;br /&gt;Isikan no HP anda dengan menggunakan format +6281******* **** tanpa&lt;br /&gt;angka 0 ataupun spasi. Lalu klik "Create My Account"&lt;br /&gt;Setelah itu anda bisa login ke member area melalui link yang akan&lt;br /&gt;dikirim ke email anda saat daftar.&lt;br /&gt;Anda tidak akan bisa menggunakan fasilitas Control Panel anda sebelum&lt;br /&gt;mengisikan kode akses yang akan dikirimkan lewat SMS.&lt;br /&gt;Isikan alamat email anda dan password untuk login ke account anda.&lt;br /&gt;Di halaman berikutnya anda akan diminta untuk konfirmasi pendaftaran&lt;br /&gt;lewat no telpon HP anda.&lt;br /&gt;Periksa kembali no HP anda dengan benar dan pastikan anda telah&lt;br /&gt;menggunakan no HP dari layanan oparator XL atau Telkomsel.&lt;br /&gt;Lalu klik "Send SMS with code now" dan tunggulah maksimal 10 menit&lt;br /&gt;untuk menerima SMS tersebut.&lt;br /&gt;Jika lebih dari 10 menit anda belum menerima SMS tersebut, silahkan&lt;br /&gt;anda mengulang lagi atau silahkan gunakan nomer lainnya.&lt;br /&gt;Lalu klik "Click here to enter code" kemudian masukkan kode yang&lt;br /&gt;dikirim lewat SMS tersebut di halaman konfirmasi lalu klik "Confirm&lt;br /&gt;code"&lt;br /&gt;SELAMAT anda sekarang bisa login ke Control Panel anda di menu&lt;br /&gt;"Manage my accounts"&lt;br /&gt;Silahkan klik logo CP dibagian kanan anda di kolom "Action"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang anda sudah siap berkreasi dengan apapun yang diinginkan.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-3274401019821077753?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/3274401019821077753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=3274401019821077753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/3274401019821077753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/3274401019821077753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2008/02/pengen-belajar-membuat-aplikasi-web.html' title='Pengen Belajar membuat aplikasi web.. Manfaatkanlah hosting gratis..'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-7969901391962409747</id><published>2007-10-26T05:03:00.000+07:00</published><updated>2008-02-02T02:01:15.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Garis Edar</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/yrngegez_ind.jpg" align="left" height="200" width="150" /&gt;Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di                    dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam                    orbit atau garis edar tertentu. &lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;&lt;span class="ayet"&gt;"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan                    siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar                    di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)&lt;/span&gt;&lt;span class="ayet"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah                    diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:&lt;/p&gt;                 &lt;p class="ayet"&gt;"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah                    ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an,                    36:38)&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan                    melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan                    para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar                    biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega                    dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti                    matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam                    sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem                    gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya,                    semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa                    yang terencana. &lt;/p&gt;                 &lt;table align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="185"&gt;                   &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="133"&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/Halleyyrnge_ind.jpg" height="125" width="180" /&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;span class="resimalti"&gt;Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet                            Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak                            mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan.                            Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti                            garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda                            langit lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;                 &lt;/table&gt;                 &lt;p&gt;Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis                    edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:&lt;/p&gt;                 &lt;p class="ayet"&gt;"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an,                    51:7)&lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing                    terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang                    ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai                    bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran                    yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun,                    masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam                    keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang                    lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang                    garis edar yang ditetapkan baginya. &lt;/p&gt;                 &lt;table align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="216"&gt;                   &lt;tbody&gt;                     &lt;tr&gt;                        &lt;td height="133"&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/halley_ind.jpg" align="left" height="128" width="100" /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;Semua benda langit termasuk planet, satelit                            yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi,                            memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing.                            Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan                            yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan                            memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta                            seluruh sekalian alam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                     &lt;/tr&gt;                   &lt;/tbody&gt;                 &lt;/table&gt;                 &lt;p&gt;Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda                    angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa                    dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama                    pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong                    lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan,                    telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain                    tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan. &lt;/p&gt;                 &lt;p&gt;Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia                    tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih                    untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak                    pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya,                    saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa                    ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana                    dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan                    secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada                    saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah. &lt;/p&gt;                 &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-7969901391962409747?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/7969901391962409747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=7969901391962409747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7969901391962409747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/7969901391962409747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2007/10/garis-edar.html' title='Garis Edar'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-6957165645947908768</id><published>2007-10-26T03:41:00.000+07:00</published><updated>2008-02-02T02:01:15.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Segumpal Darah Yang Melekat            di Rahim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;                                                 &lt;p&gt; &lt;/p&gt;             &lt;table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="348"&gt;               &lt;tbody&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td height="74"&gt;                   &lt;div align="left"&gt;&lt;img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/ALAK_ind.jpg" align="right" height="140" width="117" /&gt;&lt;span class="resimalti"&gt;Pada tahap awal perkembangannya, bayi dalam rahim ibu   berbentuk zigot, yang menempel pada rahim agar dapat menghisap sari-sari makanan dari darah   ibu. Gambar di atas adalah zigot yang terlihat seperti sekerat daging. Informasi ini, yang ditemukan   oleh embriologi modern, secara ajaib telah dinyatakan dalam Al Qur'an 14 abad yang lalu dengan   menggunakan kata "'alaq", yang bermakna "sesuatu yang menempel pada suatu tempat" dan   digunakan untuk menjelaskan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p&gt;Jika kita terus mempelajari fakta-fakta yang diberitakan dalam Al Qur'an   mengenai pembentukan manusia, sekali lagi kita akan menjumpai keajaiban   ilmiah yang sungguh penting.  &lt;/p&gt;             &lt;p&gt; Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang   akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai "zigot" dalam ilmu biologi ini   akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi "segumpal daging".   Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.   &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja.   Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan   carangnya.   Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh   sang ibu bagi pertumbuhannya.   &lt;span class="anasayfa"&gt;(Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer,   Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development   as Described in the Qur'an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs   of the Qur'an and  Sunnah, s. 36) &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur'an terungkap.   Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan   kata "'alaq" dalam Al Qur'an:&lt;/p&gt;             &lt;p class="ayet"&gt;"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan   manusia dari 'alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah." (Al Qur'an,  96:1-3)  &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Arti kata "'alaq" dalam bahasa Arab adalah "sesuatu yang menempel pada   suatu tempat". Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah   yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.  &lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Tentunya bukanlah suatu kebetulan bahwa sebuah kata yang demikian tepat digunakan untuk zigot yang   sedang tumbuh dalam rahim ibu. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an merupakan wahyu dari Allah,   Tuhan Semesta Alam.  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-6957165645947908768?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/6957165645947908768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=6957165645947908768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/6957165645947908768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/6957165645947908768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2007/10/segumpal-darah-yang-melekat-di-rahim.html' title='Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-6367499640735817206</id><published>2007-10-26T00:52:00.000+07:00</published><updated>2008-02-02T02:01:15.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>ABU DZAR ALGHIFARI</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.ikhwan-interaktif.com/?pilih=news&amp;amp;aksi=pesan&amp;amp;id=304"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Adalah &lt;strong&gt;Jundab&lt;/strong&gt;, seorang pemimpin besar perampok yang melakukan teror di negeri-negeri di sekitarnya. Ia lahir dari keluarga perampok Ghiffar yang tinggal dekat jalur kafilah Mekkah - Syiria. Kemudian ia dikenal sebagai &lt;strong&gt;Abu Dzar&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tapi Jundab pada dasarnya memiliki hati yang baik. Kerusakan dan derita korban yang disebabkan oleh serangannya kemudian menjadi suatu titik balik dalam perjalanan hidupnya. Ia bukan saja sangat menyesali segala perbuatan jahatnya, tapi juga mengajak rekan-rekannya mengikuti jejaknya. Tindakannya itu menimbulkan amarah besar sukunya, yang memaksa Jundab meninggalkan tanah kelahirannya. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Titik balik kehidupan Abu Dzar ini sangat penting, karena Islam menerima anugerah, salah &lt;u&gt;seorang tokoh revolusioner yang paling jujur.&lt;/u&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bersama ibu dan saudara lelakinya Anis, ia hijrah ke Nejed Atas. Disini menetap salah seorang paman dari pihak ibunya. Inilah hijrah Abu Dzar yang pertama dalam mencari kebenaran dan kebajikan. Tapi tempat ini pun dia tidak bisa tinggal lama. Ide-idenya yang revolusioner juga menimbulkan kebencian orang-orang sesuku, yang kemudian mengadukannya kepada sang paman. Kini giliran rumah pamannya yang terpaksa ia tinggalkan, mengungsi ke sebuah kampung dekat Mekkah. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bahkan sebelum masuk Islam, ia sudah mulai menentang pemujaan berhala. Dia berkata :"Saya sudah terbiasa bersembahyang sejak tiga tahun sebelum mendapat kehormatan melihat Nabi Besar Islam." &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saudara lelakinyalah, Anis, yang pulang dari Mekkah membawa kabar datangnya fajar baru, agama Islam. Pada waktu itu ajaran Nabi Muhammad telah mulai mengguncangkan Mekkah dan membangkitkan gelombang kemarahan di seluruh Jazirah Arab. Mendengar hal itu Abu Dzar, yang telah lama merindukan kebenaran, langsung tertarik kepada Rasulullah SAW. dan ingin bertemu dengan beliau. Pergi ke Mekkah, dan sekali-sekali mengunjungi Ka'bah, sebulan lebih lamanya ia mempelajari dengan seksama perbuatan dan ajaran Nabi. Waktu itu kota Mekkah dalam suasana sling bermusuhan. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ka'bah waktu itu masih dipenuhi berhala dan sering dikunjungi para penyembah berhala dari suku Quraisy, sehingga menjadi tempat pertemuan yang populer. Nabi juga datang ke sana untuk bersembahyang. Pada akhirnya, seperti yang diinginkannya, Abu Dzar mendapat kesempatan bertemu dengan Nabi. Di sana dan pada saat itulah ia memeluk agama Islam, dan kemudian menjadi salah seorang pejuang paling gigih dan berani. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mengenyampingkan segala resiko, Abu Dzar secara terbuka memimpin sembahyang dan berkhutbah tentang agama Islam di Ka'bah. Benar saja pada suatu hari seorang penyembah berhala suku Quraisy menyerangnya dan untung dapat diselamatkan oleh Abbas, paman Nabi. Abbas mengingatkan si penyerang bahwa Abu Dzar anggota penting suku Ghiffar yang mendiami jalur perdagangan mereka ke Syria. Salah-salah lalu lintas perdagangan mereka bisa terancam. Keterangan ini sementara dapat menenangkan mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sejak saat itu Abu Dzar membaktikan dirinya kepada agama Islam dan kepada pendirinya. Ia segera mendapat tempat, bahkan termasuk yang terdekat dan terpercaya di antara para sahabat Nabi, yang sempat menimbulkan iri. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Abu Dzar ditugaskan Nabi mengajarkan agama Islam di kalangan sukunya sendiri. Dia pulang ke kampung halamannya dan sangat berhasil dalam tugasnya itu. Bukan hanya ibu dan saudara lelakinya Anis, tetapi &lt;u&gt;hampir seluruh sukunya yang suka merampok berhasil diislamkannya&lt;/u&gt;. Dia tercatat sebagai salah seorang &lt;u&gt;penyiar agama Islam yang pertama dan terkemuka&lt;/u&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nabi sangat menghargainya. Ketika kemudian dia meninggalkan Madinah untuk terjun dalam "Perang pakaian compang-camping", dia diangkat sebagai imam dan administrator kota itu. Pada waktu akan meninggal, Nabi memanggil Abu Dzar dan sambil memeluknya berkata :&lt;em&gt;"Abu Dzar akan tetap sama sepanjang hidupnya."&lt;/em&gt; Ucapan Nabi ternyata benar, Abu Dzar tetap dalam kesederhanaan dan sangat saleh. &lt;strong&gt;Seumur hidupnya ia mencela sikap hidup kaum kapitalis&lt;/strong&gt;, terutama pada masa khalifah ketiga ketika kaum Quraisy hidup dalam gelimangan harta. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Abu Dzar dikenal gigih dalam mempertahankan prinsip egaliter Islam. Kesetiaannya pada dan penafsirannya mengenai "&lt;strong&gt;Ayat Kanz&lt;/strong&gt;" (tentang pemusatan kekayaan) menimbulkan pertentangan pada masa pemerintahan Usman, khalifah ketiga. Ayat ini dalam "&lt;strong&gt;Surah Taubah&lt;/strong&gt;" dalam Al-Qur'an berbunyi: &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;"Mereka yang suka sekali menumpuk emas dan perak dan tidak memanfaatkannya di jalan Allah, beritahukan mereka bahwa hukuman yang sangat mengerikan akan mereka terima. Pada hari itu, kening, samping dan punggung mereka akan di cap dengan emas dan perak yang dibakar sampai merah, panasnya sangat tinggi, dan tertulis : Inilah apa yang telah engkau kumpulkan untuk keuntunganmu. Sekarang rasakan hasil yang telah engkau himpun."&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ia menentang keras ide menumpuk harta kekayaan dan menganggapnya sebagai bertentangan dengan semangat Islam. Dia tidak dapat diajak berdamai berkenaan dengan tumbuhnya kapitalisme di kalangan kaum Muslimin di Syria yang diperintah Muawiyah. Menurut pendapatnya, adalah kewajiban orang Islam sejati menyalurkan kelebihan hartanya kepada saudara-saudaranya yang miskin. Untuk memperkuat pendapatnya itu, Abu Dzar mengutip peristiwa semasa Nabi seperti yang diceritakan berikut ini: &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Pada suatu hari, ketika Nabi Besar sedang berjalan bersama-sama Abu Dzar, terlihat pegunungan Uhud, lalu beliau berkata kepada Abu Dzar: &lt;em&gt;"Jika aku mempunyai emas seberat pegunungan yang jauh itu, aku tidak perlu melihatnya dan memilikinya kecuali bila diharuskan membayar utang-utangku. Sisanya akan aku bagi-bagikan kepada hamba Allah."&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Abu Dzar hidup menurut cara yang dianggapnya benar dan menjalankan sendiri apa yang diajarkannya. Ia bersikap tanpa kompromi terhadap kapitalisme, terhadap orang yang berkedudukan tinggi sekalipun. Abu Hurairah adalah sahabat Nabi yang namanya masyhur yang diangkat sebagai gubernur Bahrain. Suatu hari, ia datang mengunjungi Abu Dzar, tapi yang dikunjungi menolak bertemu pada mulanya. Ketika ditanyakan mengapa dia begitu jengkel kepada Abu Hurairah, tercermin dalam tanya jawab berikut: &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Anda telah diangkat sebagai gubernur Bahrain." "Benar," jawab Abu Hurairah. "Di sana Anda tentunya telah membangun rumah seperti istana dan membeli sebidang tanah yang luas," tambah Abu Dzar. "Tidak benar itu," jawab Abu Hurairah lagi. "Kalau begitu Anda adalah saudaraku," kata Abu Dzar kemudian dan langsung memeluknya. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selama pemerintahan dua khalifah pertama, ajaran Abu Dzar tidak pernah mendapat tantangan. Dia hidup tenteram dan dihormati semua orang. Kesulitan timbul pada masa pemerintahan khalifah ketiga. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ketika Abu Dzar pindah ke Syria, ia menyaksikan gubernur Muawiyah hidup bermewah-mewah. Ia malahan memusatkan kekuasaannya dengan bantuan kelas yang mendapat hak istimewa, dan dengan itu mereka telah menumpuk harta secara melimpah ruah. Ajaran egaliter Abu Dzar telah membuat bangkitnya masa melawan mereka. Ia menjadi duri dalam daging bagi pemerintahan setempat. Ketika Muawiyah membangun istana hijaunya, yang bernama al-Khizra, ia ditegur Abu Dzar: &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;"Kalau anda membangun istana ini dari uang negara, berarti anda telah menyalahgunakan uang negara. Kalau Anda membangunnya dengan uang Anda sendiri, berarti Anda melakukan 'israf' (pemborosan)."&lt;/strong&gt; Muawiyah hanya bisa terpesona dan tidak dapat menjawab. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Muawiyah berusaha keras agar Abu Dzar tidak meneruskan ajarannya, tapi sang penganjur egaliterisme tetap tegar pada prinsipnya. Muawiyah kemudian mengatur sebuah diskusi antara Abu Dzar dan ahli-ahli agama Islam, tapi pendapat para ahli itu tidak mempengaruhinya. Muawiyah melarang rakyat berhubungan atau mendengarkan pengajarannya. Tapi ternyata rakyat berduyun-duyun meminta nasehat Abu Dzar. Akhirnya Muawiyah mengadu kepada khalifah Usman. Ia mengatakan bahwa Abu Dzar mengajarkan kebencian kelas di Syria, hal yang dianggapnya dapat membawa akibat yang serius. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Abu Dzar segera dipanggil menghadap khalifah di Madinah. Pergi memenuhinya, ia masih jauh di luar kota, ketika penduduk Madinah telah keluar menyongsongnya. Sahabat Nabi itu menerima ucapan selamat datang yang hangat. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di Madinah Abu Dzar juga tidak dapat hidup tenteram. Sebagian orang-orang kaya kota mengkhawatirkan aktivitasnya yang menganjurkan pemerataan penyaluran harta kekayaan. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Akhirnya khalifah menyelenggarakan diskusi tentang masalah itu, yang mempertemukan Abu Dzar dengan Ka'ab Ahbar, seorang terpelajar. Dalam kesempatan itu, Ka'ab Ahbar mempertanyakan apa yang diinginkan dengan mempertahankan hukum warisan dalam yurisprudensi Muslim, padahal Islam tidak mengizinkan penumpukan harta. Masalah ini sesungguhnya berada di luar pokok persoalan. Seperti yang di duga, diskusi tidak membawa hasil. Usman kemudian meminta Abu Dzar meninggalkan Madinah untuk tinggal di Rabza, sebuah kampung kecil yang terletak di jalur jalan Irak - Madinah. Musuh-musuh Islam, seperti Abdullah ibn Saba, mencoba memanas-manasi keadaan dengan memberontak kepada khalifah. Abu Dzar justru menjadi marah dan berkata: &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;"Walaupun Usman menggantungku di bukit yang paling tinggi sekalipun, aku tidak akan mengangkat jariku untuk melawannya,"&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seperti layaknya Muslimin sejati, Abu Dzar tunduk pada pemerintah pusat kekuasaan Islam. Dia melaksanakan perintah pindah ke Razba dan meninggal di sana pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 32 H. jasadnya terbaring di jalur kafilah, dan hanya ditunggui jandanya. Tampaknya tidak ada seorang pun yang membantu menguburkannya. Tiba-tiba di kaki langit muncul sebuah kafilah haji yang sedang menuju ke Mekkah. Ketika diberitahukan itulah mayat Almarhum Abu Dzar, sahabat Nabi yang terpuji, mereka segera memutuskan berhenti di sana. Jenazah Abu Dzar mereka sembahyangkan dipimpin Abdullah ibn Mas'ud, seorang sarjana Islam yang terkenal, untuk kemudian dikuburkan. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Demikianlah akhir hidup sahabat Nabi yang terpercaya itu, yang dengan gigih mengajarkan dan melaksanakan semangat jiwa sosial yang sejati. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ali R.A. pernah berkata: &lt;strong&gt;"Saat ini, tidak ada satu orang pun di dunia, kecuali Abu Dzar, yang tidak takut kepada semburan tuduhan yang diucapkan oleh penjahat agama, bahkan saya sendiri pun bukan yang terkecuali."&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sumber: &lt;em&gt;SERATUS MUSLIM TERKEMUKA&lt;/em&gt;, Jamil Ahmad &lt;/p&gt;  &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-6367499640735817206?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/6367499640735817206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=6367499640735817206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/6367499640735817206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/6367499640735817206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2007/10/abu-zar-alghifari.html' title='ABU DZAR ALGHIFARI'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5040021797927847652.post-8536374629165156682</id><published>2007-10-25T03:26:00.000+07:00</published><updated>2007-10-25T03:27:20.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Segala Sesuatu Yang Kita Miliki Merupakan Karunia Allah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dunia di mana kita hidup, Allah menganugerahkan banyak pertolongan bagi manusia. Semua kebutuhan makhluk hidup disediakan dengan mudah; tiada sesuatu apapun yang terlewat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh; mari kita berpikir tentang diri kita. Dari saat kita bangun tidur, kita memerlukan banyak hal dan menemukan beragam keadaan. Singkatnya, kita dapat bertahan hidup karena banyaknya pertolongan yang dilimpahkan kepada kita.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita mampu bernapas; segera setelah kita bangun tidur. Kita tidak pernah mengalami kesulitan dalam melakukannya, hal tersebut disebabkan oleh karena sistem pernafasan kita dapat berfungsi dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita mampu melihat; segera setelah kita membuka mata kita. Pemandangan yang jauh serta jelas, semuanya dalam bentuk tiga dimensi dan penuh dengan warna-warni, dapat dilihat dengan mata kita, tentu saja hal ini disebabkan oleh karena desain mata kita yang unik.&lt;br /&gt;Kita mencicipi beragam rasa. Kebutuhan yang berbeda-beda akan vitamin, mineral, karbohidrat atau protein yang terkandung dalam makanan yang kita makan, serta bagaimana kelebihan nutrisi ini disimpan atau digunakan di dalam tubuh tidak pernah merisaukan kita. Lagi pula, kita hampir tidak pernah memikirkan bahwa terjadi proses yang rumit di dalam tubuh kita.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika kita memegang suatu benda dengan tangan kita, kita langsung dapat mengetahui apakah benda tersebut lembut atau keras. Terlebih lagi, kita tidak perlu berpikir untuk melakukan hal ini. Banyak hal-hal kecil seperti itu yang terjadi dalam tubuh kita. Organ-organ tubuh yang bertanggung jawab untuk melaksanakan hal-hal ini mempunyai mekanisme yang rumit. Fungsi tubuh manusia hampir sama seperti sebuah pabrik yang besar dan kompleks. Tubuh ini merupakan salah satu anugerah terbesar yang diberikan kepada manusia semenjak manusia menjadi khalifah di muka bumi ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal ini, ada sebuah pertanyaan yang perlu dijawab: bagaimanakah bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang diperlukan untuk mengoperasikan “pabrik” ini disediakan? Dengan kata lain, bagaimana air, udara, dan semua nutrisi yang penting untuk kehidupan tersedia?&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mari kita berpikir tentang buah-buahan dan sayur-sayuran. Semangka, melon, ceri, jeruk, tomat, lada, nenas, murbei, anggur, terong...semuanya berasal dari biji-bijian dan tumbuh dalam tanah, dan biji-biji tersebut kadang-kadang memiliki struktur yang keras seperti kayu. Walaupun demikian, sambil mempertimbangkan hal-hal ini, kita harus menjauhi kebiasaan cara berpikir dan menerapkan metode yang berbeda. Dengan membayangkan nikmat rasa serta bau buah arbei atau bau buah melon yang tidak pernah berubah. Pikirkan, berapa banyaknya waktu dan energi yang dihabiskan dalam laboratorium guna menghasilkan bau yang sama dan tentang percobaan-percobaan yang berulang kali dilakukan tetapi selalu gagal. Tentu saja, hasil yang diperoleh oleh para ilmuwan di dalam laboratorium membuktikan bahwa tidak ada yang lebih baik selain imitasi gagal mereka; apabila dibandingkan dengan pasangan alamiahnya. Beragam rasa, bau dan warna di alam justru memberikan tanda-tanda yang tak tertandingi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahwa semua sayuran dan buah-buahan memiliki bau dan rasa tersendiri serta mempunyai ciri khas warna yang berbeda-beda merupakan hasil kreasi yang diciptakan khusus untuk mereka. Hal itu semua merupakan karunia yang diberikan Allah atas manusia.&lt;br /&gt;Hampir sama dengan hal di atas, binatang juga diciptakan untuk manusia. Terlepas dari kegunaannya sebagai makanan, manusia melihat bahwa bentuk fisik binatang-binatang tersebut memberikan daya tarik tersendiri. Ikan, batu karang, bintang laut yang menghiasi kedalaman laut dengan warna-warnanya yang indah, beragam burung yang habitatnya memesonakan atau kucing, anjing, lumba-lumba dan penguin...mereka semua merupakan karunia Allah. Allah menekankan hal ini dalam banyak ayat:&lt;/p&gt;  &lt;p class="ayetboldalnti" style="text-align: justify;"&gt;Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir. (QS. 45:13)&lt;/p&gt;  &lt;p class="ayetboldalnti" style="text-align: justify;"&gt;Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 16:18)&lt;/p&gt;  &lt;p class="ayetboldalnti" style="text-align: justify;"&gt;Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. 14:34)&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Makhluk hidup yang telah dijelaskan di atas hanyalah merupakan sebagian kecil dari karunia dan keindahan yang Allah limpahkan. Ke mana saja kita berjalan, kita melintasi hasil ciptaan yang mencerminkan tanda-tanda kebesaran Allah. Allah adalah Maha Pemberi Rezeki, Maha Halus, Maha Dermawan, Maha Baik.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, lihatlah sekeliling anda dan berpikirlah. Dan jangan pernah menafikan kenyataan bahwa segala sesuatu yang anda miliki merupakan karunia untuk anda dari sang Pencipta diri anda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="ayetboldalnti" style="text-align: justify;"&gt;Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (QS. 16:53)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5040021797927847652-8536374629165156682?l=reagenabdurrohim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/feeds/8536374629165156682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5040021797927847652&amp;postID=8536374629165156682' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/8536374629165156682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5040021797927847652/posts/default/8536374629165156682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reagenabdurrohim.blogspot.com/2007/10/segala-sesuatu-yang-kita-miliki_24.html' title='Segala Sesuatu Yang Kita Miliki Merupakan Karunia Allah'/><author><name>reagen abdurrohim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18320738162432229858</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_WYOe6qpAP5g/SLXTr5NIELI/AAAAAAAAAGc/KZr9xqYDbmU/S220/9.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
